Dinas PP & PA Kota Padangsidimpuan Sosialisasikan UU PA Kepada Siswa Sekolah

Harian 9 author photo
Dinas PP & PA Kota Padangsidimpuan menggelar sosialisasi Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak kepada para siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Padangsidimpuan, yang dilaksanakan di SMPN 9 Padangsidimpuan, Senin (10/9). (Foto: Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| HARIAN9
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA) Kota Padangsidimpuan menggelar sosialisasi Undang-Undang No.35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak kepada para siswa tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Kota Padangsidimpuan, yang dilaksanakan di SMPN 9 Padangsidimpuan, Senin (10/9).

Sosialisasi yang dilaksanakan selama 12 hari (10-21 September), dibuka Kepala Dinas (Kadis) PP & PA Hj. Rosalina Hasibuan, Pdi, MM, diwakili Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Anak, Iswadi Siregar dan menghadirkan narasumber dari Yayasan Burangir yang merupakan lembaga perlindungan anak di Kota Padangsidimpuan Timbul Simanungkalit

Dalam sambutannya, Kadis PP & PA Hj. Rosalina Hasibuan, Pdi, MM, diwakili Kabid Perlindungan Anak, Iswadi Siregar menyampaikan, bahwa Pemerintahan Kota Padangsidimpuan melalui Dinas PP & PA berperan serta dalam melaksanakan kewajiban negara untuk Perlindungan Anak dengan melaksanakan sosialisasi Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan ke siswa dan siswi sekolah yang ada di Kota Padangsidimpuan.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat penting guna lebih memahami persoalan dasar anak sehingga anak sebagai penerus keluarga dan aset bangsa dapat terjaga kepentingan dan hak-haknya dan tentunya unsur sekolah beserta siswa-siswi sekalian masih membutuhkan pengetahuan dan pemahaman tentang perlindungan anak,” ujar Iswadi.

Ia menambahkan, tujuan kegiatan ini juga untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi terkait undang-undang No 35 tahun 2014 karena Perlindungan Anak adalah segala kegiatan untuk menjamin dan melindungi anak dan hak-haknya agar dapat hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“Saya berharap kepada peserta untuk mempergunakan kesempatan yang baik untuk menambah ilmu pengetahuan dan wawasan serta berdiskusi dan saling tukar menukar ilmu maupun pengalaman dengan sesama peserta dan narasumber,“ tuturnya.

Salah satu narasumber dari Yayasan Burangir Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Timbul Simanungkalit dalam pemaparannya menyampaikan tentang bahaya pergaulan bebas para pelajar dan remaja, narkoba, minuman keras dan bahaya menonton porno.

“Faktor penyebab terjadinya pergaulan bebas disebabkan oleh liberalisme, globalisasi dan teknologi informasi, keluarga yang minim pendidikan dan ekonomi, faktor lingkungan yang tidak sehat, pergaulan yang tidak selektif, minimnya pengetahuan tentang sex dan bahayanya serta komunikasi yang macet antara remaja dan orang tua dan kurangnya kesadaran dan bimbingan normal,“ terang Timbul.

Pada acara tersebut juga dilakukan sesi tanya jawab antara para siswa peserta sosialisasi dengan narasumber terkait upaya yang dilakukan dalam melindungi anak dari berbagai kekerasan, baik fisik maupun mental. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Komentar Anda

Berita Terkini