Rakyat dan TNI Berperang Lawan Tikus

Harian 9 author photo
Anggota TNI dari Kodim 0212/TS bersama masyarakat, beramai-ramai berburu tikus dalam aksi gropyokan memberantas hama tikus di areal persawahan di 7 Desa di Kecamatan Batang Agkola Kabupaten Tapsel, Kamis (26/7). (Foto : Riswandy)




TAPSEL| HARIAN9
Ratusan ekor tikus berhasil ditangkap dan dikumpulkan dalam aksi pengendalian hama tikus (gropyokan) di areal persawahan di  7 desa di Kecamatan Batang Angkola Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) yakni Desa Pangaribuan, Desa Tatengger, Desa Aek Nauli, Desa Pargubangan Desa Sorimanaon, Desa Muara Purba Nauli dan Desa Aek Gunung, yang di mulai sekira pukul 09.00 Wib, Kamis (26/7/2018).

Aksi gropyokan yang dipusatkan di Desa Aek Nauli, dilakukan prajurit TNI dari Komando Distril Militer (Kodim) 0212/Tapanuli Selatan melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) pada Komando Rayon Militer (Koramil) 11 / Batang Angkola bersama sama, jajaran Dinas Pertanian Tapsel, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), personil Polres Tapsel melalui Bintara Pembinanaan dan Keamanan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) pada Polsek Batang Angkola, mahasiswa dan masyarakat petani di 7 Desa.

Gropyokan tikus dilakukan dengan beberapa cara, yang salah satunya dengan menggali lubang tikus, kemudian menggebuk tikus saat keluar dari lubangnya, selain itu dengan cara mengisi lubang-lubang tikus dengan air kemudian tikus yang keluar dari lubang langsung dipukul dengan kayu serta denga cara menggunakan racun tikus.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, para petani diberikan sosialisasi bagaimana cara berburu tikus dengan menggunakan pentungan dan secara sporadis, para petani turun dari sawah yang satu ke sawah yang lainnya. Karena jika ancaman serangan tikus tidak segera kita diatasi, akan menjadi ancaman di masa tanam hingga menyebabkan gagal panen.

Dandim 0212/TS Letkol Arm Azhari, SIP melalui Pasi Teritorial Kodim 0212/TS Kapten Inf Tengger Harahap mengatakan, aksi gropyokan dilakukan untuk menyelamatkan areal pertanian di Kecamatan Batang Angkola dari ancaman serangan tikus.

“ Disamping mensukseskan program ketahanan pangan nasional serta kemanunggalan TNI dengan rakyat, kegiatan gropyokan ini juga secara tidak langsung menumbuhkan semangat gotong royong antara TNI dengan masyarakat petani dalam mengatasi hama tikus di sawah mereka, “ terang Kapten Inf Tengger Harahap.

Menurutnya, aksi ini juga untuk membantu para petani menekan serangan hama tikus yang membuat rusaknya tanaman padi. Sebab jika dibiarkan, populasi musuh utama petani itu bakal terus bertambah, sehingga dapat menyebabkan terganggunya ketahanan pangan.

“ Ini bagian dari operasi militer. Selain perang, tugas TNI AD di daerah juga membantu masyarakat yang salah satunya membantu para petani, sekaligus menindak lanjut dari nota kesepahaman (memorandum of understanding) antara Menteri Pertanian dan Panglima TNI tentang kerja sama dan program pembangunan pertanian untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional, “ tuturnya.

Dikatakannya kegiatan ini juga dilakukan secara berkesinambungan dan serentak di seluruh wilayah Teritorial Kodim 0212/TS dalam rangka membangun kebersamaan, sekaligis mendukung kegiatan pangan di wilayah Kabupaten Tapsel.

“ Mudah-mudahan saja kegiatan ini dapat membuahkan hasil yang maksimal, sehingga gangguan hama tikus dapat berkurang dan hasil panen meningkat untuk menunjang program ketahanan pangan yang telah dicanangkan pemerintah  kabupaten Tapsel dan dapat membantu para petani yang selama ini mengeluhkan adanya hama tikus yang kerap merusak tanaman padi, “ imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Aek Nauli Kecamatan Batang Angkola Eddy Aryanto Hasibuan SH selaku panitia kegiatan bersama Kapolsek Batang Angkola diwakili Iptu Titus, Danramil 11/ BT diwakili Serka Rusman, Kadis Pertanian Tapsel diwakili Kabid Penangulangan Hama Fauzi dan KCD BPP Erwin mengapresiasi kegiatan perburuan hama tikus di lahan persawahan di wilayah Batang Angkola ini.

Dikatakannya, selama satu hari dulakukan perburuan, jumlah tikus yang berhasil ditangkap di empat Desa sebanyak 1038 ekor terdiri dari, Desa Pangaribuan sebanyak 515 ekor, Desa Aek Nauli 159 ekor, Desa Tatengger hasil 207 ekor dari  Desa Aek Gunung  sebanyak 155 ekor.

“ Untuk lebih membuat semangat dan memotivasi serta sebahai pengganti uang lelah selama warga melakukan perburuan hama tikus, khusus di Desa Aek Nauli, pihak Desa melakukan barter dan membayar setiap satu ekor tikus dengan harga Rp.1000.-, “ terang Eddy

Terpisah, Kadis Pertanian Tapsel Ir. H Bismark Muaratua Siregar melalui Kabid Penangulangan Hama Fauzi mengatakan kegiatan yang dilakukan TNI bersama masyarakat ini sangat positif, yang salah satu tujuannya menyukseskan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah. Selain itu juga untuk membantu para petani yang selama ini mengeluhkan adanya hama tikus yang kerap merusak tanaman padi.

Disamping itu juga, tikus merupakan binatang yang cerdik dan perkembangbiakannya sangat cepat. Jika dibiarkan, bisa menyebabkan puso atau gagal panen, bahkan ancaman gagal panen dipastikan akan membuat para petani mengalami kerugian. Untuk itu, dengan gropyokan ini dianggap ampuh untuk mengusir hama tikus yang meresahkan petani.

“ Alhamdulillah, TNI ikut berupaya membantu para petani menyelamatkan tanaman mereka dari ancaman hama, salah satunya melalui kegiatan gropyokan Hama tikus merupakan salah satu musuh utama para petani, “ ungkap Fauzi.  (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini