Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Areal Perkebunan PT STA Gunungtua Berubah Fungsi Jadi Lokasi Penambangan Sirtu

Harian 9 author photo
PALUTA| H9
Lahan perkebunan kelapa sawit milik PT Sumber Tani Agung (STA) Gunungtua yang berada di wilayah kecamatan Halongonan dan Halongonan Timur, kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) disinyalir berubah fungsi jadi lahan penambangan galian C jenis pasir batu (sirtu).

Menurut pantauan dan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, lahan yang seharusnya adalah lokasi perkebunan, kini telah menjadi quari dan penambangan sirtu yang dilakukan oleh pihak manajemen PT STA Gunungtua.

Informasi dari warga sekitar yang tidak mau namanya dipublikasikan, kegiatan penambangan sirtu tersebut sudah berlangsung cukup lama dan lokasi pengerukan sirtu tersebut sudah cukup lebar serta sudah membentuk sebuah danau.

Bahkan katanya, kegiatan penambangan sirtu tersebut juga dilakukan oleh pihak manajemen perusahaan di sekitar daerah aliran anak sungai dari Sungai Langkimat yang melintas di areal perkebunan kelapa sawit milik PT STA.

“Mereka juga mengambil sirtu dari anak sungai Langkimat yang melintas di areal kebunnya dengan menggunakan alat berat,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (14/11).

Tambahnya, penambangan sirtu yang dilakukan oleh pihak manajemen PT STA tersebut memberi dampak kerusakan lingkungan terutama dungai Langkimat yang bersimber dari sejumlah anak sungai dan salah satunya yang berada di areal PT STA Gunungtua.

Senada, warga lainnya MS Harahap menyebutkan bahwa setiap harinya truk PT STA Gunungtua keluar masuk areal quari membawa sirtu yang digunakan untuk pengerasan jalan di areal perkebunan milik PT STA Gunungtua.

Ketika ditanya apakah penambangan sirtu atau quari tersebut memiliki izin atau ada terpampang izin di papan informasi yang dibuat oleh pihak perusahaan, ia menjawab tidak tahu tentang hal tersebut.

“Saya tidak tahu apakah ada izinnya, yang saya tahu kegiatan itu sudah berlangsung cukup lama dan menggunakan alat berat,” katanya.
Tambahnya, quari yang berada di areal perkebunan PT STA tersebut sudah cukup luas dan sudah membentuk sebuah danau serta daerah aliran anak sungai Langkimat yang dijadikan quari juga sudah cukup luas dan dikhawatirkan akan sangat berdampak terhadap aliran sungai Langkimat.
Penambangan sirtu yang dilakukan oleh PT STA ini seolah-olah merubah fungsi perkebunan menjadi lokasi penambangan galian C yang apabila dibiarkan akan membuat kerusakan alam dan berdampak negatif bagi lingkungan masyarakat sekitar perusahaan.

Sementara itu, pihak manajemen PT STA Gunungtua belum bisa dikonfirmasi terkait kegiatan penambangan galian C di areal perkebunan tersebut.(dek)





Komentar Anda

Berita Terkini