CII : Kawasan Hutan Marancar Salah Satu Habitat Orangutan

Harian 9 author photo


TAPSEL| HARIAN9
Conservation Internasional Indonesia (CII) mengapresiasi keberadaan kawasan hutan di Kecamatan Marancar Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), yang tutupan lahannya masih sangat baik, walaupun kawasan hutannya berstatus Areal Penggunaan Lain (APL).

Demikian dikatakan Senior Distrik Program Kordinator  CII Isner M. Manalu saat melakukan kunjungan observasi ke lokasi Air Terjun Silima-lima yang berada di kawasan hutan Marancar Desa Simaninggir Kecamatan Marancar, Selasa (4/8/2018).

Dalam kunjungan observasi yang dirangkai dengan diskusi lapangan tersebut, Isner M Manalu didampingi penggiat Lingkungan Hidup dari CII Ibu Hetty dan Popo serta dihadiri Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Ir. Saulian Sabbih, Kadis Pariwisata Ali Akbar Hutasuhut dan Kabag Humas & Protokol Isnut Siregar.

Menurut Isner, kawasan hutan Marancar yang masuk dalam lingkup kawasan hutan Batangtoru di gugusan Bukit Barisan memiliki ciri khas tersendiri, yakni, di kawasann hutan ini masih banyak ditemukan satwa yang dilindungi, terutama orangutan Ponggotapanuliensis yang menjadikan kawasan hutan Marancar tersebut sebagai bahagian dari habitatnya.

“ Untuk itu, kawanan hutan Marancar ini harus benar-benar terlindungi dan harus dijaga kelestariannya karena kawasan hutan Marancar sangat spesifik dan menyimpan keanekaragaman hayati baik flora dan fauna yang belum tentu ada di kawasan hutan lain, “ terang Isner.

Sementara Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu dalam diskusi lapangan menjelaskan, di Kecamatan Marancar sendiri masih sangat kental dengan adanya kearifan local (local wisthem) yang dianut masyarakatnya sejak tahun 1904 lalu, aau yang dikenal dengan istilah Haonatas,  Tanjung Rompa,  Bonan Dolok dan Siranap (Hatabosi), yang diinisiasi  oleh marga Pasaribu yang pindah dari Sioma-oma Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) ke Kecamatan Marancar Kabupaten Tapsel.

Syahrul mengatakan, dipilihnya lokasi air terjun Silima-lima sebagai tempat lokasi pertemuan tersebut, disamping untuk lebih memperkenalkan eksotisme daya tarik wisata air terjun tersebut, juga untuk memperlihatkan bagaimana kawasan hutan di Marancar utamanya lokasi air terjun tersebut masih sangat terjaga dengan baik walaupun status hutannya APL.

“ Saat ini di Tapsel 64 % arealnya terdiri dari kawasan hutan, dimana dari 64 % tersebut, 70% tutupan hutannya masih bagus. Untuk itu saya harapkan kepada seluruh warga Tapsel utamanya warga Marancar agar terus mempertahankan kearifan lokal yang dimiliki seperti Hatabosi di Kecamatan Marancar yang sangat erat kainnya dengan menjaga ekosistem pelestarian hutan, “ ujar Syahrul.

Syahrul mengungkapkan, Hatabosi merupakan sistem pengairan yang mulanya hanya ada  di desa Haonatas,  Tanjung Rompa,  Bonan Dolok dan Siranap yang pada awalnya dulu fungsinya hanya untuk mengalirkan air ke sawah,  tetapi sekarang ini sudah diadopsi seluruh warga Kecamatan Marancar bukan hanya untuk mengalirkan air ke sawah tetapi juga sudah digunakan untuk mengalirkan air ke sekolah,  mesjid,  gereja dan fasilitas umum lainnya. 

“ Bagaimana kearifan lokal Hatabosi bisa terus bertahan adalah dengan tetap mempertahankan jumlah debit air,  agar debit air bisa terus dipertahankan maka warga Marancar sangat sadar sekali untuk menjaga hutannya agar tetap lestari dan terus dipertahankan walaupun status hutannya APL, “ tuturnya.

Syahrul juga meminta agar Sumber Daya Alam (SDA) di hutan kawasan Marancar agar dikelola dengan baik agar keseimbangan antara manusia,alam, flora dan fauna tetap terjaga dengan baik. Sebab bumi, air dan kekayaan alam lainnya bukan warisan dari nenek moyang tetapi itu semua merupakan titipan dari anak cucu kita yang kita semua berkewajiban dan bertanggungjawab untuk melestarikannya dengan baik. 

“Dengan terjaganya kearifan lokal ini, maka masyarakat dapat menjaga hutannya dengan baik pula, karena suatu saat saya ingin kita semua duduk disini dan menyaksikan bagaimana orangutan Ponggotapanuliensis yang saat ini sedang hangat jadi perbincangan dunia internasional bisa bergelantungan disekitar kawasan air terjun Silima-lima ini,“ terangnya. (Wan9)


Komentar Anda

Berita Terkini