Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Datok Penghulu: Pengusaha Ternak Ayam Berkontribusi lalat dan Bau di Kampung Ini

Harian 9 author photo
ACEH TAMIANG| H9
Gelar kampung lalat kini disandang oleh Kampung Suka Mulia kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang, ungkapan tersebut terpampang jelas pada tulisan spanduk yang terbentang seolah menyambut kedatangan para tamu. 

Terkait hal tersebut para wartawan melakukan konfirmasi pada Boiran Datok Penghulu (Kepala Desa-red) Kampung Suka Mulia dan disampaikannya, "diwilayah kami terdapat 9 orang pengusaha ternak ayam yang menempati sekitar 7 titik lokasi, mereka semua asli warga setempat," terangnya. Selasa (20/11/2018).

"Ada sekitar tiga titik lokasi peternakan yang berjarak 50 sampai 100 meter dari rumah warga dan selebihnya berada di pinggiran kampung, namun dari semua pengusaha tersebut hanya bisa memberikan kontribusi lalat dan bau yang tidak sedap. Pengusaha ternak ayam cuma bisa berkonttibusi lalat dan bau di kampung ini, "paparnya.

"Pada tahun 2017 sekitar bulan november telah diadakan musyawarah kampung yang dihadiri Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan dan Muspika Kecamatan Rantau, pada kesempatan tersebut tercapai sebuah kesepakatan bersama untuk saling merawat kondisi lingkungan kandang ayam, dan dari hasil kegiatan tersebut 99% wabah lalat dapat teratasi.

Datok penghulu menambahkan," pada tahun 2018 para pengusaha kembali dikumpulkan untuk membuat sebuah komitmen dan saling mengontrol setiap kondisi lingkungan disekitar kandang dan memantau populasi lalat yang terus berkembang,  namun hasilnya nihil, sehingga menyulut kemarahan masyarakat yang disalurkan mereka dengan cara menaikkan spanduk bertuliskan selamat datang dikampung lalat", ungkapnya.

"Semua perkembangan terkait wabah lalat telah dilaporkan ke kecamatan dan pertemuan pengusaha dengan masyarakat juga telah dilakukan, yang hasilnya terjadi penghentian sementara untuk aktivitas pemeliharaan ternak,  juga telah terlihat beberapa peralatan yang ada dipeternakan sudah mulai dipindahkan oleh pemiliknya.

"Dalam waktu dekat ini, direncanakan akan ada musyawarah di tingkat Kecamatan, semoga hasilnya nanti dapat terjadi kesepakatan yang baik untuk menanggulangi wabah lalat",tegas Datok. (Dani9)



Komentar Anda

Berita Terkini