Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

Infrastruktur Jalan Menuju Sekolah SMP Negeri 4 Sei.Penggantungan Masih Sulit Terjangkau

Harian 9 author photo
Para Guru dan Siswa SMPN.4 Satap Sei Penggantungan (Thamrin Nasution)


LABUHANBATU| H9
Desa Sei Penggantungan adalah salah satu desa di Kecamatan Panai Hilir Kabupaten Labuhanbatu, yang masih dapat dikategorikan sebagai desa tertinggal karena infrastruktur jalan belum dapat dijangkau dengan kendaraan roda empat apalagi dimasa penghujan.

Kepala Desa Sei Penggantungan Sapon  Rinaldi saat menghadiri hari Guru di SMP.Negeri 4 Satap beberapa hari lalu atau tepatnya hari Senin tanggal 26 Nopember 2018 mengatakan, Melihat para  guru-guru yang bertugas di desa yang dipimpinnya ada rasa bangga dan sedih tuturnya

"Rasa bangga saya saat melihat para Guru melaksanakan tugasnya dengan tanpa ada sedikitpun rasa jenuh dan tidak terganggu dengan situasi lapangan walaupun bergumul dengan lumpur.ini yang saya sedihkan selaku  saya Kepala Desa belum mampu mendukung kinerja mereka", sambungnya

"Para Guru senantiasa melaksanakan tugas mengajarnya secara aktif walaupun memang terkadang tidak pakai alas kaki termasuk siswanya karena berlumpur". Ucap Kepala Sekolah SMP. Negeri 4 Satap Desa Sei Penggantungan Rusdin Tumanggor

"Setiap orang yang berani menjadi Guru harus tetap semangat memberikan pelayanan terbaik kepada Siswa,sekalipun di desa pelosok ,itulah dasarnya mengapa guru itu dinamakan Pahlawan Tanpa tanda jasa", sambungnya

Lain lagi dari.beberapa guru yakni,Kristin,Walidi dan Ani yang dikaki mereka penuh lumpur,saat disapa mereka hanya senyum dan terpancar kegembiraan tidak ada hambatan seakan alam lumpur itu sudah menyatu dengan mereka.

Sementara seorang guru mengaku bernama Elisabeth ,berharap kepada Pemerintah khususnya Pemkab Labuhanbatu, dapat kiranya meninjau secara langsung insfratruktur jalan terutamanya jalan keselolah mereka, karena insfratruktur jalan ini dapat mengganggu belajar dan mengajar, ucapnya.

Kami senantiasa berupaya melakukan pelayanan terbaik kepada Siswa,namun terkadang tidak terhindari harus meliburkan anak-anak disebabkan jalan maupun lokasi sekolah banjir,  terangnya.

Para orang tua anak didik  kami,sangat kami banggakan atas.dorongan moril yang diberikan kepada kami sehingga para orang tua disini tidak ada yang melaporkan guru ke Polisi hanya perkara sepele, sebagaimana diluar sana sehingga ada guru yang dipenjarakan,imbuhnya (Thn9)

Komentar Anda

Berita Terkini