Tapsel Menuju Kabupaten Layak Anak

Harian 9 author photo

TAPSEL| H9
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2PA) Kabupaten Tapsel, menggelar Rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak (KLA), di aula Bappeda, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Selasa (30/10).

Peserta rakor dibuka Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, diwakili Sekdakab Drs. Parulian Nasution, MM, diikuti peserta dari unsur pimpinan OPD, Camat se-Kabupsten Tapsel, Pimpinan PT. Bank Sumut Sipirok, Direktur PT. ANJ Siais, Direktur PT. AR Batangtoru, Direktur PT. NSHE dan Ketua P2TP2A Kabupsten Tapsel dengan narasumber Kepala Bidang (Kabid) PHA pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumater Utara Ny. Marhamah.

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, diwakili Sekdakab Drs. Parulian Nasution, MM, dalam sambutannya menjelaskan, perkembangan dan perubahan tatanan sosial dewasa ini merupakan efek dari zaman milenial yang serba modern, dimana seluruh aspek telah dirangkum dalam teknologi android.

"Ini terlihat, dimana anak-anak zaman now selalu berkutat didalam rumah dengan menyibukkan diri bermain  game online, whats app, facebook dan kita sebagai orang tua selalu cenderung bersifat over protective," terangnya.

Menyahuti hal tersebut pemerintah akan berupaya membangun suatu sistim yang mampu melindungi dan memenuhi hak-hak perempuan dan anak sebagaimana tertuang dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 dan telah diubah sekali lagi dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 2016.

"Anak-anak juga merupakan generasi penerus suatu bangsa yang nantinya dapat menentukan maju mundurnya suatu bangsa dimasa depan, karena untuk mewujudkannya butuh proses panjang bahkan wajib kita lakukan perlindungan dan pendidikan sejak dalam kandungan sampai dewasa sebagai pengganti kita kelak," ungkap Parulian.

Ia menyebutkan untuk mengembalikan keceriaan dan kebahagiaan anak-anak kita di luar rumah, kita harus berusaha semaksimal mungkin untuk menciptakan suatu lingkungan yang layak bagi anak, agar anak-anak mampu hidup tumbuh dan berkembang secara maksimal, terlindungi dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan dan diskriminasi.

Sekda, juga menegaskan kepada para peserta rapat agar mengambil manfaat dari apa yang disampaikan oleh narasumber agar setiap program yang dibuat dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak, dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Melalui kegiatan rapat Koordinasi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak, kita sebagai pemangku kepentingan harus memiliki tanggung jawab untuk menjadikan anak-anak Kabupaten Tapsel menuju kabupaten layak anak, agar anak-anak di Kabupaten Tapsel menjadi anak yang sehat, cerdas dan sejahtera, selaras dengan tema, 'Membangun Komitmen Bersama, Wujudkan Kabupaten Tapsel Sebagai Kabupaten Layak Anak'," harapnya.

Kepala Dinas P2PA Kabupaten Tapsel Dra. Tiorisma Damayanti mengatakan, pelaksanaan rapat koordinasi ini, berdasarkan Undang-undang No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan UU No. 35 Tahun 2014 dan telah diubah sekali lagi dengan UU No. 17  Tahun 2016.

"Adapun maksud dan tujuan diselenggarakan kegiatan rakor gugus  tugas Kabupaten layak anak ini adalah untuk memberikan perlindungan serta pemenuhan hak-hak anak agar anak-anak Kabupaten Tapsel dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara optimal dilingkungan yang layak serta terhindar dari kekerasan," tuturnya. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar 

Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu, diwakili Sekdakab Drs. Parulian Nasution, MMPemerintah Kabupaten (Pemkab), memimpin Rakor Gugus Tugas KLA, di aula Bappeda, Jalan Prof. Lafran Pane, Sipirok, Selasa (30/10). (Foto: Riswandy)



Komentar Anda

Berita Terkini