Tingkatkan Ekspor, Kemendag Gandeng Kemenag Manfaatkan Kebutuhan Jemaah Haji dan Umrah

Harian 9 author photo

JAKARTA| H9
Kementerian Perdagangan menggandeng Kementerian Agama sebagai upaya meningkatkan ekspor Indonesia ke Arab Saudi melalui pemanfaatan pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia selama berada di Arab Saudi. 

Untuk merealisasikan hal ini, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita telah melayangkan surat ke Menteri Agama agar potensi ekspor ke Arab Saudi dapat segera dimanfaatkan. Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Arlinda.

"Besarnya jumlah jemaah haji dan umrah Indonesia setiap tahunnya membuat pemenuhan kebutuhan para jemaah ini menjadi peluang yang sangat baik untuk meningkatkan ekspor nonmigas Indonesia," kata Arlinda. 

Kerja sama kedua kementerian ini penting dilakukan karena terjadi penurunan tren ekspor Indonesia ke Arab Saudi periode tahun 2013–2017 sebesar 8,98 persen serta penurunan tren neraca perdagangan Indonesia. 

Saat ini, mekanisme pemenuhan kebutuhan jemaah haji dan umrah Indonesia dilakukan melalui penunjukan langsung dengan sistem seleksi.

Melalui mekanisme tersebut, Kemendag berharap agar Kemenag dapat mendorong perusahaan penyedia jasa di Arab Saudi yang ditunjuk untuk menggunakan produk-produk Indonesia dalam memenuhi kebutuhan para jemaah.

"Kemendag akan membantu menyiapkan produk-produk yang dibutuhkan melalui para pelaku usaha/eksportir yang bekerja sama dengan KADIN atau asosiasi pengusaha. Untuk itu, kami mengharapkan dukungan dari seluruh pihak terkait agar rencana ini dapat segera dilaksanakan," ujar Arlinda.

Beberapa komponen kebutuhan yang dapat dipasok dari Indonesia di antaranya adalah kebutuhan makanan dan minuman, bus untuk transportasi darat, dan perlengkapan penginapan. Indonesia memiliki kemampuan untuk memenuhi seluruh kebutuhan tersebut. 

Namun, yang perlu mendapat perhatian khusus adalah menentukan mekanisme pelaksanaan di lapangan.

Kuota jumlah jemaah haji Indonesia meningkat setiap tahun. Pada tahun 2017, jumlahnya mencapai 221 ribu orang. Angka ini diperkirakan akan terus meningkat sejalan dengan perluasan daya tampung Masjidil Haram. 

Pemerintah telah mengajukan permohonan tambahan kuota jemaah haji kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi sebesar 29 ribu orang. Jika disetujui, jumlah jemaah haji Indonesia diperkirakan meningkat menjadi 250 ribu orang. Sedangkan jumlah jemaah umrah Indonesia setiap tahunnya tercatat sejumlah 1,1 juta orang.

Nilai ekspor Indonesia tahun 2017 tercatat sebesar USD.1,37 miliar. Dengan perhitungan minimal pengeluaran jemaah haji dan umrah Indonesia yang senilai USD.500 per orang, maka potensi untuk meningkatkan ekspor per tahun diperkirakan akan mencapai USD.650 juta atau meningkat 47 persen dibandingkan ekspor Indonesia tahun 2017.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Arab Saudi

Pada periode bulan Januari–Juli 2018, nilai total perdagangan nonmigas Indonesia-Arab Saudi tercatat sebesar USD.1,41 miliar. Nilai ini meningkat 10,48 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2017 yang sejumlah USD.1,27 miliar. 

Sedangkan pada tahun 2017, total nilai perdagangan nonmigas kedua negara mencapai USD.2,18 miliar. Nilai ini terdiri dari nilai ekspor sebesar USD.1,37 miliar dan impor senilai USD.808,3 juta.

Sementara itu, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke Arab Saudi pada periode bulan Januari–Juli 2018 tercatat senilai USD 738,05 juta. Nilai ini menurun 12,14 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sejumlah USD.840,08 juta.

Sedangkan nilai impor produk nonmigas Indonesia dari Arab Saudi pada periode bulan Januari–Juli 2018 sebesar USD 672,12 juta. Nilai ini meningkat 54,06 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang senilai USD.436,28 juta. 

Berdasarkan hal tersebut, maka neraca perdagangan nonmigas Indonesia terhadap Arab Saudi surplus sebesar USD.65,93 juta. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 




Komentar Anda

Berita Terkini