Gubsu : Musuh Terbesar Bangsa Adalah Kebodohan

Harian 9 author photo
TAPSEL| H9
Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi diwakili Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Syahrul M. Pasaribu membuka secara resmi pelaksanaan Jambore Literasi tingkat Sumatera Utara (Sumut) tahun 2018 di alun-alun pasar Sipirok, Jum'at (2/11/2018).

Pembukaan dihadiri Wabup Tapsel Aswin Efendi Siregar, Pembina Masyarakat Forum Literasi Indonesia Sumut H. Nurdin Lubis, Ketua Forum Literasi Sumut Hasban Ritonga, Dewan Perpustakaan Provsu Prof. Dr. Hasyim Purba, Sekdakab Tapsel Drs. Parulian Nasution, MM, Kadis Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin H. Nainggolan, Kadis Perpustakaan dan Arsip se-Sumut, para Asisten, pimpinan OPD, Camat se-Kabupaten Tapsel, para tokoh masyarakat, tokoh agama dan para peserta literasi se-Sumut.

Gubsu Edy Rahmayadi dalam sambutannya yang disampaikan Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu mengatakan, literasi adalah bagian yang sangat penting dalam kehidupan kita, karena kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasan masyarakatnya.

“ Musuh terbesar bangsa kita adalah kebodohan, karena kebodohan akar dari segala persoalan yang terjadi. Orang bodoh dapat dipengaruhi dan orang bodohpun tidak akan mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi dirinya sendiri sehingga menyebabkan tingginya angka pengangguran, kemiskinan dan kejahatan, “ terang Gubsu.

Lebih lanjut dikatakan, untuk menciptakan masyarakat yang literat, masyarakat yang terampil dibutuhkan dengan kerja keras dan kerjasama dari semua lapisan masyarakat tanpa memandang tingkat derajatnya.

“ Untuk itu, jadilah pegiat literasi ditengah-tengah masyarakat, agar masyarakat literat dapat tercipta demi suksesnya program Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pempropsu), sebagai Provinsi Literasi, “ tuturnya.

Sementara itu, Bupati Tapsel Syahrul M Pasaribu mengucapkan terima kasih kepada Gubsu atas dihunjuknya Kabupaten Tapsel, sebagai tuan rumah penyelenggaraan Jambore Literasi Tingkat Propsu.

Penghunjukan ini katanya merupakan penghargaan bagi Tapsel, karena dengan pelaksanaan jambore ini akan meningkatkan minat baca masyarakat dan mendorong serta memotivasi untuk lebih meningkatkan kerjasama dengan para pegiat perpustakaan demi terwujudnya masyarakat Tapsel yang sehat, cerdas dan sejahtera.

“ berdasarkan visi maka perpustakaan mutlak harus dilaksanakan, sebagaimana baru-baru ini kami telah membangun perpustakaan umum di Desa Pangurabaan yang bernama perpustakaan umum Prof. Lafran Pane sebagai pahlawan nasional yang sudah diresmikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI pada tanggal 5 Februari 2018 lalu, “ kata Syahrul

Ia menambahkan, adapun sarana dan prasarana perpustakaan yang sudah ada di Kabupaten Tapsel diluar perpustakaan daerah adalah perpustakaan Desa dan Kelurahan sebanyak 136 unit, taman bacaan masyarakat sebanyak 15 unit, perpustakaan khusus sebanyak 5 unit, perpustakaan Kecamatan sebanyak 14 unit dan jumlah mobil perpustakaan keliling sebanyak 16 unit.

“ Sesungguhnya tujuan hakikat literasi ini adalah untuk menjadikan masyarakat yang sehat, cerdas dan sejahtera sebagaimana tekad visi misi Bupati Tapsel yang secara resmi memprogramkan untuk membangun pustaka-pustaka desa adalah Kabupaten Tapsel dan program tersebut diharapkan menjadi iconnya nasional dan juga pilot projectnya nasional, “ ucapnya.

Ketua Forum Literasi Sumut Hasban Ritonga mengatakan, sesungguhnya sebelum tahun 2003, dunia International sudah memperkirakan atau memprediksi, bahwasanya di abad ke 21 sebagaimana istilah era globalisasi, global tekhnologi, digitalisasi, dunia informasi dan power point zero bahwasanya istilah tersebut sudah terjadi di era sekarang ini.

“ Karena saat itu sudah ada dorongan yang sangat kencang pada saat pertemuan di Unesco yang mendeklarasikan bahwasanya dunia harus membentuk suatu gerakan secara bersama-sama yang disebut dengan gerakan Literasi, “ imbuhnya.

Kadis Perpustakaan dan Arsip Provsu Ferlin H. Nainggolan melaporkan, dasar pelaksanaan Jambore Literasi Sumut berdasarkan UU No. 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan, PP No. 24 Tahun 2014, Perda Provsu No. 6 Tahun 2016 dan Keputusan Kepala Dinas Perpustakaan Provsu tentang Panitia Pelaksanaan Moderator dan Narasumber Kegiatan Jambore Literasi tahun 2018.

Tujuan pelaksanaan jambore literasi tahun 2018 adalah untuk memberikan gambaran kepada para peserta, betapa pentingnya bagi kita dalam membangun keterampilan literasi dan betapa perlunya membangkitkan serta memotivasi para peserta dan masyarakat agar mau menjadi penggiat literasi.

Peserta yang mengikuti jambore literasi tahun 2018 yaitu para penggiat literasi, forum masyarakat literasi se-Sumut, para guru-guru, para mahasiswa, para pustakawan, para pengelola perpustakaan, para tokoh masyarakat dan para tokoh-tokoh pemuda. Sedangkan materi yang akan disampaikan pada kegiatan jambore literasi tahun 2018 adalah kebijakan pengembangan literasi di Sumut, masing-masing Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk membentuk komunitas literasi di daerah masing-masing. (Wan9)



Komentar Anda

Berita Terkini