Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Sungai Panantanan Meluap, Tiga Desa Wilayah Siunggam Terendam Banjir

Harian 9 author photo
PALUTA| H9
Tingginya curah hujan yang melanda wilayah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) dalam beberapa hari terakhir mengakibatkan air sungai Panantanan di desa Siunggam Jae, kecamatan Padang Bolak Tenggara meluap, Jumat (22/10/2018).Akibatnya, sejumlah rumah warga, Pondok Pesantren, jalan penghubung desa dan areal pertanian warga di tiga Desa Kecamatan Padang Bolak Tenggara terendam banjir, yakni Desa Siunggam Jae, Siunggam Tonga dan Siunggam Julu. 

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian banjir itu, namun kerusakan dan kerugian belum bisa dipastikan karena air masih terus menggenangi wilayah Siunggam dan sekitarnya. 
Salah seorang warga setempat, Ali Yahya mengatakan, meluapnya Sungai Panantanan dikarenakan curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari berturut-turut di wilayah Paluta.

"Sungai Panantanan ini meluap pukul 05.00 dini hari tadi. Air menggenangi sejumlah pemukiman warga dan jalan penghubung di luat Siunggam dan sekitarnya. Hingga Jumat (12/10) sekitar pukul 10.00 Wib, hujan masih menguyur daerah Siunggam dan ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Siunggam Jae, Raja Amas Daulay menerangkan, luapan sungai Panantanan saat ini telah menggenangi jalan penghubung dan pemukiman warga.

Dikhawatirkan, jika hujan terus turun dalam beberapa hari kedepan, maka diperkirakan debit air akan semakin berbahaya terutama bagi warga yang bermukin di sekitar bantaran sungai.
"Saat ini saja sungai sudah kotor, sampah memenuhi sepanjang aliran sungai," terangnya.

Ia juga menyebutkan, jika air yang menggenangi lahan tidak juga surut dipastikan dalam waktu dekat lahan pertanian masyarakat akan rusak. Dan saat ini, para petani menunggu air surut untuk melakukan perbaikan sawah mereka yang sudah terendam banjir.

Kepala BPBD Kabupaten Paluta Ridwan Effendi Daulay melakui Kabid Kedaruratan Nuar Siregar menerangkan, saat ini luapan air itu telah menggenangi pemukiman warga, asrama santri di Ponpes Pintu Padang, jalan penghubung desa dan lahan pertanian masyarakat.
Katanya, saat ini Ia bersama personil BPBD Paluta telah turun ke lokasi untuk memantau perkembangan terkini tentang dampak dan bahaya yang diakibatkan luapan Sungai Panantanan itu. (dek9)





Komentar Anda

Berita Terkini