Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Atas Suksesnya Pelaksanaan DEKLARASI PADI MINANG SUMATERA UTARA. SABTU, 12 JANUARI 2019, DI RUMAH GADANG BM3 SUMUT JL. ADINEGORO NO. 1 MEDAN

BPOM Musnahkan Obat dan Makanan Ilegal Rp2 Miliar

Harian 9 author photo
Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito pada saat melepas secara resmi pemusnahan kurang lebih Rp2 miliar obat dan makanan ilegal (tanpa izin edar) dan atau yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat (manfaat), dan mutu di halaman kantor Balai Besar POM di Medan.


MEDAN| H9
Menutup tahun 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) memusnahkan kurang lebih Rp2 miliar obat dan makanan ilegal (tanpa izin edar) dan atau yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, khasiat (manfaat), dan mutu di halaman kantor Balai Besar POM di Medan.

"Produk yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pemeriksaan dan penindakan BBPOM di Medan di sarana produksi dan distribusi di wilayah Sumatera Utara pada tahun 2018," kata Kepala BPOM RI Dr Ir Penny K Lukito MCP kepada wartawan Harian9 di Medan,Kamis (27/12/2018)Siang.

Penny merincikan, produk yang dimusnahkan terdiri dari 89 item (60.013 kemasan) pangan ilegal, 86 item (16.442 kemasan) obat tradisional ilegal, 73 item (3.267 kemasan) kosmetik ilegal, 70 item (512 kemasan) obat ilegal, dan 17 item (66 kemasan) bahan berbahaya. Keseluruhan produk ilegal tersebut ditemukan di 41 sarana produksi dan distribusi.

"Selama tahun 2018, BBPOM di Medan telah memproses 15 perkara pro-justitia dengan nilai barang bukti mencapai 4,1 miliar rupiah yang didominasi oleh perkara di bidang pangan," sebutnya. 

Selama tiga tahun yaitu 2016-2018, perkara di bidang pangan mendominasi hasil pengawasan BBPOM di Medan. Sedangkan nilai barang bukti mengalami fluktuasi, dimana pada tahun 2016 mencapai 10,34 miliar rupiah hasil dari 17 perkara pro-justitia dan 3,01 miliar rupiah pada tahun 2017 dari 17 perkara pro-justitia.

Mengingat, tegas Penny bahwa pelanggaran di bidang obat dan makanan merupakan kejahatan kemanusiaan karena membahayakan kesehatan masyarakat dan mengancam generasi penerus bangsa, maka BPOM RI terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat sistem dan meningkatkan kinerja pengawasan obat dan makanan. Berbagai terobosan dan strategi dilakukan BPOM RI untuk menghadapi dan menangani tren terkini kasus pelanggaran dan/atau kejahatan di bidang obat dan makanan. 

"BPOM RI terus meningkatkan efektivitas penindakan melalui penindakan berdesain lmk khusus dengan intelijen, informan, kepulisian, dan kejaksaan, dengan pola tangkap tahan terhadap pelaku pelanggaran," ungkap Kepala BPOM RI.

"Selain itu BPOM RI mengembangkan strategi dan kapasitas investigasi terhadap modus kejahatan cyber online termasuk kolaborasi dengan masyarakat termasuk media dan criminal justice system (CIS) dalam operasi intelijen, menggerakkan potensi dan kapasitas pemerintah daerah, termasuk peningkatan forum dan operasi bersama instansi/lembaga lain yang merupakan implementasi lnpres Nomor 3 Tahun 2017," jelasnya.

Tak hanya itu, lanjutnya, BPOM RI juga menjaring dan memberdayakan tokoh musyarakat potensial untuk membudayakan perilaku peduli dan cerdas melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berkesinambungan dan masif pada berbagai momen sosial di tengah masyarakat dan melakukan pendampingan pelaku usaha kecil/perorangan pada komunitas masyarakat desa/kelurahan melalui kegiatan bimtek dan sertifikasi menuju produk berdaya saing di pasar ekonomi.

“BPOM RI memberikan dukungan penuh terhadap pelaku usaha agar dapat memproduksi obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu serta berdaya saing tinggi. Namun sekali lagi, jika pelaku usaha terbukti melanggar peraturan, BPOM RI tak segan untuk menindak dan menegakkan hukum agar pelanggaran diberi 33 P hukuman yang setimpal," tegas Penny.

Pengawasan di bidang Obat dan Makanan sarat dengan aspek yang sangat mendasar tentang kualitas manusia yang multi aspek (sosial, ekonomi, budaya, politik, ideologi, dan peradaban). Oleh karenanya dua intervensi strategis pengawasan, yakni penindakan terhadap pelaku kejahatan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha dan masyarakat, dari yang terkecil sampai dengan terbesar, dilakukan secara paralel dan simultan, untuk mencapai dan mengawal kesejahteraan yang adil makmur bagi jiwa raga masyarakat.

"BPOM RI terus berkomitmen untuk melindungi masyarakat Indonesia dari peredaran obat dan makanan ilegal yang dapat membahayakan kesehatan dan keselamatan dengan meningkatkan kerja sama lintas sektor dengan semua pemangku kepentingan termasuk meningkatkan peran serta masyarakat sebagai konsumen cerdas dengan selalu "Cek KLIK". Pastikan Kemasan dalam kondisi baik, baca informasi pada Label, memiliki izin edar, dan tidak melebihi masa Kedaluwarsa," pungkasnya.(Jae9)
Komentar Anda

Berita Terkini