Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Jelang HBKN, Kemendag Gelar Rakorda dan Pemantauan Harga di Bali

Harian 9 author photo
BALI| H9
Kementerian Perdagangan berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) untuk menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Untuk itu, Kemendag bersinergi dengan Pemerintah Daerah dan instansi-instansi terkait untuk memastikan harga dan pasokan terjaga dengan baik. 

Staf Ahli Bidang Perdagangan Jasa,  Lasminingsih di dampingi oleh Kadis Perindag Bali, Perwakilan Satgas Pangan, dan Kadivre Bulog Provinsi Bali menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Stabilisasi Harga dan Ketersediaan Pasokan Barang Kebutuhan Pokok Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional 2018 dan Tahun Baru 2019 di Bali, hari ini, Rabu (5/12/2018).

“Hasil pantauan kami menunjukkan harga-harga bahan pokok di Provinsi Bali aman terkendali terutama untuk beras yang pasokannya cukup untuk menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Namun demikian, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi Natal 2018 dan Tahun Baru 2019” ungkap Lasminingsih. 

Terdapat empat langkah strategis yang telah disiapkan Kemendag dalam menyambut HBKN ini. Pertama, melalui Penguatan Penerbitan Permendag terkait, yaitu pendaftaran pelaku usaha bapok (Permendag 20/2017), Harga Eceran Tertinggi (HET) beras (Permendag 57/2017), dan harga acuan di konsumen (Permendag 96/2018). 
"Kami akan terus memperkuat regulasi perdagangan. Kami juga memastikan seluruh Permendag ini diimplementasikan dengan baik dan benar oleh para pelaku usaha," tegas Lasminingsih.

Kedua, melalui penatalaksanaan dengan melaksanakan rapat koordinasi (rakor) dengan pemerintah daerah, instansi terkait, dan pelaku usaha; memfasilitasi BUMN dan pelaku usaha; serta menugaskan Bulog.

Ketiga, melalui pemantauan dan pengawasan yang akan dilakukan Eselon I Kemendag bersama dengan Satgas Pangan di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga, termasuk menjamin pendistribusian bapok.

Keempat, melalui upaya penetrasi pasar yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, Bulog Divre setempat, dan pelaku usaha distribusi barang di daerah pantauan untuk memastikan pasokan ke pasar tersedia dalam jumlah cukup hingga menjelang Natal dan Tahun Baru. 

Dalam rangka pemantauan harga bapok di pasar, Lasminingsih berserta rombongan juga melakukan peninjauan ke Pasar Kreneng dan Pasar Badung di Bali. Dari hasil pemantauan di kedua pasar tersebut, diketahui harga dan pasokan stabil dan terkendali. 

Berdasarkan hasil pemantauan per 5 Desember 2018 di Pasar Kreneng harga beras medium berkisar antara Rp9.000/kg – Rp9.600/kg, gula pasir Rp11.000/kg, minyak goreng curah Rp10.350/liter, daging sapi Rp78.000 – Rp125.000/kg, telur ayam ras Rp24.000/kg, cabe merah besar Rp15.000, cabe merah keriting Rp20.000/kg, bawang merah Rp24.000/kg, serta bawang putih Rp18.000/kg.  

Sedangkan di Pasar Badung, harga beras medium Rp9.000/kg, gula pasir Rp11.000/kg, minyak goreng curah Rp9.900/liter, daging sapi Rp70.000 – Rp130.000/kg, telur ayam ras Rp24.000/kg, cabe merah besar Rp17.000, cabe merah keriting Rp25.000/kg, bawang merah Rp27.000/kg – Rp30.000/kg, serta bawang putih Rp18.000/kg.  

Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok, Lasminingsih juga mengunjungi Gudang Perum Bulog Kabupaten Badung dan gudang distributor setempat. Hasil pantauan tersebut menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Bali terjamin dan aman menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. 

“Pemerintah pusat akan terus berkoordinasi dengan dinas yang membidangi perdagangan di daerah untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan bapok. Hal ini untuk menjamin masyarakat dapat merayakan Natal dan Tahun Baru dengan khidmat dan gembira,” ungkap Lasminingsih. 
Rakor hari ini di Bali merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam menghadapi HBKN. 

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memimpin rakor serupa di Batam, Kepulauan Riau, pada Minggu, 11 Nopember 2018 yang lalu.

Imbauan kepada Pemerintah Daerah Pada rakorda, pemerintah daerah diminta agar tetap melaksanakan pemantauan harga di seluruh Provinsi Bali dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar,  guna mengantisipasi potensi kenaikan permintaan bapok. Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok. 

Untuk itu, Lasminingsih juga meminta perlu dilakukan upaya antisipasi dini berupa koordinasi yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pelaku usaha, mengingat dalam beberapa waktu ke depan, ada potensi kenaikan permintan barang kebutuhan pokok jelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 yang dikhawatirkan berpengaruh terhadap harga. 

Lasminingsih juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi. “Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan di Provinsi Bali” ujarnya. (rel/01)

 




Komentar Anda

Berita Terkini