Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Sukses Atas Terbentuknya PD BARUPAS KOTA MEDAN Pimpinan Umum, Pimpinan Redaksi Beserta Seluruh Jajaran wartawan dan staf HARIAN9, Mengucapkan Selamat Kepada Saudara Ir. KHAIRI AMRI Atas Terpilih Menjadi KETUA PW BARUPAS SUMATERA UTARA PERIODE 2018 - 2023

Ketum PP BARUPAS Azrai Ridha, SH Meminta KPU Jujur Terkait Dugaan 31 Juta Suara Siluman

Harian 9 author photo
  
JAKARTA| H9
Ketua Umum Pengurus Pusat Barisan Rakyat Untuk Prabowo Sandi (BARUPAS) Azrai Ridha SH meminta, Komisi Pemilihan Umum (KPU) agar bertindak jujur atas keberadaan suara pemilih siluman yang ramai didengungkan belakangan ini. Hali tu disampaikannya kepada HARIAN9 usai bersilaturahmi dengan bapak Prabowo Calon Presiden RI Nomor 02, Rabu (5/12/2018) di Jakarta. 

Ketua Umum PP BARUPAS Azrai Ridha, SH saat bersilaturahim dengan Capres RI Prabowo Subianto, di Jakarta.
Dikatakannya, permasalahan suara siluman dalam pemilu serentak yang akan diadakan  April 2019  mendatang tampaknya akan menghantui penyelenggaraan pemilu  tersebut. Bagi tim Kampanye masing masing calon tentu hal ini menjadi masalah serius. Mengingat diduga jumlah suara  siluman 31 juta tersebut akan menentukan kemenangan masing masing calon  baik bagi calon presiden  dan wakil presiden maupun para calon legislatif yang akan bertarung dengan kerasnya  di zona  daerah pemilihan  mereka.

Memurutnya, berdasarkan informasi yang didapat  dari berbagai sumber, sampai sekarang ini 31 juta suara pemilih itu belum boleh dibuka oleh siapapun termasuk KPU sebagai penyelengara Pemilihan Umum yang diamanahkan sesuai dengan Undang Undang No 7 tahun 2017. Padahal  daftar pemilih tetap seharusnya sudah dapat diketahui oleh peserta pemilu yaitu  para Capres/ cawapres  maupun calon anggota DPD, DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kota.
  
"Bukan kah sebagai penyelengara pemilu KPU  wajib menyelenggarakan semua tahapan pemilu secara tepat waktu? Hal ini  terkait dengan dengan sangat pentingnya  keberadaan penyelengaran Pemilu 2019 secara langsung , umum , bebas , rahasia , jujur dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang  berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945 ini," ungkapnya. 

Disebutkannya, masalah suara siluman 31 juta itu  merupakan sesuatu persoalan yang sangat serius dan menjadi perhatian public. Karenanya jika KPU tidak transparan soal suara siluman ini, biasnya  mengakibatkan hal yang fatal dalam pelaksanaan pemilu yang akan datang, Apalagi bagi organisasi relawan seperti BARUPAS yang merupakan sepenuhnya mendukung Prabowo Sandi. 

"Tentunya suara siluman ini sangat mempengaruhi yang sangat signifikan bagi perolehan suara dalam pemilu dan sangat menentukan kemenangan bagi siapapun . Jika hal ini dibiarkan berkembang dan  tidak ditanggapi oleh KPU secara serius, maka kita semua sangat khawatir bahwa Pemilu yang akan datang ini sangat diragukan keabsahan karena diwarnai kecurangan," tukas  Azrai Ridha.

Dijelaskannya, rakyat terutama relawan sekarang ini sangat memperhatikan dan mengikuti jadwal dan tahapan demi tahapan penyelenggaraan Pemilu yang dilaksanakan oleh KPU.  

"Oleh sebab itu BARUPAS  mengingatkan KPU untuk benar benar memperhatikan permasAlahan suara siluman ini. KPU diharapkan melaksanakan amanah dalam menyelengarakan Pemilu ini dengan transparansinya dalam penghitungan dan pengelolaan pemilu kedepan," katanya. (j.01)
Komentar Anda

Berita Terkini