Aliran Pintu Klep Mati Tak Berfungsi Dampak dari Bangunan Cafe Pondok Santai

Harian 9 author photo
(Foto: Hermansyah)

LANGKAT| HARIAN9
Daerah Kota kecamatan Tanjungpura memang terkenal wilayah rawan banjir, bisa dikatakan sudah menjadi langganan tempat curah dan genangan air yang merendam halaman atau lokasi tempat naungan rumah-rumah penduduknya.

Semestinya untuk menjaga keseimbangan prasarana dan sarana drainase khususnya perkotaan yang telah ada, Kegiatan dan kesadaran masyarakat semestinya wajib melakukan pemeliharaan terhadap aliran pintu klep, Agar wadah tersebut dapat terus berfungsi untuk mengaliri air permukaan dari genangan sehingga tidak menimbulkan dampak negatif.

Keresahan dan ketakutan yang menghantui warga masyarakat akan bencana yang akan melanda kampung halaman mereka dengan datangnya luapan air sungai tiba-tiba membanjiri lingkungan kota pekan tanjungpura kecamatan Tanjungpura, dugaan semenjak berdirinya bangunan Cafe pondok santai dipinggir bibir tepi sungai batang serangan ini, Yang berdampak petaka bagi masyarakat banyak khususnya warga kota tersebut, Disebabkan bangunan Cafe milik pengusaha tersebut menutupi aliran drainase sebagai jalannya keluar masuk air melalui pintu klep tepatnya saluran pembuangan yang mengarah kemuara sungai.

"Masalahnya bangunan pintu klep tersebut,bantuan antisipasi Pemerintah untuk mencegah sebagai dinding penahan naungan atau limpahan debit air kala sungai meluap dengan arus deras dari bencana banjir," bebernya Hasan tokoh masyarakat setempat kepada kru media ini, Minggu (8/7).

Pantauan wartawan kondisi parit aliran drainase yang di pasang pintu klep dibenteng lingkungan X pekan Tanjungpura, Tepatnya didepan dan dibawah bangunan Cafe, Terlihat seperti memang sengaja ditutup oleh pihak pemilik usaha untuk merenovasi tempat dan memperbesar lokasi usahanya.

Pengusaha pemilik Cafe yang mendirikan lokasi tempat persinggahan untuk mengundang para pengunjung datang yang ingin menikmati makan minum ala pesisir serta dilengkapi berapa ruangan VIP buat karaoke sambil melihat pemandangan ditepi sungai batang serangan kecamatan Tanjungpura kabupaten Langkat.

Hanya memikirkan mencari keuntungan pribadinya saja, Tidak berfikir akan dari perbuatannya berdampak bencana besar.

"Menutup  dan mematikan aliran drainase sebagai tanggul pertahanan normalisasi pintu klep jantung kota dikala air naik dari sungai Batang Serangan mau mengenangi daerah perkotaan Tanjungpura," katanya.

Kini seluruh jalan untuk mengaliri air yang menuju ke Muara sungai sudah tertutup,sisa dari galian tanah korekan pembuatan tiang pondasi bangunan Cafe dan tumpukan buangan sampah makanan yang sekarang mengenangi hingga membuat tersumbat aliran drainase seperti tidak berfungsi.

Pemilik Cafe hanya memikirkan keuntungan saja, Tidak berfikir akibat dari perbuatannya menutup jalan aliran drainase dapat menimbulkan bencana banjir besar merugikan masyarakat banyak hingga bisa memakan korban. (HS9)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar Anda

Berita Terkini