Siap Tidak Populer Demi Merobah Wajah Kota Padangsidimpuan

Harian 9 author photo

PADANGSIDIMPUAN| H9
Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH siap untuk tidak populer dalam melaksanakan program 100 hari kerja sejak di lantik menjadi Walikota Padangsidimpuan, demi merobah wajah Kota Padangsidimpuan untuk lebih “Bersinar".

“Untuk merobah wajah Kota Padangsidimpuan yang selama ini menjadi dilematis, dibutuhkan kerja keras kami dan dukungan seluruh stakeholder di Kota Paangsidimpuan,“ ujar Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH, saat memberikan paparan terkait 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota dihadapan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik dan online, bertempat di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Kamis (8/11).

Pertemuan yang diprakarsai Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Padangsidimpuan, dihadiri Kadis Kominfo Kota Padangsidimpuan Islahuddin Nasution, S.Sos, Kabag Humasy dan Protokol Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Padangsidimpuan Rahmat Irmansyah, SH, Kasubbag Pemberitaan pada Humasy dan Protokol Nurcahyo, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Hairul Iman Hasibuan, S.Hi, S.Ikom, yang pada intinya Walikota menjelaskan langkah-langkah yang sedang dan akan ditempuh sepanjang 100 hari pertama kinerja Walikota dan Wakil Walikota dalam melaksanakan kinerja pemerintahan.

Menurut Walikota, ada 14 program kerja Walikota selama 100 hari yang dirancang agar ada perubahan wajah Kota Padangsidimpuan, mulai dari pembangunan insfrastruktur Daerah Milik Jalan (Damija) dari tiga gerbang memasuki Kota Padangsidimpuan, karena gerbang pintu masuk itu merupakan cermin wajah suatu daerah.

“Kita terus berupaya bagaimana Damija yang merupakan milik pejalan kaki, tidak digunakan untuk lokasi dagangan. Tentunya ini harus kami tertibkan, agar wajah Kota Padangsidimpuan tidak semrawut, walaupun konsekwensinya cukup rumit, kita mencari solusi terbaik dengan mengawali menyurati pihak yang memanfaatkan Damija dengan bekerjasama instansi terkait,“ papar Irsan.

Kemudian, di bidang pendidikan, pihaknya juga telah menggelar operasi Kasih Sayang yang dilaksanakan Satpol PP bersama kepolisian, guna mendisiplinkan pelajar yang sering bolos sekolah dan berkeliaran pada saat jam belajar, serta mendisiplinkan lalu lintas khususnya di sektor perparkiran yang cukup semrawut sehingga masyarakat banyak yang resah dan penertiban bagi penyandang kesejahteraan sosial melalui Dinsos dan pembersihan Damija serta selokan guna mengantisipasi banjir.

“Kita tetap mendorong bagaimana dinas terkait khususnya Dinas Perhubungan untuk melakukan penertiban dan mendisiplinkan lalu lintas khususnya di sektor perparkiran yang cukup semrawut, khususnya di Jalan MH Thamrin sekitarnya,“ terang Irsan.

Di samping itu juga, program kebersihan yang dilaksanakan Dinas Kebersihan melalui aksi Jumat bersih yang dilaksanakan setiap Jumat, yang awalnya dilaksananan serentak di 6 titik di 6 Kecamatan. 

Untuk lebih efektif, kedepan kegiatan ini akan dilaksanakan secara bergantian dan berkesinambungan, masing-masing tiap minggu dilaksanakan di dua titik di dua Kecamatan   agar tidak mengganggu kerja ASN.

Demikian juga kebersihan di lokasi pasar tradisional, khususnya pasar Dalihan Natolu di Kelurahan Sadabuan dan Pasar Saroha di Kelurahan Padang Matinggi, serta mengoptimalisasi penggunaan terminal yang masih rendah dalam hal retribusi terminal.

“Pengaturan konsep pedagang K5 khususnya di Jalan Thamrin sekitar yang menjadi masalah ktusial sejak dulu, kami akan berkoordinasi pihak terkait. Terhadap ini saya siap tidak populer  karena menyangkut wajah Kota Padangsidimpuan,“ tuturnya.

Ia juga mengemukakan dan akan memfungsikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) untuk penerangan jalan demi kenyamanan masyarakat, memfungsikan trafighligh yang kondisinya cukup memprihatinkan, serta memperhatikan kebersihan di lingkungan Ruah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Padangsidimpuan, mengingat RSU harus steril serta bisa mengoptimalkan gedung baru yang telah dibangun guna pelayanan kesehatan masyarakat.

Sedangkan untuk peningkatan pelayanan umum di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), ia akan melakukan pemantauan dengan berkeliling secara bergantian bersama Wakil Walikota untuk melihat perkembangan kinerja di setiap OPD.

Demikian juga dengan penertiban di lingkungan stadion HM Nurdin yang saat banyak pedagang memanfaatkan lingkungan stadion tanpa ada ijin dan masalah ini Pemko akan melakukan langkah-langkah persuasif.

“Semua ini adalah akumulasi dari pikiran kami dan Wakil Walikota bang Arwin Siregar saat Pilkada lalu dan masih melekat di pikiran kami. Insya Allah jika resikonya kami tidak populer gara-gara menerapkan program ini, kami siap,” tegasnya.

Untuk itu, Irsan yang juga pernah mengecap dunia kewartawanan mohon bantuan dari rekan-rekan media untuk mesosialisasikan langkah yang akan mereka perbuat, tidak hanya di 100 hari kerja ini, tapi juga  ke depannya.

“Ada tiga kewajiban Kepala Daerah (KDH) dalam dalam memberikan laporan, yakni menyampaikan Laporan Pertanggungjawaban (LKPj), paling lambat 3 bulan setelah akhir tahun anggaran, memberikan laporan penyelenggaraan Pemerintah Daerah (Pemda) ke Depdagri melalui Gubsu dan menyampaikan laporan Informasi Pelayanan Publik Daerah (IPPD) ke publik setiap 3 bulan,“ imbuhnya.

Sementara dalam sesi dialog, Walikota memberi satu penegasan tentang penggunaan produk asli daerah di berbagai kegiatan. 

“Target kami, dalam dua tahun ini Kota Padangsidimpuan sudah punya perusahaan daerah air mineral dalam kemasan,“ tutupnya.

Sebelumnya, Kadis Kominfo Islahuddin Nasution dan Kabag Humas Protokol Rahmat Irmansyah, menyebutkan, tujuan kegiatan ini adalah merajut silaturahmi, dan menjelaskan program pemerintah serta menjalin sinergitas dan melahirkan ide-ide baru dari pers. (Wan9)
Editor: Mardan H Siregar

Walikota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution, SH, memberikan paparan terkait 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota dihadapan jurnalis, bertempat di aula Kantor Walikota Padangsidimpuan, Kamis (8/11). (Foto: Riswandy)



Komentar Anda

Berita Terkini