Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP

Buya Rafdinal,S.Sos.,MAP
Caleg DPRD Kota Medan Dapil 1 No. 4

RS Pirngadi Rawat Adelina PRT Asal NTT Yang Disiksa Majikan

Harian 9 author photo
Adelin Ebabu PRT Korban yang disiksa oleh majikan saat ini di rawat di RS Pirngadi Medan (Foto: Jaenal)


MEDAN| HARIAN9
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Pirngadi Medan saat ini sedang merawat seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Adelina Ebabu (31) sejak Jumat, 10 Agustus 2018.

Adelina mengaku disiksa majikan dengan cara dibanting, ditusuk pakai kayu, dan ditumbuk di bagian tubuhnya. "Saya bekerja di rumah majikan ini melalui teman dengan alasan ada kerjaan di Medan. Kalau kamu mau cari kerja di Medan dengan gaji Rp1 juta per bulan. Tapi gaji itu tidak pernah saya dapatkan selama berkerja di sana," kata Adelina kepada wartawan saat ditemui ruang Observasi IGD RS Pirngadi Medan, Sabtu, (11/8/2018).

Adelina juga menambahkan bahawa telah bekerja dengan majikan yang bersuku batak ini sudah berjalan delapan bulan lamanya. "Majikan saya suami istri suku batak. Saya kerja di sana terus dibanting dan dilarang keluar rumah. Saya sudah tidak tahan lagi," jelasnya.

Ia berawal melarikan diri pada saat mau membersihkan halaman depan rumah, Kamis (9/8) pukul 08.00 WIB. 

"Saat itu saya melihat tembok di halaman depan rumah yang lebih rendah dari tembok lainnya dan memanjatnya terus lari tanpa melihat ke belakang," katanya sembari mengaku tidak mengetahui alamat rumah majikan tersebut.

Selain itu,Ia mengaku lari sekencang-kencangnya hingga akhirnya ketemu dengan warga sembari menanyakan ada yang tau pekerjaan untuk dirinya. 

"Boleh tolong saya carikan kerjaan. Mbak itu menanyakan, kamu mau makan, iya saya bilang. Habis itu dibungkusnya nasi dan saya jalan kembali tanpa tidak mengetahui nama daerahnya dibawa warga ke rumah kepala desa jam 3 sore. Setelah itu besok paginya, saya dijemput polwan,"ujarnya.

Terpisah, Kapolsek Pancurbatu Kompol Faidir Chaniago SH MH mengatakan Adelina kabur dari rumah majikannya karena tidak tahan disiksa. "Kasus ini sudah kita limpahkan ke PPA Polrestabes Medan," kata Faidir.

Ia ditemukan warga di pinggir jalan Desa Durin Tonggal, Dusun 4 Tebing Ganjang, Kecamatan Pancurbatu, dalam kondisi menyedihkan, Kamis (9/8) pukul 15.30 WIB.

Faidir mengatakan terdapat beberapa bekas kekerasan fisik pada tubuh Adelina. Salah satunya di bagian leher diduga bekas tusukan benda tajam. Namun, pihaknya belum mengetahui alamat rumah majikan Adelina.

"Saat itu korban masih trauma. Korban juga masih bingung dan tidak tahu apakah disiksa di rumah majikan atau penampungan. Karena rumah tempat korban bekerja sebagai PRT ramai orang. Korban hanya ingat penghuninya pakai bahasa Indonesia," imbuhnya.

Sehari setelah ditemukan, petugas Polsek Pancurbatu menjemput Adelina dari rumah warga dan dibawa ke Puskesmas untuk mendapat perawatan medis. "Korban mengaku berada di Medan sudah delapan bulan," ungkap perwira satu melati ini.

Disinggung soal kediaman majikan Adelina, Faidir menduga tidak berada di wilayah hukum Polsek Pancurbatu. Memang korban ditemukan di wilayah Polsek Pancurbatu. Tapi kemungkinan penyiksaan yang dialaminya bukan di sini. Kendati begitu, pihak Polsek Pancurbatu tetap menyelidiki penganiayaan yang dialami Adelina. "Akan terus kita selidiki," pungkas Faidir.(jae9)



Komentar Anda

Berita Terkini