Kemendag Sinergi dengan Pemda Kawal Harga dan Stok Bapok di Tarakan

Harian 9 author photo
(Foto: kemendag)

TARAKAN| HARIAN9
Kementerian Perdagangan bersama Pemerintah Daerah Tarakan, Kalimantan Utara bekerja sama menjaga stabilitas harga dan stok barang kebutuhan pokok di Tarakan menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H. 

Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Dody Edward memastikan stok dan harga barang kebutuhan pokok di Tarakan, Kalimantan Utara relatif aman dan stabil menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. 

“Hasil pantauan di Pasar Ghuser dan Pasar Tenguyun menunjukkan secara umum harga bapok relatif stabil bahkan cenderung turun. Tingkat inflasi di Kalimantan Utara juga stabil,” ujar Dody saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H, di Tarakan, Kalimantan Utara, hari ini, Kamis (26/4).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Utara Hartono mengatakan, Kota Tarakan siap menghadapi Puasa dan Lebaran 2018. Harga barang kebutuhan pokok relatif stabil dan pasokan yang tersedia cukup. 

“Langkah Kemendag untuk melakukan pengawasan harga dan stok barang kebutuhan pokok ini membantu daerah untuk melakukan pemetaan harga dan stok di lapangan,” ujar Hartono.

Pada Rakorda, Dody menghimbau kepada para pelaku usaha distribusi yang meliputi distributor, sub-distributor, dan agen untuk melakukan pendaftaran dan wajib memiliki Tanda Daftar Pelaku Usaha Distribusi Barang Keburuhan Pokok. 

Peran Dinas Perindustrian dan Perdagangan baik di tingkat Kota Tarakan maupun Provinsi Kalimantan Utara diperlukan untuk meningkatkan jumlah pelaku usaha distribusi yang terdaftar.

“Kita mempunyai kewajiban untuk melaporkan posisi stok yang ada,” terang Dody. 

Rakorda di Tarakan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sebagai tindak lanjut arahan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) HBKN di Bandung pada 23 Maret 2018. 

Dalam Rakornas tersebut, Mendag menjelaskan empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN tahun ini. Pertama, melalui penguatan regulasi yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok; harga acuan dan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras; penataan dan pembinaan gudang; serta perdagangan antarpulau.
Kedua, melalui penatalaksanaan yaitu melakukan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; fasilitasi dengan BUMN dan pelaku usaha; serta penugasan BULOG. Rakorda di 34 provinsi dijadwalkan antara H-45 dan H-30 puasa.

Langkah ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan oleh Eselon I Kemendag beserta jajarannya bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. 

Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok. Keempat, melalui upaya khusus yaitu penetrasi ke pasar rakyat dan toko swalayan. 

Rakorda turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tarakan, perwakilan Bank Indonesia, perwakilan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal), perwakilan PT Pelni, Kepala BULOG Sub Divre Kalimantan Utara, perwakilan Satgas Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Utara, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tarakan, dan pelaku usaha serta distributor.

Pantauan Harga dan Stok Barang Kebutuhan Pokok di Tarakan

Berdasarkan hasil pemantauan periode 25-26 April 2018, harga bapok di Tarakan relatif stabil. Tercatat harga di pasar tradisional untuk beras medium Rp.12.700/kg, gula pasir Rp.12.750/kg, minyak goreng curah Rp.11.000/liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp.12.500/liter, tepung terigu Rp.10.000/kg, telur ayam ras Rp.27.000/kg, daging ayam broiler Rp.37.000/kg cabai merah keriting Rp.40.000/kg, bawang putih Rp.35.000/kg, dan bawang merah Rp.42.500/kg.

Pantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok di Tarakan relatif stabil dengan kondisi pasokan cukup. Bahkan harga beberapa komoditas terpantau turun. Hal tersebut disampaikan oleh Dody usai memantau Pasar Ghuser dan Pasar Tenguyu di Tarakan, Kalimantan Utara. 

Selanjutnya, Dody melakukan pemantauan ke ritel modern untuk memastikan pelaksanaan kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk komoditas beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging beku. Stok beras medium masih relatif sedikit di lapangan. Untuk gula pasir harga HET sudah berlaku dan tertera pada keterangan harga yaitu sebesar Rp 12.500/kg. 

Dalam kunjungan kerja kali ini, Dody juga meninjau ke gudang-gudang distributor untuk mengecek ketersediaan barang kebutuhan pokok di Tarakan. Dari hasil tinjauan ke beberapa gudang distributor seperti CV Wisnu Kencana Mandiri, CV Garindo, dan UD Nagamas dapat dipastikan stok barang kebutuhan pokok di Tarakan aman hingga tiga bulan ke depan. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 
Komentar Anda

Berita Terkini