Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP

Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP
Caleg DPRD Kota Medan Dapil 1 No. 4

Rutan Cabang Gunungtua Langganan Banjir, Penghuninya Berpotensi Terserang Penyakit

Harian 9 author photo
Petugas dan tahanan Rutan Cabang Gunungtua mengadakan kebersihan untuk mengatasi air yang menggenangi sejumlah ruangan, Minggu (20/5).(Foto: Akhir S Rambe)


PALUTA| HARIAN9
Rumah tahanan (Rutan) cabang Gunungtua, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) sering mengalami banjir terutama di musim penghujan seperti saat ini. Hal ini disampaikan Kepala Rutan cabang Gunungtua Sangapta Surbhakti, Minggu (20/5).

Karena itu, Sangapta  Surbhakti kerahkan petugas beserta puluhan penghuni Rutan untuk gotong royong membersihkan saluran parit pembuangan air. 

Pasalnya, setiap hujan deras yang mengguyur kota Gunung tua, seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu, banjir di dalam Rumah Tahanan  ini hingga mencapai setinggi 15 cm atau setinggi diatas mata kaki orang dewasa.

Menurutnya, kondisi air yang menggenangi Rutan diperparah dengan posisi bangunan Rutan Gunungtua yang cukup rendah dan sudah jauh dibawah jalan raya Gunungtua-Padangsidimpuan serta berada di bawah bangunan yang ada disekitarnya. 

Akibatnya setiap turun hujan airnya bertahan dan menggenangi halaman dan seluruh akses ruangan di dalam Rutan tersebut.

"Setiap  hujan apalagi hujannya deras, airnya  bertahan di kawasan Rutan yang memiliki luas lahan 1 Ha ini, jadinya seperti kolamlah di sini. Kondisi lokasi Rutan ini juga bentuknya mirip seperti kuali,” ungkap Sangapta.

Namun demikian katanya, pihaknya tetap berusaha setiap waktu membersihkan parit dan kolam resapan air sedaya mampu mereka, serta berharap adanya perhatian pemerintah untuk megatasi keadaan Rutan yang sangat memprihatinkan tersebut.

Ketika ditanyai jumlah penghuni Rutan cabang Gunungtua saat ini dan maksimal kapasitasnya, Sangapta menyebutkan jumlah penghuni rutan Gunungtua saat ini sudah sangat penuh dan bahkan sudah over kapasitas.

"Bisa dikatakan over kapasitas, karena penghuninya saat ini berjumlah 140 orang tahanan sedangkan maksimal kapasitas penghuninya hanya untuk menampung 60 orang tahanan untuk menempati 13 akses kamar tahanan," jelasnya.

Dari keterangan salah satu penghuni rumah tahanan Gunungtua saat mengikuti kegiatan gotong royong, Minggu (201/5/2018) mengatakan hal itu  sudah sering terjadi dan sudah berlangsung bertahun-tahun, akibat volume arus air buangan dari Rutan menuju  ke saluran  parit buang jalan raya di depan rumah tahanan tidak bisa mengalir.

"Semenjak saya disini sekitar dua tahun lalu, banjir disini sudah jadi langganan, sedihnya ketika  hujan  tengah malam saat kami masih tidur lelap, tiba-tiba air sudah masuk ke kamar kami (kamar tahanan.red). Akhirnya kami harus bergegas menyelamatkan tikar dan barang-barang," ungkap salah satu penghuni rutan yang tidak mau disebutkan identitasnya ini.

Salah satu penggiat sosial kabupaten Paluta Ginda Nugraha Parlaungan Harahap juga berharap adanya perhatian dari kementerian Hukum dan HAM serta dari pihak Pemkab Paluta untuk menanggulangi dan mengatasi bencana di Rutan ini.

Sebab katanya, kondisi ini jika dibiarkan atau tidak ditanggulangi secepatnya dikhawatirkan dapat menyebabkan penyakit yang menjangkiti para tahanan yang ada di Rutan Gunungtua.

"Penghuni Rutankan juga manusia yang bisa sakit dan mereka juga adalah saudara kita yang butuh rasa keadilan,” pungkasnya. (kadek9)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini