Bawaslu Paluta Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Bersama Tokoh Agama

Harian 9 author photo
PALUTA| H9
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) gelar sosialisasi pengawasan Pemilu tahun 2019 terhadap tokoh agama kabupaten Paluta di Aula keluarga, Gunungtua, kecamatan Padang Bolak, Selasa (16/10/2018).

Sosialisasi yang dibuka oleh ketua Bawaslu Paluta Panggabean Hasibuan SH yang juga bertindak sebagai narasumber diikuti oleh puluhan tokoh agama se kabupaten Paluta. Turut hadir dan bertindak sebagai narasumber komisioner Bawaslu divisi pengawasan Humas dan Hubal Musmuliadi Siregar SHI, komisioner Bawaslu Paluta divisi organisasi, SDM dan informasi data Rizky Athia Arfa Hasibuan SH dan komisioner KPU Paluta divisi SDM dan Parmas Herisal Lubis SH.

Ketua Panwaslu Kabupaten Paluta Panggabean Hasibuan SH dalam sambutannya mengatakan bahwa Bawaslu pada periode kali ini mengadakan sosialisasi partisipasi masyarakat khususnya tokoh agama dalam hal pengawasan pemilu 2019 mendatang.

"Sosialisasi pengawasan pemilu gencar dilakukan agar masyarakat khususnya tokoh agama paham bagaimana pentingnya pengawasan untuk menegakan keadilan pemilu," katany
Disampaikanya, betapa pentingnya pengawasan maka dari itu pengawasan harus dilakukan bersama oleh semua elemen masyarakat.

Untuk itu, usai sosialisasi ini diharapkan agar tokoh agama dapat ikut andil dalam pengawasan pelaksanaan Pemilu 2019 sejak dimulainya tahapan hingga selesai nanti.

“Mari sama-sama kita awasi pelaksanaan Pemilu 2019 untuk mewujudkan Pemilu yang jujur dan adil,” ujarnya.

Senada, komisioner Bawaslu Paluta divisi Humas dan Hubal Musmuliadi Siregar SHI yang bertindak sebagai narasumber dalam pemaparannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini dilaksanakan untuk mengajak dan memberikan pemahaman kepada tokoh agama bahwa peran serta mereka dalam melakukan pengawasan sangat penting untuk menciptakan Pemilu yang jujur, adil dan bermartabat.

Sebab katanya, tokoh agama adalah orang yang kompeten dalam membina masyarakat sehingga Bawaslu meyakini jika tokoh agama yang menyampaikan larangan, dapat langsung diterima dan dipahami oleh masyarakat umum.

"Program Bawaslu RI maupun kabupaten untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu. Makanya kita harus bergandeng tangan terutama tokoh agama untuk bersama melakukan pengawasan Pemilu,” jelasnya.

Dia mengatakan dalam berhasilnya pemilu dikembalikan lagi kepada masyarakat yang ikut andil terutama dalam pengawasan untuk pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang. Dan diharapkan tokoh agama dapat menyampaikan kepada masyarakat apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan dalam kampanye serta proses dan hal lainnya dalam pelaksanaan Pemilu.

"Sukses dan berhasilnya pemilu tergantung pada masyarakat sekalian, oleh karena itu kami tidak bisa bekerja sendirian melainkan masyarakat perlu aktif untuk mewujudkan Pemilu yang jujur, adil dan bermartabat," paparnya.
Acara sosialisasi juga dirangkai dengan sesi tanya jawab dan dialog antara peserta dengan narasumber.(dek)






Komentar Anda

Berita Terkini