Produk Furnitur Indonesia Makin Diminati di Pasar Kanada

Harian 9 author photo


VANCOUVER| HARIAN9
Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver bekerja sama dengan Konsul Jenderal RI (KJRI) Toronto berpatisipasi dalam pameran Canadian Furniture Show pada 25–27 Mei 2018 di International Centre, Missisauga, Ontario, Toronto, Kanada. 

Pameran Canadian Furniture Show adalah pameran furnitur terbesar di Kanada yang memfasilitasi pemain kunci industri furnitur seperti manufaktur, ritel, desainer, importir, dan penyuplai di kawasan Amerika Utara.

"Keikutsertaan dalam pameran yang telah diselenggarakan lebih dari empat dekade ini bertujuan mempromosikan produk furnitur dan dekorasi rumah asal Indonesia di pasar Kanada. Selain itu kami juga manfaatkan untuk menjaring buyer,” ujar Kepala ITPC Vancouver Rafika Arfani.

ITPC Vancouver dan KJRI Toronto menggandeng dua importir lokal diaspora Indonesia yaitu Komme International dan Casamia Home. Komme International yang berbasis di Missisauga, Ontario telah menjalankan bisnis ekspor produk furnitur asal Indonesia ke Kanada dan Amerika Serikat selama 20 tahun. 

Sedangkan Casamia Home bermarkas di Coquitlam, British Columbia, dan Bali memproduksi aneka produk dekorasi rumah.

Produk yang dipamerkan antara lain produk dekorasi rumah; lampu hias kulit kerang; vas keramik; vas bunga kaca terrarium (handblown glass/terrarium); hiasan kayu alami (driftwood); meja dan kursi akar kayu jati; kerajinan tanah liat (terracotta), aksesori kayu; serta meja makan dan meja teh yang terbuat dari fosil kayu (petrified wood).

Pada tahun 2017, ekspor produk furnitur Indonesia ke Kanada khususnya untuk perabotan furnitur lainnya HS 940360 sebesar USD.14 juta. 

Sementara itu selama bulan Januari–Maret 2018, ekspor produk tersebut ke Kanada sejumlah USD.3,42 juta atau meningkat 7,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Negara lainnya yang ikut berpartisipasi antara lain China, Ukraina, Portugis, Italia, Singapura, dan Kanada. Pameran seluas 31.160 m² ini diramaikan oleh 250 ekshibitor dengan jumlah pengunjung mencapai 7000 orang selama tiga hari. 

"Tahun ini merupakan ketiga kalinya Indonesia berpartisipasi dalam Canadian Furniture Show sejak 2016. Promosi melalui pameran ini dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan," kata Rafika.

Dijelaskannya, Paviliun Indonesia berhasil menyedot perhatian dan menarik minat pengunjung karena penampilan produk yang dipamerkan dibuat dengan sentuhan minimalis dan elegan. Selain itu lokasinya sama dengan tahun sebelumnya yang cukup strategis seluas 110 m². 

"Hal ini guna memudahkan pelanggan lama menemukan booth Indonesia sekaligus menjaring pembeli baru," imbuhnya.

Selama pameran, ITPC Vancouver juga turut mempromosikan Trade Expo Indonesia ke-33 Tahun 2018 yang akan diselenggarakan pada 24–28 Oktober 2018 di ICE BSD, Tangerang, Banten. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 

Komentar Anda

Berita Terkini