Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Tersangka Kasus Videotron Akan Bertambah

Harian 9 author photo

ACEH TAMIANG| H9
Kepolisian Resort (Polres Aceh) Tamiang gelar konferensi Pers terkait Pekerjaan Pengadaan Videotron sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) Nomor: 38.1/SPK DISHUB/PV-OTSUS/2015, tanggal 21 Agustus 2015, nilai Kontrak sebesar Rp.1.197.570.000  yang dilaksanakan oleh CV. Artha Kharisma Perkasa, acara tersebut dilaksanakan di ruang teleconference setempat, Senin (19/11/2018).

Pada kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan, untuk Pekerjaan Pengawasan Pengadaan  sesuai dengan Surat Perjanjian Kerja (SPK) No: 40/SPK-DISHUB/PVT/X/2015, tanggal 05 Oktober 2015, nilai Kontrak sebesar Rp.24.000.000 dilaksanakan oleh CV Serba Karya, pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tamiang yang bersumber dari APBK tahun anggaran 2015.

"Telah ditetapkan sebagai Tersangka SWD  mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2015, juga bertindak selaku Pengguna Anggaran (PA) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), diduga telah mengarahkan paket pekerjaan kepada Tersangka MMI yang diketahui merupakan anak tirinya," jelasnya.

Diduga SWD melakukan perubahan Harga Perkiraan Sendiri (HPS)  dari nilai total Rp.1.049.900.000 menjadi Rp.1.200.000.000 dan ikut dilibatkan dalam kegiatan tersebut Tersangka SA selaku Kelompok Kerja IX Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Aceh Tamiang tahun 2015, guna membantu dalam proses pelelangannya.

Kapolres menambahkan, Tersangka MMI  sebagai pelaksana pekerjaan yang meminjam perusahaan CV Artha Kharisma Perkasa dan menyiapkan dukungan  dari Distributor  PT Batara Elektrindo, kemudian data, serta dokumen tersebut diserahkan kepada SA untuk dibuatkan penawaran.

"SA menyediakan 2  perusahaan, yaitu CV. Dede Kontraktor dan CV. Muda Sedia Jaya sebagai pendamping, serta MMI juga orang yang melaksanakan pekerjaan Pengawasan Videotron, menggunakan perusahaan CV. Serba Karya Consultan," tambahnya.

Ppada pemeriksaan Saksi Bastian, S.Kom selaku Pejabat Pengadaan pada Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh  Tamiang tahun 2015, merupakan orang yang membuat seluruh adminitrasi proses tahapan pengadaan tersebut. 

"Tapi semuanya hanya sebagai formalitas untuk dapat diterbitkan kontrak pengawasan dan selanjutkan dapat dilakukan pembayaran," tegasnya.

Pelanggaran Hukum yaitu prinsip-prinsip dan etika Pengadaan pada ketentuan Pasal 5 dan Pasal 6 Peraturan Presiden RI No. 54 Tahun 2010, tentang Pengadaan Barang dan Jasa Dilingkungan Pemerintah, Barang Bukti yang disita berupa Dokumen dan surat yang didapat dari Wilayah Depok, Jakarta, Medan, Banda Aceh serta dari Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Aceh Tamiang.

"Uang dikembalikan oleh SWD Rp.50.000.000, SA sebesar Rp.15.000.000 dan estimasi kerugian ditaksir sekitar Rp.469.404.482.," paparnya.

Untuk ketiga Tersangka tidak dilakukan penahanan, dikarenakan koperatif saat proses penyelidikan dan Penyidikan, serta telah mengembalikan sebahagian kerugian keuangan Negara kepada Penyidik saat dilakukan pemeriksaan.

"Kepada para Tersangka diwajibkan wajib lapor setiap hari Senin dan Kamis, serta pada mereka disangkakan: Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dari Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 20 Tahun 2001, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 Ayat (1e) KUHPidana," ungkap Kapolres. (Dani9)
Editor: Mardan H Siregar 

(Foto: Amnur Dani)


Komentar Anda

Berita Terkini