Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

DITJEN PEN DATANGKAN PEMBELI KOPI GAYO ASAL KANADA MELALUI TPSA PROJECT

Harian 9 author photo

JAKARTA| H9
Sebagai salah satu wujud komitmen pemerintah dalam mendorong ekspor non-migas, Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN) Kementerian Perdagangan, mendatangkan pembeli potensial dari Kanada bagi para pengusaha Kopi Gayo di Takengon, Aceh Tengah. 

Kegiatan ini merupakan implementasi kerjasama dengan Global Affairs Cadana dalam Trade and Private Sector Assistance (TPSA) Project.

Kunjungan para pembeli yang berlangsung pada tanggal 11-20 Nopember 2018 ini merupakan buah hasil partisipasi pada pameran Global Specialty Coffee Expo di Seattle awal tahun 2018 ini,” kata Arlinda, Dirjen PEN, Kementerian Perdagangan.

Pada pameran kopi internasional tersebut Kemendag melalui TPSA project memfasilitasi sejumlah 5 perusahaan / produsen kopi dari wilayah Gayo, Nangroe Aceh Darussalam.

Melalui kunjungan ini, para pembeli melihat langsung lokasi kebun kopi untuk memberi keyakinan akan kualitas kopi melalui budi daya yang benar serta proses produksi sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan. 

Pada kunjungan ini para pembeli dapat langsung melakukan cupping test untuk mencicipi cita rasa kopi Gayo di sumbernya. 

Lebih lanjut Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional, Arlinda, menyatakan:” Kunjungan langsung buyers  akan memberi informasi secara langsung kopi Gayo ditanam dan diproses akan memberikan keyakinan mengenai kualitas sehingga diharapkan akan terjadi transaksi dagang secara berkesinambungan”.

Sejumlah 5 (lima) perusahaan Kopi Gayo binaan TPSA Project yang dikunjungi oleh pembeli Kanada adalah Koperasi Arinagata, PT. Meukat Komuditi Gayo, PT. Orangutan Lestari, Koperasi Redelong Organik, dan Koperasi Kopi Wanita Gayo (Kokowagayo). 

Para pembeli ini telah melakukan kontak sebelumnya dengan para perusahaan Kopi Gayo binaan ini dalam membahas product sample. Kunjungan ini sebagai bukti kelanjutan ketertarikan para pembeli potensial ini terhadap produk kopi gayo perusahaan binaan TPSA Project. 

“Para produsen kopi Gayo ini sebelumnya telah mendapatkan pembinaan dari tenaga ahli dan telah diikut-sertakan pada pameran internasional di Amerika Serikat selama 2 (dua) tahun berturut-turut, sehingga kualitas produk dan kapasitas perusahaan tidak perlu diragukan,” kata Marolop Nainggolan, Direktur Kerja Sama Pengembangan Ekspor, selaku pelaksana dari kegiatan kunjungan ini. 

“Dari kunjungan pembeli Kanada ini, perkiraan nilai kontrak yang telah terjalin senilai USD 2,6 Juta untuk waktu pengiriman mulai November 2018 hingga Juni 2019”, tambah Marolop Nainggolan. 

“Selain itu, di luar kegiatan kunjungan kali ini, masih dalam aktivitas TPSA project, sudah terjadi transaksi ekspor langsung ke Kanada dan USA senilai USD 4 juta,” tambah Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor itu. 

“Nilai transaksi ini ditargetkan akan meningkat 2 (dua) kali lipat dengan melihat animo para pembeli yang datang kali ini,” lanjutnya.

Kopi Gayo merupakan salah satu kopi jenis specilaty Arabika yang dimiliki oleh Indonesia dan tumbuh di dataran tinggi Gayo (Gayo Highland). 

Dikarenakan tumbuh di dataran tinggi, kopi gayo memiliki keunikan dalam segi rasa dan tekstur, seperti memiliki after taste buah-buahan, bunga, dan masih banyak lagi after taste yang dapat ditemukan pada Kop Gayo. 

Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian cupping test dari sample Kopi Gayo milik perusahaan binaan TPSA Project yang memiliki nilai score rata-rata di atas 84.

Tentang Proyek TPSA

TPSA Project adalah proyek dengan jangka waktu lima tahun  dengan nilai CAD$ 12 juta yang didanai oleh Pemerinah Kanada melalui Global Affairs Canada, dan dilaksanakan oleh The Conference Board of Canada. 

Mitra pelaksana utamanya adalah Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (Ditjen PEN), Kementerian Perdagangan Republik Indonesia. 

Tujuan keseluruhan TPSA adalah mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan serta menanggulangi kemiskinan di Indonesia melalui intensifikasi perdagangan dan investasi yang mendorong perdagangan antara Indonesia dan Kanada. 

TPSA dimaksudkan untuk meningkatkan peluang investasi dan perdagangan yang berkelanjutan serta responsif gender, terutama untuk UKM di Indonesia, dan memperluas pemakaian analisis investasi dan perdagangan oleh pemangku kepentingan di Indonesia guna meningkatkan kemitraan investasi dan perdagangan antara Indonesia dan Kanada.

TPSA Project merupakan salah satu kerjasama yang sangat intensif dan aktif dalam melakukan pembinaan kepada para pelaku usaha dalam rangka meningkatkan perdagangan, khususnya ekspor ke Kanada. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar 



Komentar Anda

Berita Terkini