Jelang HBKN 2018, Kemendag Gelar Rakor di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau

Harian 9 author photo


TANJUNG PINANG| HARIAN9
Kementerian Perdagangan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan para pelaku usaha untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok), terutama menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. 

Untuk memastikan harga dan pasokan bapok di daerah aman sebelum bulan puasa, hari Selasa (24/4) Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kemendag, Kasan hadir dalam Rapat Koordinasi (Rakor) dan Identifikasi harga Bapok menjelang HBKN di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. 

"Hasil pemantauan pada dua pasar rakyat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau menunjukkan harga bapok relatif stabil dan pasokan aman dalam beberapa bulan ke depan. Untuk itu Kemendag bersama pemda setempat dan pihak terkait lainnya serta pelaku usaha terus bekerjasama menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan”, kata Kasan. 

Rakorda hari ini di Tanjung Pinang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rakornas HBKN pada 23 Maret 2018 lalu di Bandung. 

Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. 

Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau. 

Hingga minggu ke-3 April, Kemendag telah menggelar Rakorda di Sumatera Barat, Sumatera Utara, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Selatan, Maluku, Bengkulu, dan Aceh. 

"Diharapkan pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dapat berperan aktif dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bapok di wilayah masing-masing khususnya menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H”, kata Kasan. 

Kedua, melalui Penatalaksanaan, yaitu melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Pemerintah Daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN & pelaku usaha; serta penugasan BULOG. 

Langkah Ketiga, melalui Pemantauan dan Pengawasan yang dilakukan oleh Eselon I Kementerian Perdagangan beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia untuk memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga termasuk menjamin pendistribusian bahan pokok. 

Keempat melalui Upaya Khusus, yaitu penetrasi pasar ke pasar rakyat dan toko swalayan. Berdasarkan hasil pemantauan pasar yang dilaksanakan bersamaan dengan Rakorda, harga bapok di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau relatif stabil. Tercatat di pasar tradisional Pasar Bintan Centre dan Pasar Baru Tanjung Pinang untuk harga beras medium sekitar Rp.9.950/kg (sudah sesuai HET Beras Medium HET Sumatera). 

Sementara harga minyak goreng dalam kemasan sederhana Rp.11.500-Rp.12.000/liter (masih di atas HET), gula pasir Rp.11.000-12.000/kg, bawang merah Rp.30.000/kg, bawang putih Rp.30.000/kg (terjadi penurunan dari sebelumnya Rp.32.000/kg), cabai merah keriting Rp.38.000/kg, daging ayam Rp.37.000/kg dan daging sapi Rp.140.000/kg. 

Selain itu, di Pasar Baru Tanjung Pinang juga tersedia daging sapi beku dengan harga Rp.88.000/kg (kualitas I) dan Rp.75.000/kg (kualitas II).

Selain ke pasar tradisional, Kepala BPPP juga melakukan pemantauan ke ritel modern Pinang Lestari. Tercatat harga beras medium Rp.9.950/kg, minyak goreng Rp.11.100/kg, gula pasir Rp.11.400/kg, tepung terigu Rp.6.900/kg, dan telur ayam Rp.13.700 per 10 butir. Untuk harga daging beku telah sesuai HET, yaitu Rp.80.000/kg. 

Patuhi HET Beras dan Pendaftaran Distributor Bapok

Dalam Rakorda, Kasan menyampaikan agar seluruh instansi dapat bekerjasama menjalankan kebijakan mengenai harga eceran tertinggi (HET) beras untuk pasar tradisonal, toko swalayan, dan tempat penjualan eceran lainnya sesuai Permendag Nomor 57/M-DAG/PER/8/2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras. 

“Pelaku usaha yang menjual harga beras melebihi HET dikenai sanksi pencabutan izin usaha oleh pejabat penerbit, setelah sebelumnya diberikan peringatan tertulis,” kata Kasan menegaskan. 

Sebagai upaya penerapan HET beras tersebut, Kepala BPPP juga memantau stok dan harga di gudang Bulog dan distributor beras Aseng. Berdasarkan pemantauan, stok beras medium Bulog di sub divre Tanjung Pinang mencapai 1.100 ton dan aman untuk 6 bulan ke depan. 

Bulog juga diminta untuk memastikan pasokan beras medium ke seluruh kota/kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau berjalan lancar hingga akhir tahun. Selain di gudang Bulog, stok beras medium yang sesuai HET juga terpantau aman hingga 2-3 bulan di distributor beras Aseng.

Upaya Kemendag menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok juga melalui penguatan regulasi yang diatur dalam Permendag No 20/M-DAG/PER/3/2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Barang Kebutuhan Pokok (TPUD Bapok) yang mengamanatkan bahwa setiap pelaku usaha distribusi yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok wajib memiliki TDPUD Bapok, meliputi distributor, sub-distributor dan agen. 
Selama rangkaian kegiatan tanggal 23-24 April 2018, Kepala BPPP sekaligus meninjau kesiapan pelabuhan Sri Payung, gudang distributor daging beku PT Dewi Kartika Cold Storage dan gudang distributor minyak goreng PT Panca Rasa Pratama. 

“Masyarakat di Kepulauan Riau sangat antusias mendukung kebijakan penyediaan beras medium sesuai HET di pasar rakyat” pungkas Kasan. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar


Komentar Anda

Berita Terkini