MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Faktor Ekonomi Dominan Terjadinya KDRT

harian9.com author photo
Narasumber Timbul Simanungkalit dari Yayasan Burangir saat memberikan paparan pada acara fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan, berlangsung di aula SMKN 1 Padangsidimpuan, Kamis (29/11). (Foto : Riswandy)


PADANGSIDIMPUAN| H9
Pemerintah Kota (Pemko) Padangsidimpuan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PP & PA), menggelar kegiatan fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan, berlangsung di aula SMKN 1 Padangsidimpuan, Kamis (29/11).

Kegiatan dibuka Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH diwakili Staf Ahli Walikota Kamaluddin, dihadiri Kadis PP & PA Kota Padangsidimpuan Hj. Rosliana Hasibuan, S.Pdi, MM, Kabid PP Hj. Herlina Safitri, serta peserta kegiatan dari 3 Kecamatan, masing-masing Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Padangsidimpuan Selatan dan Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru.

Sementara narasumber dalam kegiatan tersebut masing-masing Kanit PPA Sat Reskrim Polres Padangsidimpuan Aiptu Jamil yang menyampaikan materi tentang sangsi hukum terhadap tindak Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Timbul Simanungkalit dari Yayasan Burangir, yang menyampaikan materi terkait sebab terjadinya KDRT serta dampak KDRT terhadap keluarga.

Dalam sambutannya, Walikota Padangsidimpuan melalui Staf Ahli Walikota Kamaluddin mengatakan, kekerasan perempuan dan anak bagian integral dari fenomena secara umum. Peningkatan kualitas hidup perempuan dan perlindungan anak melalui fasilitasi upaya perlindungan terhadap tindak kekerasan adalah satu upaya memberdayakan korban kekerasan tidaklah mudah. 

" Tindakan kekerasan adalah kekuatan dan tindakan secara fisik dan psikis yang menghancurkan kehidupan yang juga  mengabaikan hak asasi manusia. Kekerasan ini lebih luas dan kompleks. hal ini berkaitan dengan posisi perempuan dan anak yang lemah dan juga selalu di nomor duakan, " ujarnya.

Berkaitan dengan itu, maka keberadaan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan pusat kasus yang ada harus memiliki tenaga-tenaga yang sensitifitas terhadap masalah gender, memahami aspek sosial, psikologi, dan aspek yuridis dari tindak kekerasan terhadap gender dan anak serta, memiliki keterampilan medikolegal P2TP2A meliputi pusat rujukan, pusat konsultasi hukum, kesehatan, Pusat krisis terpadu (PKT) Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) Pusat Pemulihan trauma (trauma center).

" Melalui moment fasilitasi upaya perlindungan terhadap kekerasan perempuan dan anak dapat menciptakan mentalitas dan semangat baru bagi kita untuk bangkit bersatu membangun daerah menuju terwujudnya Padangsidimpuan yang berintegritas, bersih, nyaman dan aman, " ucapnya.

Sementara Kepala Dinad PP-PA Kota Padangsidimpuan  Hj. Rosliana Hasibuan, S Pdi, MM menjelaskan, dari brrbagai kasus KDRT, yang paling sering dijumpai seperti kekerasan fisik, kekerasan psikologis, kekerasan sexsual hingga penelantaran dalam rumah tangga.

" Untuk mencegah dan menghentikan kekerasan apakah itu kekerasan terhadap perempuan maupun kekerasan terhadap anak dibutuhkan pendekatan individu yaitu dengan cara menambah pemahaman agama, karena, biasanya seseorang yang mempunyai pemahaman agama yang kuat akan lebih tegar dan sabar menghadapi situasi yang menjadi faktor terjadinya kekerasan, " papar Rosliana.

Dikatakannya, tujuan penghapusan KDRT untuk mencegah segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga, melindungi korban kekerasan dalam rumah tangga, menindak pelaku kekerasan dalam rumah tangga dan memelihara keutuhan rumah tangga yang harmonis.

" Tujuan kegiatan ini, guna memberdayaka kaum perempuan serta mensejahterakan dan perlindungan anak diseluruh bidang kehidupan masyarakat, agar korban kekerasan dapat mampu dan berani menjalankan fungsi kesetaraan gender, P2TP2A adalah salah satu pelayanan bagi korban kekerasan dan perlindungan. Namun begitu saya berharap akan ada tempat ataupun ruang khusus sebagai tempat pengaduan bagi perempuan dan anak, " tetangnya.

Ia juga menghimbau kepada para peserta memahami serta dapat memberikan informasi kepada masyarakat dan dapat menjelaskan, betapa pentingnya peran keluarga dalam penanaman nilai-nilai pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, " imbaunya.

Timbul Simanungkalit dari Yayasan Burangir menyampaikan, banyak aspek yang menyebabkan terjadinya kekerasan dalam rumah tangga, diantaranya aspek kejiwaan, aspek sosial. Namun yang paling menonjol sebagai pemicu terjadinya tindak kekerasan adalah aspek ekonomi.

" Mengingat tindak kekerasan dalam rumah tangga sangat berkaitan erat dengan perilaku dan kejadian yang sangat mungkin ditemukan dan dihadapi dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat. Bahkan mekerasan dalam rumah tangga bukan sekedar perselisihan biasa antara suami dan istri, namun mencakup hal yang lebih luas dalam hubungan keluarga, " ujar Timbul.

Ditegaskannya, permasalahan kekerasan dalam rumah tangga tidak hanya wanita saja mengetahui permasalahan ini, namun juga dapat mengikut sertakan pria dalam sosialiasi penghapusan kekerasan dalam rumah tangga agar keduanya saling memahami. Diharapkan keluarga dan masyarakat dapat berpartisipasi mencegah terjadinya KDRT sehingga KDRT dapat diminimalisir.

Kabid PP pada Dinas PP & PA Kota Padangsidimpuan Hj. Herlina Safitri, melaporkan, kegiatan fasilitasi upaya perlindungan perempuan terhadap tindak kekerasan, berlangsung selama dua hari (29/11 dan 3/12), yang diikuti 750 orang peserta dari 6 Kecamatan se Kota Padangsidimpuan, atau masing-masing 125 orang peserta per Kecamatan, dari perwakikan masyarakat dan P2TPA Kecamatan. 

"Sosialisasi Penghapusan KDRT juga sebagai upaya menciptakan keluarga sakinah, mawaddah dan warohmah, "  kata Hj. Herlina. (Wan9)
Komentar Anda

Berita Terkini