9 Bulan Bertugas Lakukan PamTas RI-Malaysia, 77 Prajurit Kipan C Rajawali 123 Gunungtua Kembali Ke Markas

Harian 9 author photo
Komandan Kipan C Rajawali 123 Gunungtua Kapten (Inf) Mansyur Alam bersama prajurit lainnya melepas rindu kepada keluarga setelah kembali dari tugas melakukan Pamtas RI-Malaysia selama 9 bulan. (Foto: Akhir S Rambe)


PALUTA| HARIAN9
Tangis haru dan rasa kegembiraan mewarnai acara penyambutan 77 orang prajurit Kompi Senapan C Rajawali 123 Gunungtua yang kembali ke markas setelah lebih kurang 9 bulan bertugas mengamankan wilayah perbatasan RI-Malaysia di Kalimantan Barat, Sabtu (9/7).

Kepulangan para prajurit Ops Pamtas (penjaga keamanan perbatasan) tersebut disambut keluarga besar satuan TNI-AD dengan upacara penyambutan di Lapangan Kompi Senapan C Rajawali 123 Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta).

Upacara penyambutan turut dihadiri oleh ketua DPD AMPI Paluta Gusti Putra Hajoran Siregar, Ketua PAC IPK Padang Bolak Syahrul Fahmi Siregar, sekretaris PAC PP Padang Bolak Isya Harahap dan sejumlah undangan lainnya.

Dalam sambutan Pakor Wan Kipan C Rajawali 123 Letda (Inf) Justin Hutauruk mengucapkan selamat datang kepada seluruh prajurit yang kembali dalam keadaan sehat wal afiat dan bertemu dengan keluarganya.

Senada, ketua DPD AMPI Paluta Gusti Putra Hajoran Siregar yang diberikan kesempatan mewakili pemuda mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kembali kepada seluruh prajurit Kipan C Rajawali 123 Gunungtua yang tergabung dalam Satgas Operas Pamtas di Perbatasan NKRI dan Malaysia di Provinsi Kalimantan Barat yang telah menjalankan tugas selama lebih kurang 9 bulan. 

Katanya, tugas yang diembankan oleh negara merupakan tugas mulia dan berat, karena di wilayah perbatasan Kalimantan barat ditemukan banyak permasalahan yang sangat menonjol, terutama aktivitas berbagai kegiatan illegal seperti permasalahan perambahan hutan, tambang illegal, pelintas batas, human trafficking dan tindakan kriminal seperti penyelundupan Narkoba, dengan memanfaatkan berbagai celah yang ada di wilayah perbatasan.

“Alhamdulillah semua prajurit telah kembali dengan sehat. Selamat datang dan selamat bertugas kembali di markas Kompi 123 Gunung Tua,” ujarnya.

Komandan Kompi Senapan C Rajawali 123 Gunung Tua Kapten (Inf) Mansyur Alam mengatakan, ada sebanyak 350 orang personil TNI-AD yang tergabung dalam Satgas Ops Pamtas dari berbagai Kompi dari Kodam I/Bukit Barisan ikut melakukan pengamanan. Dan 77 orang prajurit berasal dari Kompi Senapan C 123 Gunung Tua yang dipimpin oleh dirinya bertugas tepat di wilayah sungai Kapuas.

Lanjutnya, selama bertugas 9 bulan melakukan pengamanan, dirinya bersama pasukan berhasil melakukan penggagalan aksi penyelundupan narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 2 kali dengan total berat narkoba yang diamankan sekitar 11,7 kilogram.

“Kita berhasil menggagalkan 2 kali penyelundupan narkoba jenis sabu. Kemudian berhasil mengamankan 87 pucuk senjata dari tangan masyarakat berupa pistol, granat dan puluhan bowmen yang diserahkan masyarakat secara sukarela,”  katanya.

Selain itu, pasukan Kipan C Rajawali 123 Gunungtua juga mendapat predikat baik selama bertugas serta diberikan penghargaan oleh masyarakat sekitar karena selama bertugas prajurit telah berhasil membawa hal yang positif bagi masyarakat.

Dia menambahkan, setelah seluruh prajurit kembali dengan sehat, personel yang tergabung dalam Satgas Operasi diharapkan dapat lebih disiplin, memiliki semangat pengabdian dan rela berkorban karena kewajiban sebagai prajurit tidak lain adalah melaksanakan tugas yang diembankan tersebut dengan penuh semangat, dedikasi, disiplin dan rasa tanggung jawab yang tinggi.

“Berbekal pengalaman purna tugas operasi ini, kepada prajurit  TNI-AD Kompi Senapan C 123 Gunung Tua jadikan sebagai motivasi untuk terus menempa diri menjadi prajurit profesional yang berdisiplin, karena hanya dengan profesionalisme yang ditopang oleh kedisiplinan, dedikasi dan kemampuan profesional yang tinggi, maka kehormatan sebagai prajurit yang selalu berhasil dalam setiap penugasan akan dapat diraih,” tegasnya.

Pada kesempatan ini ia juga berpesan agar semua prajurit dapat menyesuaikan diri dengan kondisi satuan dan lingkungan dengan tidak terlalu larut dalam kegembiraan yang berlebihan. 

Pantauan, isak tangis bahagia dan rasa kegembiraan mewarnai upacara penyambutan prajurit yang telah meninggalkan keluarganya selama 9 bulan untuk mengemban tugas mulia dari negara. (kadek9)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini