Ada Kejanggalan, Polisi Bentuk Tim Penyelidik Meninggalnya Nazir Mesjid Gunungtua

Harian 9 author photo
PALUTA| HARIAN9
Adanya rasa kejanggalan atas peristiwa meninggalnya nazir mesjid Raya Al-Hilal lingkungan III, Pasar Gunungtua, kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), pihak Polres Tapsel bersama Polsek Padang Bolak membentuk tim untuk menyelidiki penyebab kematian nazir mesjid tersebut.

Kapolsek Padang Bolak, AKP Kasmir Sitanggang didampingi Kanit Reskrim Ipda Doli Silaban Kamis (13/9/2018) mengatakan, pihak kepolisian telah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak keluarga korban. 

"Kita sudah melakukan olah TKP dan memintai keterangan sejumlah saksi dan pihak keluarga. Bahkan, kita sudah membentuk tiga tim untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kematian nazir mesjid ini, " terangnya. 

Lanjut Kapolsek, saat olah TKP dilakukan, pihaknya menemukan sejumlah barang bukti berupa bercakan darah dilantai dua Mesjid Al-Hilal, pecahan kaca nako, besi kecil, lem kambing kemasan odol dan dua plastik yang diduga berisi lem.

Katanya, penyebab meninggalnya nazir mesjid hingga saat ini belum bisa dipastikan dan masih dalam tahap penyelidikan. Berdasarkan olah TKP dan keterangan yang didapatkan pihak kepolisian dari sejumlah saksi disinyalir ada kejanggalan atas meninggalnya nazir mesjid tersebut.

"Saat ini kita masih tahap penyelidikan. Menurut keterangan yang didapatkan dari saksi dan keterangan keluarga bahwa kematian Nazir mesjid itu diduga adalah penganiayaan. Akan tetapi, kita belum bisa memastikannya, karena masih terus melakukan penyelidikan,” terang Kapolsek. 
Ketika disinggung, apakah kematian nazir mesjid ada kaitannya dengan kehilangan kotak infaq mesjid, Kapolsek belum dapat memastikannya. Namun, saat kejadian itu kotak infaq mesjid juga dalam keadaan kosong dan gembok rusak. 

Kapolsek menambahkan, pihak keluarga juga sudah membuat laporan secara resmi kepada Polsek Padang Bolak terkait peristiwa ini.

"Akan kita selidiki semuanya. Kotak infaq beserta barang bukti lainnya sudah kita amankan di Kantor polsek, " jelasnya. 

Diterangkan Kapolsek, kronologis kejadiannya pada Hari Senin (10/9) almarhum H Adam Nur Harahap yang merupakan nazir mesjid Al Hilal lingkungan III, Pasar Gunungtua ditemukan anak-anaknya tergelatak di lantai atas mesjid. 

Mereka menemukan orang tuanya itu karena tidak pulang kerumah sejak sholat Ashar hingga menjelang Maghrib. Setelah mereka cari ternyata ayahnya sudah tergeletak dilantai atas mesjid dengan lumuran darah. Melihat orang tua nya yang dalam keadaan kritis mereka langsung membawanya ke RSUD Aek Haruaya. Karena keadaan korban saat itu kritis akhirnya pihak RSUD Aek Haruaya mengeluarkan rujukan ke RSUD Padang Sidempuan. 

Kemudian, pada hari Selasa (11/9), korban H Adam Nur Harahap meninggal di RSUD Padang Sidempuan. Dan pada Rabu (12/9) jenazah Almarhum Adam Nur dikebukiman di pemakaman Desa Gunungtua Tonga. 

Pada kesempatan ini, Kapolsek Padang Bolak AKP Kasmir Sitanggang menghimbau agar masyarakat tidak terprovokasi untuk mengkaitkan peristiwa ini dengan hal-hal yang menjurus kepada SARA. Karena menurutnya peristiwa ini tidak ada kaitan kepada hal seperti itu.

“Jangan dikaitkan dengan hal SARA, karena tidak ada hubungannya. Kami menghimbau masyarakat tenang dan tidak menyebarkan informasi hoaks serta tidak terprovokasi, percayakan kepada pihak penegak hukum untuk pembuktiannya,” pungkasnya.(dek9)

Nazir Mesjid Raya Al Hilal, Gunungtua ditemukan penuh luka dan dilarikan ke RSUD yang akhirnya meninggal dunia.(Foto: Akhir S Rambe)

Komentar Anda

Berita Terkini