Polres Nias Selatan Ungkap dan Bekuk Pelaku Pembunuhan

Harian 9 author photo
Dalam hitungan jam, Tim Gabungan Reskrim Polres Nias Selatan (Nisel) bersama Polsek Lolowau berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan. (Foto: Joko Hendro)

NISEL| HARIAN9
Petugas Gabungan Polres Nias Selatan dan Polsek Lolowau Kamis (9/8/2018) pagi berhasil membekuk seorang pelaku pembunuhan di Desa Sifaorasi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan.  Tersangka ditangkap petugas gabungan beberapa jam setelah kejadian, saat bersembunyi di Perkebunan Karet Desa Sifaorasi. 

Informasi yang dihimpun, pembunuhan tersebut terjadi pada, Rabu (8/8/2018) malam di Desa Sifaorasi Kecamatan Huruna Kabupaten Nias Selatan. Saat itu pelaku, Aprianus Halawa alias Ama Rido (35) diundang datang ke rumah korban oleh istri korban yang bernama, Betaria Zalukhu alias Ina Niwa. 

Sementara korban berada didalam kamar, sengaja untuk mendengarkan pembicaraan istrinya dengan pelaku yang diisukan sering bermain mata dan menunjukkan kemaluannya kepada istri nya. 

Ina Niwa menanyakan kepada pelaku, kenapa selama ini pelaku kerap bermain mata dan menunjukkan kemaluannya kepada istrinya. Namun pelaku tidak mengakui tuduhan yang dilontarkan oleh Ina Niwa.

Setelah beberapa menit mendengar percakapan tersebut, korban keluar dari dalam kamar dan kemudian menyuruh pelaku untuk mengakui semua tuduhan istrinya, namun pelaku tetap bersikeras tidak pernah melakukan perbuatan tersebut. 

Pelaku kemudian pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 3 meter dari rumah korban sambil berteriak memaki-maki korban. Mendengar dirinya dimaki-maki, korban kemudian mendatangi rumah pelaku untuk menanyakan kenapa pelaku memaki-maki dirinya.

Namun saat itu pintu rumah pelaku tertutup dan dalam keadaan terkunci, sehingga korban kembali pulang ke rumahnya. Namun saat korban akan pulang, pelaku membuka jendela rumah bagian depan dan membacok korban di bagian bahu sebelah kiri. 

Istri korban, Betaria Zalukhu alias Ina Niwa melihat kejadian tersebut dan langsung memberikan pertolongan serta membawa pulang suaminya yang terkena sabetan senjata tajam. Saat itu pelaku juga sempat mengancam akan membacok mereka semua. 

Setibanya dirumah, istri korban kemudian pergi ke Puskesmas memanggil tenaga medis untuk mengobati luka bacok yang dialami suaminya. Setelah mendapat perawatan medis, korban kemudian keluar rumah dan duduk di jalan raya bersama anak nya yang bernama Sadarniwati Halawa alias Niwa. 

Tiba-tiba pelaku datang dan langsung menbacok korban dibagian leher sebelah kiri. Korban seketika roboh bersimbah darah di jalan raya, sementara anaknya berteriak-teriak minta pertolongan warga. 

Usai membacok korban, pelaku kemudian melarikan diri. Istri korban bersama warga sekitar mencoba memberikan pertolongan, namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan kepada Polsek Lolowau Polres Nias Selatan. 

Kapolres Nias Selatan AKBP Faisal F. Napitupulu, SH, SIK, MH, mengatakan, pihaknya mendapat informasi kejadian tersebut langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian.

“Anggota langsung kita turunkan untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memintai keterangan sejumlah saksi mata. Setelah meminta keterangan dari istri korban dan sejumlah warga, kita dapat nama pelaku. Tim langsung melakukan penggeledahan dirumah pelaku, namun yang bersangkutan sudah melarikan diri,” ujar Faisal. 

Petugas terus melakukan penyisiran di Desa Sifaorasi Kecamatan Huruna hingga pagi hari. “Kerja keras Tim membuahkan hasil, dalam beberapa jam pelaku ditemukan sedang bersembunyi di areal Perkebunan Karet di Desa Sifaorasi Kecamatan Huruna. 

Saat diamankan, pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatan nya. Kita juga menyita barang bukti senjata tajam jenis parang yang digunakan oleh pelaku  untuk membacok korban,” papar mantan Kasubdit III/ Jahtanras Polda Sumut tersebut.

Jadi untuk sementara, motif pembunuhan ini karena pelaku sakit hati dan tidak terima dituduh sering bermain mata dan menunjukkan kemaluannya kepada istri korban. Pelaku semakin tidak terima saat disuruh mengakui semua perbuatannya dirumah korban. 

Kasus ini masih kita dalami, pelaku masih diperiksa secara intensif di Polres Nias Selatan, sambil meminta keterangan sejumlah saksi mata,” ungkap Pamen Polri yang pernah menjabat Kapolsek Medan Helvetia, Sunggal dan Kasat Intelkam Polrestabes Medan.

"Kami himbau kepada masyarakat agar tidak melakukan tindak pidana yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri dan keluarga. Jika ada permasalahan, sebaiknya dibicarakan dan diselesaikan baik-baik secara kekeluargaan, agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” pungkas Alumni Akpol Semarang Tahun 1999. (HJ9)

Komentar Anda

Berita Terkini