Malik Apresiasi Kapolres Tapsel Nyanyikan Lagu ‘Saya Indonesia, Saya Anti Hoax’

Harian 9 author photo
Pemerhati Kepolisian Nasional Malik Assalih Harahap, ST. (Foto : Riswandy)



TAPSEL| HARIAN9
Pemerhati Kepolisian Nasional Malik Assalih Harahap, ST mengapresiasi Kepolres Tapanuli Selatan (Tapsel) AKBP. M. Iqbal, S.Ik, M.Si nyanyikan lagu ‘Saya Indonesia, Saya Anti Hoax’, ciptaan Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw pada acara tabligh akbar di alun-alun Kota Sipirok Kabupaten Tapsel baru-baru ini.

“Gebrakan yang dilakukan Kapolres Tapsel AKBP M Iqbal, S.Ik, M.Si yang telah menyanyikan sekaligus mensosialisasikan dan menviralkan lagu ciptaan Kapolda Sumut ‘Saya Indonesia, Saya Anti Hoax’ telah mendapat sambutan luar biasa dan harus didukung segenap warga Sumut,“ ujar Malik Assalih Harahap, ST, Sabtu (14/4).

Menurut Wakil Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia (MPI) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumatera Utara ini, apa yang dilakukan Kapolres Tapsel yang selalu menyanyikan lagu ‘Saya Indonesia, Saya Anti Hoax’ disetiap acara yang dihadirinya, guna membawa pesan perdamaian dan keamanan di tengah masyarakat, mengingat di era digital ini banyak berita maupun informasi bohong yang ditiupkan oleh oknum-oknum tidak bertanggungjawab baik melalui selebaran maupun melalui media social (medsos) hanya bertujuan untuk provokasi dan kerap ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Tentunya ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) khususnya jajaran Polres Tapsel mengambil sikap antisipasif secara persuasive, yang salah satunya dengan cara mensosialisasikan lagu ciptaan Kapoldasu Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw di seluruh jajaran wilayah hokum Polres Tapsel agar masyarakat dapat memahami dan menghindari berita hoax ataupun informasi bohong sebelum dilakukan klarifikasi,“ ujarnya.

Ditambahkannya, lagu ciptaan Kapolda Sumut ini perlu disosialisasikan di setiap acara. Sehingga dengan sendirinya masyarakat dapat memahami mana informasi yang benar dan mana yang hoax, agar masyarakat tidak terjebak dan terprovokasi serta mampu mengantisipasinya.

Di samping itu juga katanya, perlunya koordinasi secara intens antara jajaran Polri dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan seluruh stakeholder, karena keberhasilan seorang pmpinan dalam menjalankan tugas adalah bagaimana bisa menciptakan Kamtibmas yang kondusif, sehingga masyarakat bisa hidup rukun dan damai.

“Saya pikir, apa yang dilakukan Kapolres Tapsel ini merupakan terobosan yang luar biasa, karena di era keterbukaan ini, untuk mencegah satu tindakan melawan hokum tidak bisa terus menerus dilakukan secara represif. Tetap perlu cara-cara seperti ini yang salah satunya melalui seni dan lagu dan manfaatnya juga sangat luar biasa,“ jelasnya.

Alumni Fakultas Teknik Sipil Universitas Sumatera Utara ini berharap, untuk mengantisipasi berita bohong (hoax) sebelum diviralkan, renungkan sejenak cermati secara cerdas apa isinya dan lakukan klarifikasi, agar tidak membuat keresahan di tengah masyarakat.

“Melalui pesan damai dalam lirik lagu ‘Saya Indonesia, Saya Anti Hoax’, masyarakat dapat memfilter dan mengklarifikasi bilamana ada berita hoax maupun informasi bohong. Cari sumber informasinya, jangan bertindak sendiri tapi laporkan ke aparat hukum,“ tuturnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini