Seribuan Warga Muhammadiyah Gelar Aksi Damai 17 7 ke Polres Belawan

Harian 9 author photo
 
Ketua PC Muhammadiyah Medan Marelan Basrul Lubis dan Pimpinan Aksi Buya Rafdinal Wkl saat diwawancarai  wartawan dalam suasana aksi berlangsung (Foto: dok)


MEDAN| HARIAN9
Merasa dikecewakan diperlakukan tidak adil, sekira seribuan warga Muhammadiyah se Kota Medan menggelar Aksi Damai 17 7, ke Mapolres Belawan. Selasa, (17/7/2018). Warga Muhammadiyah menuntut keadilan polisi dan pemerintah dan mengutuk perbuatan biadab yang oknum masyarakat yang melakukan pengerusakan dengan melempari Mesjid  Taqwa Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan, saat jamaah melakukan pengajian.

"Bukan itu saja perbuatan biadab sekelompok orang itu, mereka melakukan tekanan melarang jamaah mengaji, bahkan menyegel masjid dan melarang jamaah mesjid untuk shalat jumat. Maka kami minta Kapolres dengan jajaran kepolisian Belawan untu menangkap pelaku pengrusakan Mesjid Taqwa tersebut," Tegas Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Medan Marelan Basrul Lubis saat aksi akan berlangsung.     

Informasi dilapangan menyebutkan, aksi dimulai pukul 11.00 siang dari depan  Masjid Taqwa Belawan. Aksi bergerak meluncur dari Mesjid Taqwa Belawan menuju Polresta Belawan di Pimpin Oleh Wakil Ketua PD Muhammadiyah Kota Medan Ustadz Buya Rafdinal, S.Sos, MAP  dan  Eka Putra Zakran, SH.,MH sebagai Kordinator Aksi. 

Di Mapolres Belawan, Buya Rafdinal memulai orasinya dengan takbir Allahu Akbar, hidup Muhammadiyah, pekikan menggema. 

Diingatkannya kepada jajaran kepolisian, sesunggguhnya Muhammadiyah ini lahir jauh sebelum negara RI lahir. Proklamator kemerdekaan RI Bung Karno itu adalah kader Muhammadiyah, bahkan Jenazahnya dikafani dengan bendera Muhammadiyah

"Diminta kepada Kapolres Belawan dan jajarannya pengrusakan mesjid Taqwa terjun adalah persoalan sensitif, apalagi sampai menyegel mesjid dan melarang orang untuk melaksanakan Ibadah shalat Jumat, ini perbuatan yang tidak layak ditolerir siapun dia, ini merupakan suatu sikap ketidakadilan. Maka dituntut sikap profesionalisne kepolisian untuk menindak oknum yang melakukan kriminalisasi itu," ucapnya. 

Ditegaskannya, Muhammaduyah taat hukum, tapi bila dizalimi, dituduh menyampaikan ajaran sesat,  maka Muhammadiyah akan bangkit bila dinjak2 hak2 hidupnya. 
Ketua Hizbul Wathatan Kota Medan Yuswardi Yusuf  mengingatkan, warga Muhammadiyah yang baik2 ini dan taat hukum ini , jangan coba diusik dan dizalimi. Sebab bila polisi Belawan tidak menggubris merespon persoalan dan aksi ini, maka Muhammadiyah Akan mengadakan aksi lebih besar dari jumlah sekarang. (dok)


Tokoh yang menyampaikan orasi berikutnya, Ketua Hizbul Wathatan Kota Medan Yuswardi Yusuf  mengingatkan, warga Muhammadiyah yang baik2 ini dan taat hukum ini , jangan coba diusik dan dizalimi. Sebab bila polisi Belawan tidak menggubris merespon persoalan dan aksi ini, maka Muhammadiyah Akan mengadakan aksi lebih besar dari jumlah sekarang. 

"Jika sampai Jumat tidak diproses hukum tuntutan ini, maka sedikitnya lima ribuan warga Muhammadiyah akan melakukan aksi ke Poldasu demi menuntut keadilan dan berbuatan dzalim yang dilakukan terhadap warga Muhammadiyah di Desa Terjun  Medan Marelan. 

Menurut Basrul Lubis, Aksi 177 bela Marwah Muhammadiyah sudah berjalan dengan baik, aspirasi sudah di sampaikan yaitu : Tangkap Pelaku Perusakan Masjid, Pelemparan Masjid saat warga Muhammadiyah mengadakan pengajian.  Polisi berjanji paling lama 3 x  24 jam di tangkap. Perwakilan Muhammadiyah menolak urung untuk tidak mengadakan aksi ke Polda sebelum pelaku yg sdh di laporkan ke Polres belum di Tangkap. Kita tunggu 2 x 24 jam, klo tidak tertangkap kita adakan aksi yg lebih besar lagi massa nya ke Poldasu pada hari Jumat, 20-7-2018 dengan nama AKSI 207. Satukan kekuatan kita Aksi lagi luangkan waktu Bpk/Ibu/Sdr/i. "" siapa yg membela agama Allah Dia akan memudahkan urusan hambaNya". Tks segala bantuan dan kebersamaannya. Wassalam. PCM Medan Marelan. (uni)



Komentar Anda

Berita Terkini