Indonesia-Inggris Sepakat Minimalisasi Hambatan Perdagangan

Harian 9 author photo

SHANGHAI| H9
Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menegaskan Indonesia dan Inggris sepakat untuk meminimalisasi hambatan perdagangan kedua negara. 

Kesepakatan ini dicapai saat pertemuan bilateral antara Mendag Enggar dengan Sekretaris Negara untuk Perdagangan Internasional Inggris, Liam Fox, Senin (5/11), di sela pameran importir terbesar di dunia China International Import Expo (CIIE), di Shanghai, China.

"Indonesia dan Inggris berkomitmen menguatkan hubungan bilateral perdagangan setelah Brexit. Kami sepakat bahwa hal-hal yang perlu dilakukan ialah dengan berupaya meminimalisasi hambatan perdagangan," ujar Enggar.

Menurut Enggar, Indonesia dan Inggris sama-sama menginginkan agar kedua negara mendapatkan keuntungan yang seimbang sebagai tujuan utama jalinan sebuah hubungan bilateral perdagangan.

"Secara khusus Inggris meminta Indonesia mengurangi larangan dan hambatan tarif untuk produk-produk mereka yang masuk ke Indonesia, khususnya untuk produk ternak unggas Inggris," lanjut Enggar.

Enggar mengungkapkan bahwa Indonesia belum mencabut hambatan tarif masuk produk ternak unggas asal Inggris yang sempat terkena penyakit flu burung cukup lama. Adapun Inggris mengklaim bahwa produk mereka telah bebas dari penyakit flu burung sejak 2017.

Sementara itu, selain mengapreasiasi pengakuan produk kayu Indonesia oleh Uni Eropa dengan pemberian sertifikat Forest Law Enforcement, Governance, and Trade (FLEGT), Mendag Enggar juga mengharapkan agar Inggris mendukung diperolehnya sertifikat FLEGT untuk produk kayu premium Indonesia.

Sekilas Perdagangan Indonesia-Inggris

Pada periode tahun 2017, Inggris merupakan negara tujuan ekspor Indonesia ke-21 dan negara asal impor ke-21 bagi Indonesia. Total perdagangan bilateral antara Indonesia dan Inggris pada 2017, sebesar USD.2,4 miliar dengan nilai ekspor USD.1,4 miliar dan impor sebesar USD.1 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke Inggris yang terbesar pada kurun waktu 2017 adalah footwear with uppers of leather senilai USD.143,9 juta. Produk ekspor unggulan lainnya dari Indonesia, antara lain, builder’s joinery and carpentry of wood, footwear with uppers of textile materials, kopi, dan mesin cetak.

Sedangkan, impor utama Indonesia dari Inggris pada 2017 adalah recovered paper senilai USD.51,5 juta. Selain itu Indonesia juga mengimpor medicaments, electric generating sets, transmission, dan other aircraft. (rel/03)
Editor: Mardan H Siregar




Komentar Anda

Berita Terkini