Pastikan Harga dan Pasokan Stabil, Kemendag Gelar Rakorda di Pontianak

Harian 9 author photo
Kemendag mewajibkan seluruh pedagang pasar rakyat untuk menyediakan dan menjual beras medium sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). (Foto: kemendag)


PONTIANAK| HARIAN9
Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Karyanto Suprih melakukan kunjungan kerja ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk memantau kesiapan Provinsi Kalimantan Barat menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) 2018. 

Dalam kunjungan kerjanya, Karyanto menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Puasa dan Lebaran 2018/1439H, hari ini, Kamis (3/5).

“Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha bekerja bersama-sama menerapkan langkah antisipasi dini untuk menjaga kecukupan pasokan dan stabilisasi harga bapok bagi masyarakat, khususnya saat bulan puasa dan Lebaran,” kata Karyanto dalam Rakorda di kantor Gubernur Kalimantan Barat.

Untuk memastikan harga dan pasokan beras tetap stabil sebelum dan saat bulan puasa, serta saat Lebaran, Kemendag mewajibkan seluruh pedagang pasar rakyat untuk menyediakan dan menjual beras medium sesuai ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET). 

Sejalan dengan hal tersebut, ritel modern juga diwajibkan untuk menyediakan beras premium yang dijual sesuai dengan ketentuan HET. 

“Pelaku usaha diminta menyalurkan beras medium ke pasar-pasar rakyat, dan pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan BULOG untuk memasok beras bulog ke pasar,” kata Karyanto.

Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras mengatur harga beras medium untuk wilayah Kalimantan sebesar Rp.9.950/kg dan beras premium adalah Rp.13.300/kg. 

“Beras tidak boleh dijual lebih tinggi dari HET. Tetapi, diperbolehkan jika dijual di bawah HET,” kata Karyanto.

Terkait gula, Satgas Pangan akan mengawasi penerapan HET gula dipatuhi, yaitu Rp.12.500/kg dan distributor diimbau sudah mendistribusikan gula sejak jauh-jauh hari untuk mengantisipasi kendala distribusi. 

Sementara itu, Kemendag juga mewajibkan produsen minyak goreng mengalokasikan 20 persen produksinya untuk dikemas dalam kemasan sederhana yang dijual seharga Rp.11.000/liter dan dalam bentuk curah dengan harga Rp.10.500/liter.

Karyanto memimpin Rakorda bersama dengan Staf Ahli Gubernur Kalbar Bidang Pembangunan dan Ekonomi Anna Veridiana Iman Kalis dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalimantan Barat Muhammad Ridwan.

Dalam Rakorda, Karyanto menjelaskan bahwa Kemendag menerapkan empat langkah dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok saat puasa dan Lebaran. 

Langkah pertama adalah penguatan regulasi melalui penerbitan Permendag Nomor 27 Tahun 2017 tentang Penetapan  Harga Acuan Pembelian di Petani dan Harga Acuan Pembelian di Konsumen, serta Permendag Nomor 57 Tahun 2017 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras.

Penguatan regulasi juga dilakukan lewat Permendag Nomor 20 Tahun 2017 tentang Pendaftaran Pelaku Usaha Distribusi Bapok. Peraturan ini mengamanatkan bahwa setiap pelaku usaha distribusi yang memperdagangkan barang kebutuhan pokok wajib memiliki TDPUD BAPOK, meliputi distributor, subdistributor, dan agen. Pelaku usaha distribusi yang tidak mendaftarkan diri dan tidak melapor akan dikenakan sanksi. 

Langkah kedua adalah penatalaksanaan melalui rapat koordinasi HBKN 2018 di daerah.  Rakorda akan dilaksanakan di 34 provinsi di Indonesia. Kemendag juga bersinergi dengan BUMN dan pelaku usaha untuk memastikan HET beras, minyak goreng kemasan sederhana, gula, dan daging tetap berlaku. Perum BULOG juga diminta untuk siaga menambah pasokan beras medium di pasar.

Langkah ketiga, pemantauan dan pengawasan yang menugaskan Eselon I Kemendag untuk turun langsung dan berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan Provinsi, Dinas Perdagangan Kabupaten/Kota, serta Satgas Pangan. 

Langkah keempat, adalah upaya khusus melalui penetrasi pasar. Kemendag akan melakukan penetrasi ke pasar rakyat dan ritel modern menjelang lebaran untuk mengawal kelancaran pasokan bapok.

Tinjauan Lapangan

Selain memimpin Rakorda, Karyanto juga memantau langsung harga dan pasokan bapok di Pasar Flamboyan dan Pasar Mawar. Dalam tinjauan tersebut, diketahui harga bapok relatif stabil dan secara umum harga-harga komoditas dijual sesuai ketentuan HET, bahkan lebih rendah. 

Harga beras medium dijual di kisaran Rp.9.800-9.950/kg dan beras premium Rp.12.000–13.300/kg, dan gula pasir Rp.11.500–12.000/kg. 

Sementara itu, minyak goreng kemasan dijual dengan harga Rp.12.000/kg, daging sapi Rp.125.000/kg, bawang merah Rp.28.000–34.000/kg, dan bawang putih Rp.18.000–25.000/kg.

Karyanto juga menyempatkan diri mengunjungi ritel Hypermart. Harga-harga di tingkat ritel terpantau stabil dan secara umum telah mengikuti ketentuan HET, seperti beras premium dengan harga Rp.13.300/kg dan gula pasir Rp12.500/kg.

Karyanto juga meninjau Gudang Bulog Divisi Regional Kalimantan Barat di Wajo. Dari hasil tinjauan ke gudang BULOG, diketahui pasokan beras BULOG cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga tiga bulan ke depan. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar Anda

Berita Terkini