Menkeu: Koral Ini Tidak Hanya Milik Indonesia Tetapi Juga Milik Dunia

Harian 9 author photo

BALI| H9
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati pada Minggu (7/10) di Nusa Dua Coral Reef Garden Hotel Sofitel, Nusa Dua, Bali pada acara yang bertajuk IMF Giving Together, dalam rangkaian Annual Meetings 2018 mengatakan, Ekosistem terumbu karang memiliki peran penting dalam memfasilitasi pengembangbiakan, menumbuhkan dan memberi makan beragam biota laut. 

Sebagai negara dengan area terumbu karang terluas di dunia yaitu 51.020 km2, perairan laut Indonesia memegang peranan penting terhadap ekosistem maritim dunia. Namun demikian, banyak terumbu karang yang rusak oleh manusia.

"Kita akan mulai memikirkan suatu mekanisme asuransi terhadap koral. Bentuk asuransi terhadap kekayaan dunia. Ini tidak hanya milik Indonesia tetapi juga milik dunia," jelasnya.

Acara ini merupakan sebuah program penanaman terumbu karang kembali yang diprakarsi oleh Nusa Dua Reef Foundation (NDRF). Menkeu bersama dengan Managing Director (MD) IMF Christine Lagarde dan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan serta Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

"Ini sebuah kegiatan yang sangat baik dari IMF. Yang biasanya berbicara tentang krisis ekonomi, tapi IMF juga peduli terhadap lingkungan. Kalau lingkungan rusak, itu juga akan mempengaruhi ekonomi suatu negara," paparnya.

MD Lagarde dan para Menteri dipaparkan penjelasan mengenai cara menanam kembali terumbu karang ke struktur terumbu buatan. Setelah itu, bersama 300 sukarelawan yang turut hadir, mereka melakukan penanaman kembali terumbu karang dan melepasnya ke laut.

"Membutuhkan banyak langkah kecil individu untuk menuju langkah besar bersama. Terima kasih kepada pemerintah Indonesia yang telah menyambut kami dengan hangat," ucap Christine Lagarde.

Sebagai informasi, saat ini NDRF telah melakukan 300 penanaman kembali 20 dari 28 jenis karang dan 200 kerang raksasa yang berasal dari 3 spesies. Dengan adanya penanaman kembali terumbu karang diharapkan dapat memulihkan keseimbangan ekosistem dan menciptakan basis perikanan Indonesia yang berkelanjutan. (kemenkeu/03)
Editor: Mardan H Siregar

(Foto: kemenkeu)


Komentar Anda

Berita Terkini