Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Sejumlah Daerah di Sumut Tolak Pemberian Vaksin MR.

Harian 9 author photo
Sekretaris dan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi pembantu (PPID) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut  Ridesman, SH,M.Kes (Foto: Jaenal)




MEDAN| HARIAN9
Serentaknya pemberian vaksin Measles Rubella (MR)atau imunisasi pada anak yang diserukan mentri kesehatan  ditujukan untuk mendukung tumbuh kembang dan pencegahan terhadap suatu penyakit. Namun, bagaimana jika vaksin yang dituju masih belum diketahui kandungan apa yang terdapat di dalamnya. 

Hingga saat ini ramai diperbincangkan, yaitu vaksin MR atau Measles Rubella.  vaksin yang berasal dari India tersebut, diketahui masih belum memiliki informasi yang jelas. Mulai dari kandungan hingga kehalalannya.

Khusus di Sumatera Utara sendiri, banyak masyarakat yang merasa ragu untuk memberikan vaksin tersebut kepada anaknya, bahkan ada juga sebagian yang menolak. 

Sekretaris dan pejabat pengelola informasi dan dokumentasi pembantu (PPID) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut  Ridesman, SH,M.Kes mengatakan, masyarakat tersebut meminta untuk melakukan penundaan pemberian vaksin terhadap anak-anak yang dituju. 

"Di Sumut memang sudah ada di beberapa daerah yang menolak, dengan alasan kehalalan vaksin," ujar Ridesman mewakili Kepala Dinas Kesehatan Sumut Agustama, di Kantor Dinkes Sumut, Jalan Prof HM Yamin, Medan, Senin (6/8/2018).

Ditambahkannya, sikap dari Dinkes Sumut sendiri, belum bisa memberikan keputusan tentang pelaksanaannya. Ridesman mengungkapkan, keputusan mutlak ada pada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Namun, sesuai dengan kebijakan pusat yaitu Kemenkes dan MUI, ia mengatakan untuk saat ini memang dapat dilakukan penundaan. 

"Hasil terakhir pembicaraan ibu Kemenkes dengan MUI pusat memang dapat dilakukan penundaan kepada masyarakat yang menolak terkait kehalalan itu. Tapi bagi yang tidak menolak tetap dilanjutkan," tuturnya. 

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut juga belum bisa membuat arahan untuk menghentikan program skala nasional tersebut. Sekretaris Umum MUI Sumut Ardiansyah mengungkapkan, pihaknya juga telah menerima sejumlah permintaan penundaan vaksin dari berbagai daerah. 

"Sudah banyak MUI daerah yang menyatakan untuk menghentikan sementara. Seperti Kabupaten Asahan, dan Langkat," ungkapnya saat ditemui wartawan Harian9 di Kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut, Jalan Majelis Ulama, Medan. 

Ardiansyah berharap, ke depan pemerintah dapat dengan terbuka setiap membuat suatu program. Terlebih yang ditujukan dengan skala nasional. 

"Ini kan hajat orang banyak, seharusnya pemerintah memberikan perhatian lebih bagi kasus ini," harapnya.(jae9)

Komentar Anda

Berita Terkini