Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Menkeu: Industri Asuransi Jadi Indikator Ukuran Ekonomi Sebuah Negara

Harian 9 author photo
Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memberikan penjelasan dalam acara Sosialisasi PP Nomor 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing Pada Perusahaan Perasuransian bertempat di aula Djuanda gedung Djuanda I (22/05). (Foto: kemenkeu)


JAKARTA| HARIAN9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati  mengatakan industri asuransi mempunyai andil menjadikan negara Indonesia dari negara berukuran low income menjadi low middle income dan sekarang berkembang menjadi middle income countries. 

Hal tersebut disampaikannya di acara Sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 14 Tahun 2018 tentang Kepemilikan Asing Pada Perusahaan Perasuransian bertempat di aula Djuanda gedung Djuanda I, Selasa (22/05).

"Karena tidak ada di negara mana pun di dunia, ada negara yang disebut high income country namun sektor keuangannya underdevelop itu tidak ada karena perkembangan dari sektor keuangan termasuk dalam halnya industri asuransi merupakan salah satu yang disebut necessary condition atau syarat yang perlu bagi suatu perekonomian untuk makin maju dan berkembang," jelasnya.

Masyarakat yang tergolong kelompok kelas menengah mulai mencari instrumen investasi. Investasi yang bisa dalam bentuk tabungan, mutual fund, asuransi, dan juga bisa dalam bentuk menyiapkan pensiun mereka yang akan datang. Instrumen yang dipilih juga beragam mulai dari corporate bond sampai government bond atau stock exchange.

"Nah, itu semuanya variasi dari instrumen yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada saat mereka mendapatkan dirinya dalam situasi dimana mereka memiliki ruang untuk investasi karena adanya tabungan. Saya mengharapkan tentu saja tidak hanya dari sisi masyarakat yang membutuhkan investment instrumen tapi juga sofistikasi dari perekonomian kita makin mengharuskan industri asuransi menjadi berkembang," ungkapnya.

Sebagai informasi, PP ini telah ditetapkan oleh Presiden Republik Indonesia dan telah diundangkan pada tanggal 18 April 2018. PP ini merupakan turunan dari Undang-Undang Republik Indonesia No.40 Tahun 2014 tentang Perasuransian. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar 






Komentar Anda

Berita Terkini