RS Murni Teguh Medan Dilengkapi Alat Teknologi Radiologi Cangih Untuk Penyakit Kanker

Harian 9 author photo
Ruang alat radioterapi tercanggih Linac Elekta Versa HD yang di miliki RS Murni Teguh Medan. (Foto: Jaenal Abidin)

MEDAN| HARIAN9
Penyakit kanker disebut penyebab kematian utama nomor dua di dunia. Diperkirakan 7,5 juta orang di dunia meninggal akibat kanker. Sementara, prevalensi kanker di Indonesia sebesar 1,4 per 1000 penduduk. 

Melihat jumlah yang besar ini, berbagai rumah sakit diharap mampu berkembang dan melengkapi alat radioterapi atau teknologi canggih lainnya untuk pengobatan kanker tersebut.

Di Medan ternyata sudah ada yang memiliki alat radioterapi tercanggih Linac Elekta Versa HD. Alat ini, dinilai hanya ada  satu-satunya di Indonesia, tepatnya di RS Murni Teguh.

"Dengan alat ini, waktu pengobatannya bisa lebih singkat, kemudian dapat menurunkan dosis non-terapeuti untuk melindungi organ tubuh yang berisiko. Jadi, dia bisa mengurangi risiko kanker sekunder," ujar Direktur Utama RS Murni Teguh, dr Togar Siallagan MM AAK, kepada awak media, Minggu (25/3/2018).

Dituturkannya, bahwa dengan alat ini kualitas foto akan lebih optimal dan dosisnya lebih rendah. Selain peralatan, lanjut Togar pihak RS Murni Teguh juga memiliki Oncology Team yang sangat berpengalaman.

"Kita juga ada cancer community dab homecare yang bisa membuat pasien kanker lebih nyaman, setidaknya bisa menjaga kualitas hidupnya. Homecare ini memang belum masuk dalam BPJS Kesehatan, tapi begitupun untuk pasien yang kurang mampu, kita akan bantu dan bisa mendapatkan pelayanan M yang sama," jelasnya.

Ditambahkannya, berdasarkan data yang dimiliki Murni Teguh, tercatat pasien kanker 2017, 70 persen beras dari Kota Medan. Medan ada 848 peserta dan disusul Pematang Siantar, Binjai, Tangjung Morawa dan Tebing Tinggi. 

"Jumlah pasien radioterapi di sini, tahun 2015 ada 1.086 orang dan 936 tercover BPJS Kesehatab, 2016 ada 2.557 orang dan pasien BPJS ada 2.107 sementara 2017 ada 1.553 orang, diantaranya tercover BPJS Kesehatan ada 1.403 orang," pungkasnya. (Jae9)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini