Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Warga Pertanyakan Bisa Bebasnya Kades Cabul

Harian 9 author photo


LANGKAT| HARIAN9
Sekumpulan masyarakat perwakilan dari warga Desa Harapan Maju Kecamatan Sei Lapan, Kabupaten Langkat, Senin (6/8) pagi mendatangi kantor Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Langkat di Stabat.

Kedatangan warga penduduk ini ingin menanyakan seputar bekunya kasus Pencabulan yang dilakukan oleh oknum kepala desa mereka Darmiyanto (46) terhadap warga bernama Wulan suci Rahmawati (17) beberapa waktu lalu. 

Kasus Pencabulan ini sebenarnya telah dilaporkan orang tua korban ke Polres Langkat ketika itu."Bukti laporan pengaduanya tertuang dalam laporan polisi Nomor : LP/373/V/2018/SU/LKT Kamis 31 Mei 2018. Namun menurut warga sampai saat sekarang ini kasus tersebut terkesan macet proses hukumnya.

Bahkan,terdengar kabar kalau kasus ini telahpun didamaikan. Oleh sebab itulah warga berharap agar P2TP2A  Langkat dapat membantu menyelesaikan kasus ini mengingat perbuatan pelaku oknum Kades telah berulang kali.

Ditambah oknum Kades merupakan pamong desa yang seharusnya memberi contoh yang baik,Ini malah berbuat tidak senonoh kepada masyarakatnya.Kami masyarakat pelosok desa yang buta sama sekali soal hukum,makanya kami datang kemari mohon diberikan penjelasan atau pendampingan hukum," Ujar TM warga kepada Ketua P2TP2A Langkat Drs Enis Syafrin.

Sambung warga lagi,dengan masih bebasnya oknum Kades mereka berkeliaran membuat warga merasa tidak nyaman. " Sekarang kami merasa tidak nyaman karena kades cabul masih berkeliaran,"Papar warga.

Menurut warga,kasus Pencabulan yang dilakukan oknum Kades tersebut terungkap setelah warga merasa curiga melihat gerak gerik korban. Selanjutnya orang tua korban Poniah (43) menanyakan hal tersebut pada tanggal 28 Mei 2018 sekitar pukul 17.30 wib.

Kepada korban Suci,ibunya Poniah menanyakan soal sikap pelaku  terhadap korban ketika datang menemuinya di Jl Raya Usul, Desa Usul,Kecamatan Batang Gasal, Kabupaten Indra Giri Hulu, Riau.

Setelah didesak akhirnya Suci buka mulut dan mengatakan kalau dirinya telah disetubuhi oleh pak Kades sebanyak 10 kali dirumahnya,setiap kali rumah pelaku lagi sepi. Hampir tak percaya dengan kabar tersebut,akhirnya dengan berat hati, didampingi  beberapa orang warga lainnya,kasus inipun dilaporkan ke Polres Langkat 

Beberapa orang warga telah pun dimintai keterangan oleh petugas. Tapi sayangnya sampai saat sekarang ini pelaku masih bebas berkeliaran. Bahkan kasus ini terkesan diendapkan. Menurut warga, atas kasus tersebut mereka telah sempat melakukan aksi demo kekantor camat ketika itu.Petunjuk Oleh Camat,mereka kemudian diarahkan kekantor PMDK.

Dari kantor ini mereka kemudian diundang oleh Asisten 1 Pemerintahan Kab Langkat. Saat itu warga juuga sempat diperlihatkan surat permohonan perdamaian oleh Asisten 1 Abdul Karim. " Ujar warga. Menyikap hal tersebut, Ketua P2TP2A Kab Langkat Drs Ernis Syafrin mengaku akan mempertanyakan kasus tersebut kepada pihak Polres Langkat dalam waktu dekat ini.

Keterangan warga kepada kru media ini,Dari kantor Perlindungan anak dan perempuan ketuanya menyarankan agar kami menanyakan masalah pencabulan ini  langsung ke polres Langkat."Maka kami memberanikan diri mendatangi kantor PPA polres langkat."Sebut,Ketika kami menemui salah satu juper di kantor PPA,dan langsung bertanya kepadanya dan langsung menceritakan kronologis.Dia pun terkejut mendengar permasalahan itu sudah damai,Jawabnya kami kok gak tahu ya,Nanti saya buka berkasnya.Kalau memang sudah damai kita akan gelar perkaranya."Beber TM melalui via seluler kepada wartawan.(hs9)



Komentar Anda

Berita Terkini