Jaring Buyer Potensial, Indonesia Gelar Forum Bisnis di Afrika Selatan

Harian 9 author photo
ITPC Johannesburg bekerja sama dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) di Cape Town menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia Indonesia-Afrika Selatan di Kota Cape Town, Afrika Selatan, pada Rabu (2/5) lalu. (Foto: kemendag)

CAPE TOWN| HARIAN9
Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Johannesburg terus berupaya menjaring buyer potensial dari Afrika Selatan dalam meningkatkan kinerja perdagangan Indonesia. 

Kali ini, ITPC Johannesburg bekerja sama dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) di Cape Town menyelenggarakan Forum Bisnis Indonesia Indonesia-Afrika Selatan di Kota Cape Town, Afrika Selatan, pada Rabu (2/5) lalu.

“Pemerintah RI di Afrika Selatan siap membantu pelaku usaha kedua negara untuk bekerja sama mengembangkan jejaring bisnis dan investasi yang saling menguntungkan,” ujar Kepala ITPC Johannesburg Pontas Parsaoran Tobing.

Pontas menyampaikan forum bisnis ini merupakan kegiatan promosi pertama yang dilaksanakan dengan konsep one on one business meeting, sehingga dapat saling berbagi informasi secara lebih efektif dan intensif. 

“Forum bisnis kali ini merupakan salah satu kegiatan efektif dan tepat sasaran karena berlangsung secara one on one,” ungkapnya.

Kegiatan forum bisnis ini dipimpin langsung oleh Konsul Jenderal RI di Cape Town Khrisna Adi Poetranto dan dihadiri anggota parlemen Afrika Selatan Shahid Esau. Selain itu, dihadiri juga sejumlah buyer potensial yang berminat menjalin bisnis dengan Indonesia.

Dalam kesempatan ini, Khrisna mempromosikan kegiatan pameran dagang terbesar di Indonesia yaitu Trade Expo Indonesia ke-33. Pameran ini akan berlangsung pada 24-28 Oktober 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, Banten.

“Diharapkan dengan adanya sinergi perwakilan pemerintah Indonesia di Afrika Selatan dapat menciptakan hasil yang lebih konkret. Selain itu, juga untuk mencapai target transaksi TEI 2018 sesuai arahan Presiden RI,” imbuh Khrisna.

Kinerja perdagangan Indonesia-Afrika Selatan periode 2016—2017 menunjukan tren yang positif. Total perdagangan kedua negara pada periode tersebut meningkat sebesar 20 persen dari USD.1 miliar pada tahun 2016 menjadi USD.1,2 miliar pada tahun 2017. 

Sementara itu, nilai ekspor Indonesia ke Afrika Selatan pada periode tersebut menurun sebesar 3,2 persen, dari USD.728 juta pada tahun 2016 menjadi USD.704 juta pada periode tahun 2017.

Sedangkan nilai impor Indonesia dari Afrika Selatan pada periode 2016—2017 meningkat sebesar 69 persen, dari USD.291 juta pada tahun 2016 menjadi USD.492 juta pada tahun 2017. 

Sementara itu, neraca perdagangan Indonesia dengan Afrika Selatan menurun sebesar 44 persen dari USD.437 juta pada tahun 2016 menjadi USD.213 juta pada tahun 2017. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar





Komentar Anda

Berita Terkini