Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP

Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP
Caleg DPRD Kota Medan Dapil 1 No. 4

KDEI Taipei Resmikan Shelter Baru

Harian 9 author photo
(Foto: kemendag)


KAOHSIUNG| HARIAN9
Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei membuka shelter baru di Kota Kaohsiung, Taiwan, pada Minggu 8 Juli 2018. 

Shelter Kaohsiung yang berada di Selatan Taiwan ini menjadi perwujudan upaya KDEI Taipei meningkatkan pelayanan publik bagi warga negara Indonesia (WNI) dan para pekerja migran Indonesia (PMI) yang berada di Taiwan, khususnya dalam hal perlindungan.

“Shelter baru ini diharapkan menjadi rumah pelindungan baru yang dapat menjangkau wilayah selatan Taiwan dan sekitarnya. Selain sebagai pusat pelayanan pelindungan, shelter juga dapat berperan sebagai pusat kegiatan pemberdayaan WNI dan PMI di Taiwan, tempat sosialisasi, pusat pelatihan, maupun tempat kegiatan positif lainnya,” ujar Kepala KDEI Taipei, Robert James Bintaryo dalam sambutannya saat acara pembukaan, Minggu (8/7).

Pada acara pembukaan tersebut, Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan RI Karyanto Suprih meresmikan shelter di Kaohsiung bersama Kepala KDEI Robert. 

Selain itu, hadir perwakilan para pemangku kepentingan terkait antara lain dari Biro Urusan Tenaga Kerja Kaohsiung, Badan Imigrasi Nasional Kaohsiung, Polisi Distrik Chianzhen, tokoh masyarakat dan warga Taiwan, serta WNI dan PMI di sekitar Kaohsiung.

Shelter baru di Kaohsiung menggenapkan jumlah shelter KDEI Taipei menjadi empat buah. Shelter KDEI Taipei lainnya berada di Taoyuan, Chungli, dan Taichung, Taiwan.

Shelter keempat KDEI Taipei ini memiliki daya tampung maksimal 18 orang, diketuai oleh Staf Bidang Ketenagakerjaan KDEI Taipei Andy Immanuel. Lokasinya tergolong strategis di pusat kota Kaohsiung, dengan alamat 高雄市前鎮區翠亨北路438號 atau No. 438, Cuiheng N.Rd., Qianzhen Dist., Kaohsiung City, nomor telpon 07-8415022 dan fax 07-8415422.

“Eksistensi shelter baru ini akan memudahkan koordinasi dan sinergi KDEI Taipei dengan mitra kerjanya di bidang ketenagakerjaan di Kaohsiung, seperti dengan pemerintah kota, biro tenaga kerja, badan imigrasi, kepolisian, dan pihak-pihak terkait lainnya,” kata Robert.

Robert juga menyampaikan, peranan shelter KDEI Taipei sangat membantu perlindungan dan proses penanganan permasalahan WNI dan PMI di Taiwan. 

Beberapa permasalahan yang diselesaikan antara lain penanganan perdagangan manusia, kekerasan seksual, penganiayaan, dan pendampingan kasus hukum.

Sekjen Karyanto mengapresiasi pemerintah Kaohsiung dan pihak-pihak yang telah mendukung pendirian shelter baru KDEI Taipei ini. Menurut Karyanto, shelter KDEI Taipei tidak hanya berperan melindungi WNI dan PMI saja, tetapi juga melindungi kepentingan Indonesia dan Taiwan.

Karyanto turut berpesan kepada WNI dan PMI yang hadir agar tetap menjaga ketertiban, mematuhi peraturan dan tata tertib daerah setempat, dan tidak melanggar hukum. 

“Silakan datang ke sini dan berkonsultasi bila ada masalah, tempat ini khusus untuk memberikan perlindungan kepada WNI dan PMI,” kata Karyanto.

Kaohsiung merupakan kota terbesar kedua di Taiwan. Kementerian Tenaga Kerja Taiwan mencatat ada 22.291 PMI di kota ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.463 orang bekerja di sektor formal dan 15.828 orang bekerja di sektor informal. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar



Komentar Anda

Berita Terkini