Polres Tapsel Reka Ulang Kasus Dugaan Penganiayaan dan Pengrusakan

Harian 9 author photo
Salah seorang tersangka (DPO) yang diperankan oleh pemeran pengganti sedang memperagakan cara pengrusakan portal pada rekontruksi (reka ulang) kasus dugaan penganiayaan pekerja dan pengrusakan portal PT Bona Hutaraja di halaman Mapolres Tapsel.(Foto: Ist)

TAPSEL| HARIAN9
Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) menggelar rekontruksi (reka ulang) kasus dugaan penganiayaan pekerja dan pengrusakan portal PT Bona Hutaraja oleh kelompok salah satu organisasi masyarakat (ormas) yang terjadi di Kecamatan Muara Batangtoru, Kabupaten Tapsel, berlangsung di halaman Mapolres Tapsel, Selasa (8/5), sekira pukul 10.00 Wib.

Reka ulang yang menampilkan 15 adegan tersebut dipimpin Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa, S.Ik diwakili Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Tapsel, Iptu Zulkarnain Pohan, dihadiri Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejari Tapsel masing-masing Heri Sanjaya, SH dan Alfeus Samosir,SH.

Sementara tiga tersangka masing-masing, FS yang merupakan pimpinan salah satu ormas di Kota Padangsidimpuan, MS dan RAL didampingi Penasehat Hukum tersangka Ridwan Rangkuti SH MH, Dkk, serta menghadirkan para saksi masing-masing Rosnilawati Pulungan, Marna Wati Nasution, Hendrik Harahap, Zulkipli Harahap, Sawaluddin Hasibuan dan pemeran pengganti masing-masing Asnida Lubis (Saksi), Pajaruddin Siregar (DPO), Ahmad Dahri Matondang  (DPO), Tapen Dalimunthe (DPO) dan Ramlan Siregar (DPO)

Dalam adegan reka ulang tersebut FS terlihat berperan menghasut untuk membuka paksa portal usai berdebat dengan pengacara PT Bona Hutaraja Marwan Rangkuti, SH, dimana, FS mengklaim bahwa kebun sawit tersebut milik Dr Badjora Siregar yang telah dikuasakan kepada tersangka.

Mendengar hasutan untuk melakukan pembongkaran portal menukju kebun tersebut, tersangka MS dan RAL beserta puluhan anggota ormas yang hadir saat itu langsung bergerak ke arah portal dan melakukan pengrusakan dengan cara memukul gembok.

Ironisnya, disaat yang lain menggoyang portal tersebut, FS terlihat turut menggoyang-goyang  portal bersama puluha anggota ormas agar portal bisa lepas dan kenderaan milik tersangka bersama anggotanya bisa memasuku kebun sawit.

Namun para saksi pekerja kebun yang didominasi kaum ibu mencoba menghalangi dengan duduk di tengah jalan agar kenderaan milik tersangka bisa melintas dan masuk kebun. Namun para anggota ormas melakukan tindakan semena-mena dengan menyeret para saksi sehingga ada yang mengalami luka-luka.

Usai rekontruksi, Kasat Reskrim Polres Tapsel, AKP Ismawansa, SIK melalui Kanit Pidum Iptu Zulkarnain Pohan mengatakan, reka ulang tersebut berjalan lancar dan melibatkan semua unit di Polres Tapsel diantaranya Satuan Intelkam, Reskrim dan Sabhara.

“Rekontruksi ini kita lakukan guna menguak fakta yang sebenarnya sesuai Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap kasus dugaan penganiayaan dan pengrusakan yang terjadi areal PT Bona Hutaraja,“ ujar Zulkarnain.

Ia menambahkan, selain tersangka FS, tersangka MS dan RAL juga turut berperan sebagai pengrusak portal dan tindakan para tersangka telah melanggar Pasal 160 dan atau Pasal 170 (1) KUHP tentang tindak pidana Barang siapa di muka umum dengan lisan atau tulisan, mengasut supaya melakukan perbuatan pidana, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik ketentuan undang-undang, maupun perintah jabatan yang diberikan berdasarkan ketentuan undang-undang dan atau secara bersama sama melakukan kekerasan terhadap barang dan orang

“Walaupun rekontruksi sudah dilakukan, namun kami masih melakukan pengejaran terhadap para tersangka lainnya yang masuk dalam daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Tapsel dengan membentuk 3 tim agar seluruh BAP lengkap,“ tuturnya.  (Wan9)
                                                                                                



Komentar Anda

Berita Terkini