Dinkes Paluta Tetap Lanjutkan Program Imunisasi Vaksin MR Bagi Yang Bersedia

Harian 9 author photo


PALUTA| HARIAN9
Pelaksanaan program imunisasi vaksin Meases Rubella (MR) kepada anak-anak di kabupayen Padang Lawas Utara (Paluta) tetap berlanjut pasca keluarnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang status sertifikasi label halal atas vaksin MR tersebut.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Paluta dr Sri Prihatin melalui Kabid Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Rudi Perdana Ismail Batubara SKM kepada wartawan, Selasa (7/8/2018).

"Kita tetap melaksanakan program pemberian vaksin MR ini, namun mengingat daerah kita mayoritas muslim kita tidak memaksa dan akan tetap berkoordinasi untuk meminta persetujuan  orang tua anak atau pihak keluarga anak saat memberikan vaksin MR dilapangan,” jelas Rudi.

Katanya, sesuai dengan arahan dari Kementerian Kesehatan RI, program imunisasi Vaksin MR secara massal di agendakan selama 2 bulan yakni mulai dari awal bulan Agustus hingga akhir bulan September 2018 mendatang di seluruh kabupaten/kota di indonesia termasuk di kabupaten Paluta sasarannya adalah anak-anak dari usia 9 bulan sampai 15 tahun.

Ia juga mengatakan banyak negara yang telah menggunakan vaksin MR tersebut, hanya saja di Indonesia belum memiliki sertifikasi label halal dari MUI, dan katanya untuk sertifikasi label halal dari MUI  masih sedang dalam proses.
“Ada memang sejumlah sekolah dan orangtua yang menolak anak-anaknya untuk di vaksin. Kita tidak memaksakannya,” ujarnya.

Untuk antisipasi awal penyakit Rubela, Rudi menghimbau agar masyarakat Paluta segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit terdekat apa bila menemukan gejala gejala mencurigakan penyakit  campak pada anak.
Kemudian, untuk pencegahan dini penyakit Rubella, ia juga menghimbau agar para orang tua menjaga pola hidup sehat anak dan terutama diwaktu pagi agar anak sarapan pagi.

"Ciri utama campak Rubella antara lain demam tinggi, bercak-bercak merah pada kulit  disertai batuk dan pilek serta mata memerah. Dan hingga saat ini kita belum menerima laporan terkait adanya yang terdeteksi penyakit Rubella,” jelasnya.

Sementara itu Ketua MUI Paluta H Mukti Ali Siregar saat dimintai tanggapannya mengatakan bahwa MUI Paluta belum menerima arahan resmi atau himbauan resmi dari pengurus MUI pusat terkait pelaksanaan Imunisasi Vaksin MR. Meski begitu, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dan pembahasan terkait pelaksanaan program vaksin MR ini.

“Setelah pemberangkatan jemaah haji Paluta, Insya Allah seluruh pengurus MUI Paluta akan menggelar rapat membahas Vaksin MR,” ungkapnya.(dek9)

Kabid P2PL Rudi Perdana Ismail Batubara SKm menunjukkan pamflet buku panduan program pemberian vaksin MR (Foto: Akhir S Rambe)
Komentar Anda

Berita Terkini