Wakapolsek MedanBaru Padal Unras Di Kantor Gubsu

Harian 9 author photo


Wakapolsek Medan Baru AKP Sangkot Simare-mare, SH, MH, bersama Kanit Intelkam Polrestabes Medan AKP S. Sianipar, SH, melakukan Pengamanan (PAM) unjuk rasa Gojek. (Foto: Joko Hendro)

MEDAN, HARIAN9
Wakil Kepala Polisi Sektor (Wakapolsek) Medan Baru AKP Sangkot Simare-mare, SH, MH, menjabat sebagai Perwira Pengendali (Padal) pada unjuk rasa (Unras) di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Rabu (15/8/2018) sekira pukul 11.20 WIB. Unjuk rasa yang dilakukan oleh Fosdor-Fosdor MS (Forum Solidaritas Driver Online Roda-Roda Medan Sekitarnya) tergabung dalam Garda Indonesia (Gabungan Roda Dua) ini dipimpin Ketua Fosdor-Fosdor MS, Joko Pitoyo dan Faisal Nasution dengan 500 orang massa.

Dalam orasinya, mereka menuntut dan mendesak DPRD Sumut dan Pemerintah khususnya instansi terkait Dinas Perhubunga, Dinas Infokom untuk segera melakukan RDP lanjutan seperti yang telah dijanjikan sebelumnya.

Kemudian mendorong para pemangku kebijakan daerah baik Pemprovsu dan DPRDSU untuk lebih  proaktif dan sinergitas dalam menyelesaikan perda tersebut. Lalu mendesak Pemerintah dan DPRD Sumut agar status pengemudi Online roda 2 menjadi lebih jelas sebagai mitra usaha perusahaan aplikator atau sebagai pekerja (buruh) perusahaan dengan mengacu kepada Undang-Undang.

Selanjutnya mendorong Pemerintah untyk segera melakukan pengawasan dan penertiban terhadap perusahaan aplikator yang dinilai belum adil dan sepihak dalam mengambil kebijakan.
Serta mendesak dan menuntut Pemerintah untuk segera mengambil kebijakan penerapan tarif lokal yang layak adil dan tidak merugikan pengemudi online 

Dan melalui ini juga kami menyampaikan bahwa Garda Indonesia siap mendukung kebijakan pemerintah yang pro rakyat turut menjaga kondusif kamtibmas di Sumut khususnya menjelang Asean Games 2018 dan Pemilu 2019.

Usai melakukan orasi, 11 orang perwakilan dari Garga Gerakan Aksi Roda 2) Indonesia Regional Sumatra Utara diterima diruang rapat oleh  Asisten Umum Pemprovsu Drs Joni Waldi dan dari Dinas Perhubungan, Iswar serta Dedy dari  Dinas Kominfo.

Dari hasil pertemuan, pihak dari Pemprovsu Joni Waldi (Asisten III) menyampaikan tanggapan selamat datang kepada massa aksi, maupun perwakilan bahwa dalam pembuatan Perda tidak secara sponta, namun harus dianggarkan dahulu untuk pembuatan Perda 2019 yang memakan waktu lama.

Dan akan melakukan koordinasi dengan pihak terkait, baik Dinas Perhubungan maupun Dinas Kominfo. Serta mengharapkan kepada perwakilan agar mendapatkan seluruh keanggotaan pengemudi Gojek secara tertulis.

Sementara dari perwakilan Dishub, Iswar menyampaikan tanggapan, hingga sekarang memang belum ada UU di Dinas Perhubungan yang mengatur tentang Gojek Online atau roda 2 sebagai angkutan umum. Walaupun demikian, pihak Dishub akan menyampaikan permasalahan ini ke pimpinan atau ke tingkat pusat.

Sedangkan dari perwakilan Dinas Kominfo Dedy mengatakan, bahwa dari pihaknya belum ada pernah mengeluarkan izin aplikasi tersangkut angkutan roda 2 atau Gojek, dan hingga saat ini dinas Kominfo Sumut belum diberi kewenangan untuk menangani atau mencampuri masalah aplikasi angkutan roda 2 (Gojek) sesui dengan  UU No. 108 Tahun 2017 tentang angkutan sewa khusus.Namun demikian, Dinas Kominfo akan berkoordinasi dengan Kementrian Kominfo sehubungan dengan  permasalahan ini.

Setelah bertemu, para pengunjuk rasa pulang dengan tertib dan aman dengan pengamanan dipimpin Waka Polsek Medan Baru AKP Sangkot Simare-mare, SH, MH, dan Kanit Intelkam Polrestabes Medan AKP S. Sianipar, SH, dan 30 personel dari Polsek Medan Baru, 10 personel dari Polsek Medan Helvetia, 1 Pleton Polwan Polrestabes Medan, 1 SSK dari Sat Sabhara Polrestabes Medan, 20 personel Reskrim Polrestabes Medan, 1 SSK dari Dit Sabhara Polda Sumut dan 1 SSK dari Brimob Poldasu. 

Kapolsek Medan Baru Kompol Martuasah H. Tobing, SH, SIK, MH, mengatakan, aksi unjuk rasa Driver Online di Kantor Gubernur dan DPRDSU berjalan dengan aman dan tertib.

"Kami melakukan pengamanan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan serta menempatkan personel di penggal jalan untuk kelancaran arus lalu-lintas sehingga masyarakat dapat melintas seperti biasanya," jelas Tobing. (HJ9)





Komentar Anda

Berita Terkini