Mendag: Harga Barang Kebutuhan Pokok Terkendali Dua Tahun Terakhir

Harian 9 author photo


MEDAN| HARIAN9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyampaikan bahwa Pemerintah berhasil menjaga stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) selama dua tahun terakhir. 

Hal ini disampaikan saat menghadiri acara Dialog Nasional 14 ‘Indonesia Maju’ bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi hari ini, Kamis (5/7) di Medan International Convention Center, Medan, Sumatra Utara. 

Dialog Nasional 14 ‘Indonesia Maju’ dihadiri lebih dari 3000 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, asosiasi profesi, sektor swasta, hingga masyarakat umum.

"Harga bapok menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) biasanya naik dan menyebabkan tingginya inflasi. Namun, Pemerintah telah berhasil menjaga stabilitas bapok dalam dua tahun ini. Bahkan, inflasi puasa tahun ini menjadi yang terendah dalam lima tahun terakhir,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan ini dicapai atas sinergi Kementerian Perdagangan dengan kementerian/lembaga terkait lainnya, serta satgas pangan dan Kepolisian RI di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Dalam dialog tersebut, Mendag juga melakukan dialog interaktif dengan para peserta. Mendag menghampiri ibu-ibu yang memiliki usaha berdagang pecel, sayur, dan kerang. 

Peserta tersebut ada yang mendapat bantuan berupa tenda, kotak pendingin, atau gerobak. Selain itu, juga kepada dua orang mahasiswa yang terjun ke dunia usaha diberikan pinjaman sebagai tambahan modal usaha.

Sementara di sektor perdagangan luar negeri, Mendag menyampaikan untuk dapat bersaing dengan negara lain, kita harus membuka diri agar bisa meningkatkan ekspor. 

Saat ini, Kementerian Perdagangan tengah gencar melakukan perjanjian perdagangan dengan negara lain, terutama negara-negara nontradisional untuk membuka akses pasar ekspor Indonesia lebih luas lagi.

"Orientasi ekspor saat ini yaitu produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM). Kita harus berupaya agar negara kita tidak dibanjiri produk-produk asing. Sebaliknya produk-produk dalam negeri menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan kita bangga untuk menggunakannya," tandasnya.

Dialog Nasional digelar sebagai sarana agar Pemerintah dapat menyampaikan keberhasilan kepada masyarakat luas atas upaya-upaya yang dilakukan selama ini. Selain itu, juga agar Pemerintah dapat bersinergi untuk mewujudkan capaian berikutnya.

Kuliah Umum di Universitas Prima

Usai menjadi pembicara pada Dialog Nasional 14 Indonesia Maju, pada hari yang sama Mendag memberikan kuliah umum di Universitas Prima. Kuliah umum ini mengangkat tema "Kebijakan Pemerintah terkait Perdagangan Dalam Negeri dan Luar Negeri".

Pada kuliah umum ini, Enggar menekankan pentingnya peningkatan daya saing dan perjanjian kerja sama perdagangan dengan negara-negara lain untuk meningkatkan ekspor. 

"Kita hidup di dunia global yang terbuka sehingga harus lebih adaptif. Kalau tidak ikut perjanjian, maka ekspor akan tertinggal," jelasnya.

Selain itu, Mendag juga mendorong para mahasiswa agar menjadi tenaga-tenaga terampil sehingga bisa memenuhi kebutuhan tenaga profesional di luar negeri. 

“Kita harus mampu mengirim tenaga kerja yang lebih terdidik,” imbuhnya.

Tak lupa, Mendag juga berpesan kepada para mahasiswa untuk senantiasa menjaga nama baik almamater. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar
Komentar Anda

Berita Terkini