Akibat Produksi Migas Lancar, Masyarakat Ketiban Rezeki

Harian 9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Pertamina EP Asset I Rantau Field, merupakan unit operasional  di bawah koordinasi dan supervisi Satuan Kerja Khusus (SKK) Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas), mencatat kinerja cukup baik hingga pertengahan September 2018 dengan hasil produksi  melewati sasaran”,kata Fandi Prabudi dalam bincang-bincang diruang kerjanya sebagai Legal & Relation, namun masyarakat lebih mengenalnya dengan sebutan Humas. Jum’at (02/11/2018).

Dikatakannya, produksi minyak Pertamina Rantau Field mencapai 3215 bopd atau sekitar  100.8% YTD (Year To Day) terhadap target RKAP 2730 bopd, dan realisasi produksi gas mencapai  3.9 mmscfd atau 104.9% YTD terhadap target RKAP 3.4 mmscfd, itu berasal dari pengelolan atas 144 sumur aktif, 105 sumur produksi, serta ditambah 38 sumur injeksi.

 “Untuk menahan laju penurunan alamiah (natural decline), manajemen Pertamina Rantau Field melakukan kegiatan reparasi, reopening, reaktivasi sumur suspended, melakukan cased hole logging (CO log, RST), dan implementasi waterflood, namun ini mohon maaf, beberapa bahasanya merupakan istilah orang-orang migas”,ungkap Fandi dengan nada penuh bersahabat.

Menurutnya, kerja keras, kerja ikhlas dan kerja cerdas serta peran masyarakat sebagai pemangku kepentingan sangat diharapkan untuk turut mendukung kegiatan operasional migas di Field Rantau yang memiliki wilayah kerja di tiga kabupaten dan dua provinsi, yaitu Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur di Provinsi  Aceh  dan Kabupaten Langkat di Sumatera Utara.

 “Meningkatnya produksi migas bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga dampaknya juga akan bisa dirasakan oleh masyarakat, seperti adanya pembagian sembako, cenderamata kepada para pekarya,  santunan kepada anak yatim, bantuan pada korban bencana,  pembangunan rumah dhuafa, tali asih pada program penggusuran, bantuan untuk Pesantren dan lainnya," ucapnya

“Untuk para pelaku usaha, seperti peternak ikan lele, perajin bordir, perajin anyaman pelepah sawit, beberapa usaha kecil lainnya juga ikut dibantu dan terbantu oleh kehadiran sebuah Galeri untuk memamerkan sekaligus memasarkan.

Disebutkan, pada setiap tahunnya secara bersama oleh Direktorat Jendral Kekayaan Negara (DJKN), Kontraktor Kontrak Kerja sama (K3S) dan Pemerintah Daerah, selalu membahas laporan terkait hasil bagi migas, hal ini merupakan bagian dari ketiban rezeki untuk Negara, Daerah, serta masyarakat yang tanpa disadari hanya sebagian orang saja mengetahuinya.

 “Keahlian, kepintaran yang dimiliki manusia, tidak akan pernah mampu menghasilkan yang terbaik, begitu pula migas yang tertanam di dalam perut bumi, tak akan  mungkin dapat naik keatas, jika Allah tidak mengizinkannya, makanya perlu adanya do’a dari masyarakat, anak yatim, Ustaz dan kita semua, karena hasil migas digunakan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat”,ungkap Fandi. (Dani9)


Komentar Anda

Berita Terkini