MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Kapolres Berikan Kuliah Umum Kepada Mahasiswa IAIN Padangidimpuan

harian9 author photo

PADANGSIDIMPUAN| H9
Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, SIK, MH, memberikan kuliah umum bertemakan 'wawasan kebangsaan bangun kesadaran untuk cinta NKRI' kepada mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Padangsidimpuan di Auditorium IAIN, Minggu (11/11).

Acara yang awalnya akan menghadirkan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Rony Samtana, S.IK, MTCP, akhirnya digantikan Kapolres Padangsidimpuan dan dipandu Wakil Rektor III OAIN Padangsidimpuan DR. H. Sumper Mulia Harahap dengan peserta para civitas akademika dan ratusan mahasiswa IAIN Padangsidimpuan.

Dalam paparannya, AKBP Hilman Wijaya mengulas seputar, makna idiologi Pancasila dan peran Polri dalam antisipasi intoleransi, radikalisme dan terorisme. Disisi lain, Hilman juga mengungkapkan, bahaya informasi dan berita hoax karena dapat menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Saat ini semakin banyak tantangan yang dihadapi baik internal maupun eksternal yang berupaya merubaha ideologi Pancasila namun tidak akan berhasil selagi kita memiliki wawasan kebangsaan dan rasa cinta kepada NKRI yang tinggi,“ ujar Hilman.

Disebutkannya, ideologi Pancasila yang merupakan seperangkat ide atau cita-cita yang menentukan keyakinan dan cara berpikir guna mewujudkan suatu tujuan yang berlandaskan lima sila dalam Pancasila.

“Wawasan kebangsaan tidak terlepas dari Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI. Banyak orang yang merasa paling Pancasila dan mengatakan Indonesia harga mati, sayangnya tidak dibuktikan terbukti dari perlakuan dan perbuatannya,“ terangnya.

Terkait peredaran informasi atau berita hoax yang kini sudah sangat membahayakan, Hilman menegaslan, jika seluruh eleman masyarakat tidak ikut andil menangkalnya maka dikhawatirkan negeri tercinta ini akan porak poranda.

“Mahasiswa sebagai generasi masa depan bangsa Indonesia harus disiapkan dengan baik. Program Ma’had Jami’ah yang sudah dilakukan IAIN Padangsidimpuan merupakan ciri dari wawasan nusantara, karenanya mahasiswa bisa saling berbagi meskipun beda suku dan asal daerah,“ tuturnya.

Menurutnya, program  mondok yang ada di IAIN Padangsidimpuan merupakan gambaran dari wawasan nusantara dan diharapkannya, melalui program itu, para mahasiswa bersungguh sungguh belajar, agar ilmu yang didapatkan nantinya berguna bagi bangsa dan negara.

“Saya sangat mengapresiasi program-program seperti ini karena mahasiswa bisa saling berbagai dan mendapat teman seperti saudara dalam berbagai kesempatan di asrama,“ katanya, sembari menyebut ia juga pernah merasakan mondok/asrama selama tiga setengah tahun.

Sementara Rektor IAIN Padangsidimpuan Prof. Ibrahim Siregar dalam sambutannya mengharapkan agar seluruh mahasiswa mejadi manusia yang berkarakter, berbudaya dan menghargai kearifan lokal sehingga memberikan kemanfaatan yang seluas-luasnya. Semua ibadah yang kita lakukan untuk menguatkan rasa sosial kita kepada sesama.

Ia mengharapkan lembaga-lembaga yang ada baik pemerintah maupun swasta memberikan masukan untuk kemajuan IAIN Padangsidimpuan, karena, sebagai lembaga akademis, IAIN Padangsidimpuan juga membutuhkan masukan dari berbagai pihak.

Ditambahkan, dulu pelajaran sejarah Indonesia sangat kental diajarkan sejak bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi, namun, saat ini banyak generasi muda yang tidak tahu dan memahami sejarah kebangsaan.

“Bayangkan, saat ditanya nama para pahlawan kita, banyak yang tidak tahu, makanya civitas akademika IAIN Padangsidimpuan merasa perlu menggelar acara ini untuk memberi pemahaman kepada generasi muda betapa besarnya pengorbanan para pahlawan dalam melepaskan Indonesia dari penjajahan,“ ujar Ibrahim. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, SIK, MH bersama Rektor IAIN Padangsidimpuan Prof Ibrahim Siregar saat memasuki arena kuliah umum kuliah umum di Auditorium kampus setempat, Minggu (11/11). (Foto: Riswandy)


Komentar Anda

Berita Terkini