Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Dua Group Kuda Kepang Pujakesuma Meriahkan Pesta Rakyat Kota Padangsidimpuan

Harian 9 author photo
PADANGSIDIMPUAN|H9
Dua group kuda kepang, dibawah binaan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Paguyuban Keluarga Besar (PKB) Putra Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) Kota Padangsidimpuan, turut meramaikan dan memeriahkan pesta rakyat pada pentas seni dan budaya, memperingati Hari Jadi Kota Padangsidimpuan ke 17 tahun 2018, di alun-alun Alaman Bolak Kota Padangsidimpuan, Minggu (21/10/2018).

Pertunjukan kuda kepang atau kuda lumping yang merupakan budaya dan kesenian asli Jawa ini ditampilkan dengan diiringi musik gamelan Jawa dengan mengambil lokasi di depan stand DPD PKB Pujakesuma Kota Padangsidimpuan cukup memukau para pengunjung stand pameran seni dan budaya pada pesta rakyat yang berlangsung sehari penuh tersebut.

Antusias warga terlihat ketika tim kesenian kuda kepang yang berasal dari kelompok kesenian etnis Jawa dari Kelurahan Ujung Padang Kecamatan Padangsidimpuan Selatan Kota Padangsidimpuan, yang masing-masing tergabung dalam group kuda kepang ‘Mardi Budoyo’ pimpinan Tuslah Samiharjo dan group kuda kepang ‘Teguh Srikandi; pimpinan Ngatiman ini memulai pertunjukannya.

Bahkan pertunjukan tersebut menjadi hiburan yang sangat memukau bagi warga Kota Padangsidimpuan yang datang dari berbagai penjuru. Apalagi, saat penampilan, para penari yang seluruhnya laki-laki ini langsung manaiki kuda yang dibuat dari anyaman bambu dengan warna warni yang cerah.  Sebagai seni yang mengandung unsur mistis, kuda kepang juga diiringi dengan aroma ritual seperti pembakaran kemenyan.

Penonton yang tadinya hanya melihat dari kejauhan, secara perlahan mulai merangsek mendekati arena kuda kepang agar bisa menyaksikan dari dekat aksi para pemain kuda kepang lebih dekat, sehingga petugas keamanan dari tim kesenian kuda kepang terpaksa harus meminta penonton untuk tidak berada terlalu dekat dengan arena pertunjukan dengan alasan keamanan, karena dalam setiap pertunjukan, beberapa pemain akan menari-nari dalam kondisi kerasukan

“Jauh-jauh datang, sayang kalau nggak kelihatan penampilan kuda kepang. Jarang-jarang ada hiburan seperti ini, “ kata Sabar M Sitompul seorang pria hitam manis warga Sitamiang yang ikut merangsek mendekati arena pertunjukan kuda kepang, sembari mengakui kalau ia sangat penasaran ingin melihat pertunjukan kuda kepang yang bisa mengunyah kaca dan mengupas kulit kelapa dengan menggunakan gigi.

Tamali, SH, Ketua DPD PKB Pujakesuma Kota Padangsidimpuan mengatakan, pertunjukan kuda kepang yang mereka laksanakan ini, selain untuk mengibur masyarakat Kota Padangsidimpuan, juga sekaligus untuk memperkenalkan kesenian Jawa kepada masyarakat.

“ Pertunjukan kuda kepang ini sifatnya partisipasi warga Jawa untuk mengibur warga sekaligus memperkenalkan budaya kesenian Jawa dan melestarikannya kebudayaan Jawa yang hampir punah ini, sekaligus ajang promosi budaya bangsa ini ke masyarakat agar tetap dikenal dan dilestarikan, “ ujar Tamali didampingi Sekreatris nya Purnadi, SE.

Tamali menambahkan ‘Mardi Budoyo’ dan ‘Teguh Srikandi’ adalah kelompok kuda kepang atau kuda lumping yang ada di Kota Padangsidimpuan dan sudah lama menjadi group turun temurun selalu menyajikan tontonan hiburan tradisional yang sangat disukai masarakat pribumi dan pendatang, serta selalu dikemas dengan beragam tatanan hiburan terbaik serta sudah sanggup bersaing dengan hiburan-hiburan modern saat ini.

“ Dengan diadakan nya pesta tersebut, tiada lain untuk melestarikan budaya Indonesia yang saat ini mulai tenggelam oleh berbagai budaya baru tumbuh, serta bertujuan menghibur masyarakat Kota Padangsidimpuan khusus nya, “ tutur Tamali.

Terpisah, Ketua Dewan Kesenian Kota Padangsidimpuan Muhammad Amin Nasution mendukung kegiatan seni dan budaya berupa kuda kepang yang ditampilkan warga Jawa ini. Ia mengharap ke depan, tidak hanya kuda kepang saja yang ditampilkan, tetapi masih banyak kesenian dan budaya Jawa yang perlu ditampilkan seperti wayang kulit, campur sari, dll. 

“ Harapan kami kesenian-kesenian dari etnis Jawa ini lebih semakin dilestarikan dan sering ditampilkan, sehingga masyarakat Kota Padangsidimpuan dapat mengenal lebih dekat tentang kesenian dan budaya Jawa,“ paparnya.  (Wan9)





Komentar Anda

Berita Terkini