Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Mendag Ajak Produsen Kelapa Sawit Tingkatkan Kerja Sama Lawan Kampanye Negatif

Harian 9 author photo

MADRID| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita mengajak para produsen minyak kelapa sawit untuk bekerja sama melawan kampanye negatif di berbagai negara khususnya di Uni Eropa. 

Hal ini disampaikannya, saat menjadi pembicara pada pertemuan Konferensi Minyak Kelapa Sawit Eropa (EPOAC) di Madrid, Spanyol, pada Kamis (4/10). 

Konferensi yang diinisiasi oleh European Palm Oil Aliance (EPOA) ini mengambil tema “How Sustainable Palm Oil Contributes to the UN Sustainable Development Goals”.

“Produsen minyak kelapa sawit harus bersatu dan bekerja bersama dalam melawan kampanye negatif. Banyak persepsi keliru tentang sawit yang jika dibiarkan maka sentimen negatif tersebut akan dianggap sebagai kebenaran. Oleh karena itu perlu digencarkan kampanye positif mengenai produk sawit, agar pemberitaan menjadi lebih berimbang dan masyarakat internasional lebih paham peran sawit bagi pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, diinformasikannya perkembangan terkini mengenai kebijakan Moratorium Sawit yang ditandatangani Presiden Joko Widodo melalui Inpres No. 8 tanggal 13 September 2018 yang mengatur Penundaan dan Evaluasi Perizinan Perkebunan Kelapa Sawit serta Peningkatan Produktivitas Perkebunan Kelapa Sawit.

Disampaikannya, minyak kelapa sawit bukan komoditas biasa bagi Indonesia. Komoditas ini memainkan peranan penting dalam perekonomian dan menyediakan lapangan kerja untuk mengatasi kemiskinan. 

Selain itu, industri komoditas ini berfungsi sebagai sumber penghasilan bagi 5,3 juta pekerja, dan memberikan penghidupan bagi 21 juta orang di Indonesia.

“Sejak pertengahan tahun 2000an, ekspor minyak kelapa sawit telah menjadi sumber pendapatan penting bagi Pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi di Indonesia. Namun, seiring meningkatnya ekspor komoditas ini, meningkat pula kampanye negatif tentang minyak kelapa sawit, terutama di negara-negara maju,” ungkapnya.

Selain Mendag, pembicara pada konferasi ini antara lain Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim, Mantan Presiden Kolombia Alvaro Uribe Velez, dan Plant Production and Protection Officer of The FAO Regional Office for Europe and Central Asia Viliami Fakava.

Pertemuan Bilateral dengan Spanyol dan Malaysia

Pada hari yang sama, Mendag juga berkesempatan mengadakan pertemuan bilateral dengan Menteri Perindustrian, Perdagangan, dan Pariwisata Spanyol Maria Reyes Maroto Illera dan pertemuan bilateral dengan Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim.

Pada pertemuan dengan Menteri Maria Reyes Maroto Illera, dibahas upaya percepatan perundingan Indonesia-European Union Comprehensif Economy Partnership Agreement (IEU-CEPA). 

Mendag secara khusus meminta dukungan dan kerja sama Spanyol agar beberapa produk ekspor utama Indonesia ke pasar Eropa seperti perikanan, perkebunan dan industri mendapat liberalisasi yang lebih baik di pasar Eropa.

Sementara pada pertemuan bilateral dengan Menteri Industri Utama Malaysia Teresa Koh Sum Sim membahas strategi peningkatan kerja sama negara produsen minyak kelapa sawit (Council of Palm Oil Producing Countries/CPOPC) dalam melawan kampanye negatif anti minyak kelapa sawit.

“Indonesia dan Malaysia akan bekerja sama menyusun strategi dan mengkapanyekan minyak kelapa sawit yang berkelanjutan untuk melawan kampanye negatif,” jelas Mendag.

Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia ke Uni Eropa pada tahun 2017 tercatat sebesar USD.3,83 miliar naik 35,27 persen dari tahun sebelumnya sebesar USD.2,83 miliar. Sedangkan ekspor komoditas ini ke Spanyol pada tahun 2017 tercatat sebesar USD.1,17 miliar naik signifikan sebesar 98,38 persen dari tahun sebelumnya yang tercatat sebesar USD.795,09 juta.

Forum Bisnis dan Business Matching

Pada hari yang sama juga digelar forum bisnis dan business matching Indoneisa-Spanyol di Madrid, Spanyol. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan misi dagang Indonesia ke Swiss dan Spanyol sekaligus menjadi cara untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan serta networking pelaku usaha dari Indoneisa dan kedua negara eropa tersebut.

Pada forum bisnis ini, Mendag menyampaikan perkembangan ekonomi Indonesia dan potensi menjadi mitra strategis bagi Spanyol, serta pentingnya penyelesaian perundingan IEU-CEPA bagi berbagai pihak termasuk pelaku usaha kedua negara. 

Mendag meminta pelaku usaha Spanyol dapat menyuarakan dukungan untuk percepatan perundingan IEU-CEPA yang mengakomodir kepentingan semua pihak secara berimbang.

Kegiatan forum bisnis dan business matching yang diikuti oleh sekitar 75 peserta ini, dibuka oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkekuasa Penuh Indonesia untuk Spanyol Hermono. 

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Industri, Perdagangan dan Pariwisata Mrs. Maria Del Marr Serrano dan Sekretaris Jenderal Spanish Indonesia Business Council Antonio Vinal. Narasumber pada Forum Bisnis ini adalah Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia Fadhil Hasan, Importirr Moycor Vic Javier Antonio VC, Direktur Leading Brands Spanyol Miguel Otero, Ketua Klub Eksportir dan Investor Spanyol Antonio Bonnet dan Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo. Pelaku usaha Indonesia yang turut serta kali ini datang dari sektor minyak kelapa sawit, produk tekstil dan garmen, kopi, perhiasan, produk kertas, serta kerajinan tembaga.

Total perdagangan Indonesia-Spanyol pada tahun 2017 tercatat senilai USD.2,51 miliar, dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia senilai USD.1,51 miliar. Ekspor Indonesia tercatat senilai USD.2,01 miliar, sementara impor dari Spanyol senilai USD.496,01 juta.

Pada periode Januari-Juli tahun 2018, perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD.1,79 miliar. Niliai ini meningkat sebesar 21,77 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dengan neraca perdagangan surplus bagi Indonesia senilai USD.970,99 juta. Sedangkan ekspor Indonesia ke Spanyol pada periode Januari-Juli 2018 tercatat sebesar USD.1,38 miliar meningkat 14,25 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang tecatat sebesar USD.1,21 miliar. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 










Komentar Anda

Berita Terkini