Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

KTB Tuntut PT. Sifef yang Merebut Lahan Mereka Seluas 716 Ha

Harian 9 author photo
Anggota Kelompok Tani Bersatu (KTB) menduduki lahan PT.Sifef Desa Tolan. (Thamrin Nasution)
 
LABUHANBATU| H9

Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Tani Bersatu ( KTB) menduduki lahan PT. sifef di Desa Tolan Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Kamis (23/11/18) karena lahan ini semula milik Masyarakat seluas 716 Ha yang dituding tanah mereka dirampas Perusahaan ini.

Menurut Ketua Kelompok Tani Bersatu ( KTB) Tajuid mengatakan, "lahan kami ini dirampas PT. Sifef pada tahun 1971, dimana kala itu Masyarakat diusir dengan paksa bahkan diacungi dengan senjata,
 padahah pada waktu itu sudah memiliki surat kepemilikan bahkan sudah membayar pajak". Pungkanya 

Permasaalahan ini  Pemkab Labusel sudah pernah berjanji akan melakukan mediasi saat pertemuan di Polres Labuhanbatu, akan tetapi apa yang dijanjikan ini tidak ada kejelasannya, dengan demikian kami terpaksa melakukan aksi reklaiming ini sebagai bentuk protes petani terhadap Pemkab Labusel yang kami nilai tidak berpihak kepada petani, jelasnya 

"Kami sudah menyiapkan tenda-tenda untuk menginap dan sekaligus menanami lahan ini dengan bibit pohon pisang sekaligus kami tidak akan keluar dari lahan ini walaupun sampai titik darah terakhir sebelum lahan kami seluas 761 Ha dikembalikan kepada kami". sambung Tajuid

Manejer PT. Sifef Posman Damanik yang dikonfirmasi mengatakan bahwa, "Pihaknya sangat terganggu dengan aksi pendudukan lahan yang dilakukan petani,menurutnya PT.Sifef telah secara sah memiliki Hak Guna Usaha (HGU) seluas sekitar 3.672 Ha.maka jika masyarakat merasa  memiliki hak sebaiknya menempuh jalur hukum" kata Posman Damanik.

Sementara Kapolsek Kampung Rakyat, AKP. H.Sihombing yang terjun langsung kelokasi mengatakan,  kalau pihak Kepolisian tentu bertindak netral akan tetapi kita juga menghimbau kepada pihak petani untuk membubarkan diri menunggu panggilan mediasi  dari Pemkab Labusel demi menghindari dari hal-hal yang tidak dingin". Ucap AKP. H.Sihombing

Sampai berita ini diturunkan tampak puluhan petugas Kepolisian dan juga Petugas Keamanan dari PT.Sifef berjaga dilokasi mengawasi dari kelompok tani ini. (Thn9)


Komentar Anda

Berita Terkini