TNI Kembali Menyisir Perairan Tanjung Karawang Jatuhnya Lion Air JT-610

Harian 9 author photo

JAKARTA| H9
Memasuki hari ketiga, prajurit TNI dengan menggunakan Landing Craft Utility (LCU) 593-I dan Rubber Boat yang diturunkan dari KRI Banda Aceh 593 kembali melakukan penyisiran di perairan Tanjung Karawang, Laut Jawa, Jawa Barat, dalam rangka mencari korban dan Pesawat Lion Air bernomor registrasi PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610, rute Jakarta-Pangkal Pinang, yang jatuh pada hari Senin, 29 Oktober 2018.

Komandan Satuan Tugas Search and Rescue (Dansatgas SAR) TNI AL, Kolonel Laut (P) Isswarto yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Satuan Kapal Eskorta (Dansatkor) Koarmada I didampingi Komandan KRI Banda Aceh Letkol Laut (P) Ali Setiandy, terlebih dahulu melaksanakan briefing bersama seluruh Perwira dan Anak Buah Kapal (ABK) di Loung Room KRI Banda Aceh 593, Rabu (31/10/2018).

Dansatgas SAR TNI AL Kolonel Laut (P) Isswarto saat memimpin briefing mengatakan bahwa untuk pencarian di hari ketiga ini, ditujukan pada perkiraan lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air sekitar 25 nautical mile dari Tanjung Priok serta terkait tugas-tugas yang akan dilaksanakan.

“Perwira yang tertua dikelompoknya agar selalu mengarahkan anggotanya dan melaksanakan tugas sesuai fungsinya masing-masing, dan selalu menjaga faktor keamanan,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kolonel Laut (P) Isswarto bahwa KRI yang telah dikerahkan ke lokasi jatuhnya Pesawat Lion Air JT-610 yaitu KRI Tengiri-865, KRI Sikuda-863, KAL Kobra, KAL Sanca dari Koarmada I dengan membawa 25 personel penyelam dan peralatan selam, 4 (empat) Sea Rider dan 40 personel Kopaska Koarmada I.

“Selain itu juga ada KRI Rigel unsur Pushidrosal dengan kemampuan deteksi bawah air yang canggih untuk mendeteksi objek bawah laut,” katanya. (Autentikasi: Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Taibur Rahman).rel/03.
Editor: Mardan H Siregar 

(Foto: Puspen TNI)



Komentar Anda

Berita Terkini