MOTO HARIAN9 ADALAH "MENCERDASKAN UMAT"

Tahun 2017, Di Sumut Ada 3916 Kasus AIDS

harian9.com author photo
Sekretaris Komisi Penanggulan Aids (KPA) Sumut, Rachmatsyah pada saat pemaparan di hadapan para awak media.


MEDAN| H9
Provinsi Sumatera Utara, berdasarkan data dari Sistem Informasi HIV-AIDS (SIHA) Kementerian Kesehatan R1 bahwa Sumatera Utara hingga Desember 2017 memiliki kasus HIV sebanyak 14.891 dan AIDS sebanyak 3.916. 

Sekretaris Komisi Penanggulan Aids (KPA) Sumut, Rachmatsyah mengatakan, Sumatera Utara juga termasuk kedalam kelompok 10 besar provinsi di Indonesia yang memiliki banyak kasus HIV dan AIDS,  bahkan Sumut berada pada peringkat ke 7 setelah Provinsi Jawa Tengah. 

"Dalam penanggulangan HIV dan AIDS, Provinsi Sumatera Utara saat ini menghadapi 7 tantangan, dan ini sedang kita fokuskan agar tantangan perlahan dapat kita atasi," katanya saat pertemuan dengan awak media di kantor KPA, Jalan Veteran, Medan, Jumat (30/11/2018).

Tantangan itu, yang pertama belum semua Kabupaten/Kota membentuk KPA sebagai lembaga koordinasi dalam penanggulangan HIV dan AIDS di daerah. Kedua belum semua Dinas-dinas di lingkungan pemprovsu mengalokasikan anggaran untuk penanggulangan HIV dan AIDS. 

"Yang ketiga yaitu KPA Provinsi dan Kabupaten/Kota yang aktif dalam penanggulangan HIV dan AIDS masih belum memiliki anggaran yang cukup untuk melakukan upaya penanggulangan HIV dan AIDS secara maksimal," ujarnya.

Yang keempat adanya stigma dan diskriminasi terhadap para ODHA dari masyarakat. Kelima, perkembangan kasus HIV dan AIDS masih didominasi usia produktif dengan faktor risiko utama hubungan seks. 

"Untuk keenam .asalah belum maksimalnya penemuan kasus HIV dan AIDS dan ODHA yang harus mendapatkan CST (Care. Support dan Treatment).  Terakhir masih belum maksimalnya keberanian masyarakat memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada untuk mengetahui status HIV-nya 

"Hal diatas sangat perlu mendapatkan perhatian dari semua pihak baik jajaran pemerintahan maupun masyarakat secara komprehensif dan momentum peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) 2018," katanya.

Dikatakannya, ini hendaknya mendorong semuanya untuk menghindari semua faktor risiko penularan HIV dan memberanikan diri untuk mengetahui status HlV-nya demi mendapatkan treatment yang Iebih dini sehingga penularan dapat ditanggulangi Iebih cepat dan kehidupan sosial-pun akan benjalan dengan normal. 

"Untuk itu, tepat sekali Tema peringatan HAS Tahun 2018 yang berbunyi, "Saya Berani Saya Sehat". Melalui tema ini diharapkan seluruh masyarakat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap HIV dan AIDS dengan cara melakukan Tes HIV dan melanjutkan dengan pengobatan ARV sedini mungkin jika terdiagnosa HIV," pungkasnya. (Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini