Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

KPU Optimis Peran Media Dapat Meningkatkan Partisiasi Pemilih

Harian 9 author photo
PADANGSIDIMPUAN|H9
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Padangsidimpuan optimis, peran media mampu meningkatkan partisipasi pemilih pada Pemiihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif 2019 mendatang.

Optimisme tersebut diungkapkan Ketua KPU Kota Padangsidimpuan Dr. H. Arbanur Rasyid MA diwakili Komisioner KPU Koordinator Divisi Hukum Drs. Hatimbulan Siregar saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Sosialisasi Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif 2019 dengan pimpinan media cetak, media online dan Radio se Kota Padangsidimouan di Sopo Godang Demokrasi Jalan Kenanga Padangsidimpuan, Senin (24/9/2018).

Rakor tersebut juga dihadiri Komisioner KPU Kota Padangsidimpuan masing-masing, Komisioner KPU Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution S.PdI.M.Pd selaku narasumber dan Komisioner KPU Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Ahmad Rasyid S.Pd serta staf Sekretariat KPU Kota Padangsidimpuan.

Sedangkan pimpinan media di Kota Padangsidimpuan masing-masing, Hairul Iman Hasibuan, S.Hi, M.Kom (Harian Analisa) yang juga Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel), Riswandy (Harian Realitas dan Harian9.com), Mohot Lubis (Harian Waspada / Waspada Online), Nimrot Siregar (Harian SIB), Borneo Dongoran (Harian Rakyat Tapanuli), Laidin Pohan (Harian Perjuangan Baru), Zia Ul Haq (Sindonews.com), Ikhwan Nasution (Harian Medan Bisnis), Kodir Pohan (LKBN ANTARA), dll.

Lebih lanjut Katimbulan mengatakan, KPU Kota Padangsidimpuan mengundang pimpinan media dalam merancang strategi Sosialisasi Kampanye Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019, yang mana, media salah satu  sarana guna meningkatkan peran partisipasi pemilih.

“ Fungsi tersebut sangat erat kaitannya dengan kebutuhan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat pemilih terutama untuk mencapai sasaran sosialisasi yaitu masyarakat umum, Partai Politik, penyelengara Pemilu, organisasi kemasyarakatan dan instansi pemerintah, serta pemilih yang berbasis keluarga, pemilih pemula, pemilih muda, pemilih perempuan, pemilih penyandang disabilitas, pemilih berkebutuhan khusus, kaum marjinal, komunitas, keagamaan, relawan demokrasi dan warga internet dalam mengakses informasi, dalam peningkatan partisipasi masyarakat pemilih, “ ujar Katimbulan.

Komisioner KPU Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution S.PdI.M.Pd memaparkan secara mendetail tentang teknis Kampanye Pemilu 2019 sebagaimana tertuang di dalam PKPU No 23 Tahun 2018 sebagaimana telah di ubah menjadi PKPU No 28 Tahun 2018 tentang Kampanye Pemilihan Umum.

Bahkan dalam rakor tersebut pun di singgung terkait iklan kampanye. Dalam hal ini KPU dapat memfasilitasi penayangan iklan kampanye dalam bentuk iklan komersial atau iklan layanan masyarakat, pada media cetak, media elektronik, dan atau media dalam jaringan yang di tetapkan dalam keputusan KPU.

“ Tentunya ada serangkaian petunjuk teknis yang harus di sampaikan oleh pihak penyelenggara Pemilu agar tahapan masa kampanye Pemilu yang berlangsung secara serentak kurang lebih selama tujuh bulan berlangsung tertib dan juga, pada dasarnya, pelaksanaan kampanye bertujuan untuk pendidikan politik masyarakat dengan meningkatkan partisipasi pemilih sesuai dengan prinsip kampanye adalah jujur, terbuka dan dialogis, “ terang Mukhtar

Menurutnya, berkaitan dengan tekhnis kampanye Pemilu 2019, bagi media cetak, media elektronik, media dalam jaringan, media sosial dan lembaga penyiaran, ditekankan selama masa tenang dilarang menyiarkan berita, iklan, rekam jejak, citra diri peserta Pemilu dan atau bentuk lainnya yang mengarah kepada kepentingan kampanye yang menguntungkan atau merugikan peserta Pemilu.

“  Untuk lembaga penyiaran komunitas, dapat menyiarkan tahapan dan proses Pemilu sebagai bentuk layanan kepada masyarakat. Di larang memanfaatkan pemberitaan dan penyiaran untuk kepentingan kampanye peserta Pemilu tertentu, “  urainya.

Lebih lanjut Mukhtar Helmi menambahkan, untuk materi kampanye meliputi visi/misi, program citra diri pasangan calon untuk kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Caleg yang di sampaikan secara lisan maupun tertulis kepada masyarakat dengan sopan, tertib, mendidik, bijak dan beradab, tidak provokatif.

“ Harapan kami, media dan insan pers dapat berperan membantu KPU dalam meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memilih. Baik dan buruknya pelaksanaan kampanye nantinya, juga tergantung bagaimana peran media dalam memberitakan / mempublikasikan kepada public, “ tutur Mukhtar.

Usai memberikan paparan, dilanjutkan dengan tanya jawab antara insan media dengan Komisioner KPU Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution S.PdI.M.Pd dan Komisioner KPU Koordinator Divisi Perencanaan dan Data Ahmad Rasyid S.Pd.  (Wan9)

 
Komisioner KPU Koordinator Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat Muktar Helmi Nasution S.PdI.M.Pd saat memberikan paparan pada Rakor Sosialisasi Kampanye Pemilu Presiden dan Wakil Presiden serta Pemilu Legislatif 2019 dengan pimpinan media cetak, media online dan Radio se Kota Padangsidimouan di Sopo Godang Demokrasi Jalan Kenanga Padangsidimpuan, Senin (24/9/2018). (Foto: Riswandy)




Komentar Anda

Berita Terkini